Ngadu ke Presiden, Seratusan Petani Jalan Kaki dari Medan ke Jakarta


Seratusan petani yang bergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu membulatkan tekad untuk meminta keadilan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Negara di Jakarta.

Jarak dari Medan ke Jakarta mencapai kurang lebih 1.813 Kilometer (Km). Bila menempuh dengan berjalan kaki secara nonstop, membutuhkan waktu 365 jam atau selama 15 hari penuh.

Dengan memakai pakaian merah dan topi petani, rombongan melintasi Deliserdang pada Sabtu (27/6/2020) dini hari. Mereka berjalan kaki untuk meminta keadilan lantaran digusur paksa dari tempat tinggal dan lahan yang telah dikelola sejak 1951.

Hal ini buntut sengketa lahan seluas 854 hektare antara Serikat Petani Simalingkar Bersatu dengan PTPN II.

"Kami ingin ke Istana Presiden sehubungan dengan konflik agraria di Sumut dan menuntut hak kami. Kami merasa terzolimi, terintimidasi, tempat tinggal dan lahan kami diserobot dengan alat berat, " ujar Koordinator aksi Sulaiman Sembiring, sabtu (27/6/2020).

Dia mengaku para petani sangat terdampak karena pengusuran di tengah kondisi pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi mereka kian sulit karena juga harus membiayai sekolah anak.

"Kami berharap Bapak Presiden Jokowi dapat segera menyelesaikan konflik agraria ini dan pro terhadap rakyat kecil," katanya.

Harapan para petani, mereka dapat bertemu Presiden Jokowi dan membantu menyelesaikan permasalahan agraria, khususnya di Sumut. Selama ini, mereka menilai Pemprov Sumut belum bisa menyelesaikan masalah sengketa tanah.

Segala upaya telah dilakukan para petani dengan mengadu ke DPRD Sumut, bahkan menghadap langsung gubernur. Namun mereka mengaku belum ada reaslisasi sehingga membulatkan tekad melakukan aksi jalan kaki tersebut. (ins)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar