Pelaku yang Bagi-Bagi Uang di Pilkada Medan Menghilang, Panwas tetap Usut Kasusnya

 


Kasus bagi-bagi uang yang dilakukan Kamsiah Bintang (KB)  untuk mendukung  pasangan  Bobby-Aulia Rahman di Pilkada Medan terus dalam pengusutan Panwas Kecamatan Medan Deli.  Namun pengusutan itu tidak mudah, sebab KB kini menghilang. Panwas telah mencoba menelusuri alamat yang pernah disebut KB, tapi wania itu tidak ada di sana.

“Sepertinya dia tidak pernah lagi menampakkan diri. Kita sudah panggil untuk pemeriksaan lanjutan, KB tidak pernah muncul,” kata  Sugeng Afriadi, anggota tim pemeriksa Panwas Medan Timur.

Sejauh ini Panwas baru melakukan pemeriksaan awal terhadap KB, yakni saat ia ditangkap sewaktu beraksi membagi-bagikan uang kepada warga pada Minggu malam 29 November 2020 di Gang Sakiran, Kelurahan Gaharu, Medan Timur. Panwas juga telah meminta keterangan sejumlah warga yang mengaku menerima uang dari KB.

Hasilnya, Panwas menemukan indikasi kuat kalau KB melakukan politik uang pada Pilkada Medan. Setiap orang yang mau menerima uang Rp 50 ribu darinya diminta untuk berfoto dengan menunjukkan dua jari sebagai tanda  dukungan kepada pasangan nomor 2, yaitu Bobby Nasution dan Aulia Rahman.

“Tapi belakangan, ketika Panwas membutuhkan tambahan penjelasan dari KB, yang  bersangkiutan tidak mau datang. Hari ini Sabtu 5 Desember 2020 adalah batas akhir bagi Panwas untuk  memproses kasus ini,” ujar Sugeng.

Malam saat KB ditangkap warga, wanita itu  sama sekali tidak punya KTP atau identitas lainnya. Sementara Panwas tidak punya kewenangan untuk menahan pelaku. Akhirnya KB dibebaskan setelah dimintai keterangan secukupnya.

“KB memang meninggalkan alamat yang diakui sebagai tempat tinggalnya. Tapi ketika kita kirim surat panggilan ke sana, ia ternyata tidak ada di sana. Kita tidak tahu posisinya sekarang ini,” ujar Sugeng.

Pihak Panwas Medan Timur sudah mencoba  mencari tahu keberadaan  KB melalui sejumlah orang di Kelurahan Gaharu yang mengenalnya. Tapi tetap saja upaya itu gagal. KB seakan menghilang ditelan bumi.

Meski demikian, bukan berarti kasus ini akan  berhenti. Pihak  Panwas Medan Timur tetap melanjutkan proses pemeriksaan terhadap saksi lainnya untuk mengumpulkan bahan selengkapnya. “Paling lama Minggu 6 Desember sudah akan ada keputusan dari Panwas apakah kasus ini layak dilanjutkan ke Bawaslu Medan atau tidak,” kata Sugeng.

Sementara warga Kelurahan Gaharu tetap berharap kasus ini segera dituntaskan segera oleh Panwas. Mereka mengaku kalau KB telah terang-terangan melakukan money politic di Pilkada Medan, dengan menyuap  warga  untuk memilih salah satu kandidat.

“Kami yang menangkap KB, lalu kami serahkan ke Panwas Medan Timur. Jadi kalau kasus in tidak bisa dituntaskan secara transparan, semua itu kami serahkan kepada Panwas,” kata Teuku Salidin, tokoh masyarakat Kelurahan Gaharu.

Sementara itu, Subanto ST, Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Demokrat yang turut menangkap KB malam itu menduga kalau KB dilindungi oleh pihak-pihak tertentu.  

“Bisa jadi mereka sengaja melindungi KB agar kasus ini tidak terbongkar ke public,” kata Subanto.  Tapi ia tetap berharap Panwas Medan Timur terus melanjutkan kasus ini.

Subanto cenderung menyamakan kasus hilangnya KB ini seperti halnya kasus Harun Masiku, politisi PDIP yang menghilang setelah ia terbukti  melakukan suap terhadap anggota KPU Pusat. Sementara orang-orang yang menerima  suap dari Harun Masiku telah ditahan, Harun Masiku sendiri tidak jelas juntrunganya sampai saat ini. (***)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar