Masjid di Turki Berubah Jadi 'Supermarket' Gratis, Siapa pun Boleh Mengambil

Masjid di Turki Berubah Jadi 'Supermarket' Gratis

Masjid-masjid di Istanbul, Turki beralih fungsi menjadi supermarket sementara. Bahan-bahan kebutuhan pokok yang ada di masjid itu digratiskan untuk warga miskin yang terdampak Corona.

Seperti dilansir AFP, Rabu (22/4/2020), ada pemandangan berbeda di pintu masuk sebuah masjid di Istanbul. Rak-rak yang biasanya diperuntukkan sebagai tempat sepatu umat muslim yang hendak menunaikan salat, kini penuh dengan paket pasta, botol minyak hingga biskuit layaknya supermarket.

Namun, bahan-bahan kebutuhan pokok itu tidak untuk dijual. Sebaliknya barang-barang itu digratiskan bagi yang membutuhkan, warga miskin yang terdampak wabah Corona.

Tanda di jendela masjid meminta siapa pun untuk menyumbang dan meminta mereka yang membutuhkan bisa mengambil sesuatu.

Abdulsamet Cakir, 33, imam masjid Dedeman di distrik Sariyer, Istanbul mengemukakan gagasan untuk menjangkau kaum miskin melalui tempat ibadah, usai Turki menghentikan sholat berjamaah di masjid-masjid untuk menghindari penularan Corona.

"Setelah penangguhan sholat massal, saya punya ide untuk menghidupkan kembali masjid kami dengan menyatukan orang-orang kaya dengan orang-orang yang membutuhkan," kata Cakir.

Masjid itu telah menyediakan layanan tersebut selama dua minggu dan menjangkau 120 orang yang memerlukan kebutuhan pokok harian. Daftarnya termasuk lebih dari 900 orang.

Maksimal dua orang yang memakai masker dan sarung tangan memasuki masjid dan mengambil apa yang mereka butuhkan. Sementara yang lain menunggu di luar, berdiri mengantri satu sama lain.

"Kami memberikan layanan sepanjang hari. Kami memanggil 15 orang untuk setiap setengah jam, sehingga kami mematuhi jarak sosial dan tidak menyebabkan antrian besar," kata imam itu.

"Kami melakukan yang terbaik untuk membantu saudara dan saudari kami dengan cara sebaik mungkin tanpa menyinggung mereka," tambahnya.

Masjid tidak menerima donasi tunai dan sebaliknya hanya menerima paket bantuan. Rak-rak masjid penuh dengan produk yang dikirim dari seluruh Turki dan bahkan luar negeri.

"Produsen juga menyumbang. Seorang tukang giling membawa tepung, tukang roti membawa roti, distributor air membawa air," kata Cakir.

Data resmi pemerintah Turki mencatat sudah ada total 2.259 orang meninggal dunia akibat Corona, setelah ada tambahan kematian baru sebanyak 119 orang hari Selasa (21/4). Kota-kota besar termasuk Istanbul akan di-lockdown selama empat hari mulai hari Kamis (23/4) besok.dtc

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar