Header Ads

INGAT! Kolera Babi Tidak Menular ke Manusia, Dagingnya Pun Aman Dimakan



Hog Cholera atau kolera babi juga dikenal sebagai classical swine fever atau virus babi klasik. Penyakit ini bisa menular dan bahkan bisa menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh dan kematian. Risiko kematian jika sampai terpapar virus ini bahkan sangat tinggi.

Virus hog cholera bisa menyerang babi tanpa mengenal usia. Penularan virus ini juga bisa terjadi pada babi melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung.

Babi yang terinfeksi bisa dengan mudah menyebarkan virus ini sebelum mulai mengalami gejala sakit. Bahkan, meskipun kondisinya sudah pulih, bisa jadi virus ini masih bisa menyebar dari tubuhnya ke babi lainnya.

Penyebaran virus ini bisa saja melalui peralatan atau benda-benda di peternakan melalui bagian luar tubuh manusia yang sebelumnya memegang babi yang sudah terinfeksi hingga hewan-hewan lainnya. Penularan lewat udara cenderung sangat jarang terjadi.

Beberapa gejala hog cholera adalah munculnya demam tinggi pada tubuh babi hingga mencapai suhu 41 derajat celcius. Babi juga mengalami konstipasi yang kemudian dilanjutkan dengan diare, muntah-muntah atau batuk-batuk, kejang-kejang, babi yang cenderung terus berkerumun, hingga kematian setelah 5 atau 25 hari sejak gejala-gejala ini muncul.

Jika yang terinfeksi adalah babi yang masih berusia muda, besar kemungkinan babi ini akan mati. Hanya saja, jika menyerang babi dengan usia yang lebih dewasa dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, bisa jadi gejalanya adalah penurunan nafsu makan dan gangguan pencernaan yang berlangsung lebih dari satu bulan, ganggan pertumbuhan, dan penampilannya yang cenderung berantakan.

Virus hog cholera bisa menyerang selama tiga bulan sebelum akhirnya bisa pulih atau menyebabkan kematian pada babi yang diserang. Jika ditangani dengan cepat, babi memiliki kemungkinan untuk diselamatkan.

Apakah Virus Cholera Berbahaya bagi Manusia?


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Azhar Harahap menyebut virus hog cholera tidak membahayakan manusia. Azhar menyebut daging babi yang terpapar virus ini juga masih aman untuk dikonsumsi.

Hal ini menandakan bahwa meskipun virus ini bisa menyebabkan kematian pada babi cukup tinggi, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dengan kasus hog cholera yang sedang terjadi di Sumatera Utara.

Meskipun begitu, jika kita memang terbiasa mengonsumsi daging babi, sebaiknya lebih cermat dalam mengolahnya hingga benar-benar matang. Jika perlu, pastikan bahwa daging babi ini berasal dari tempat yang bersih dan sehat sehingga tidak membawa bibit penyakit.

Azhar menyebut pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama dengan jajaran Pemkab telah melakukan pencegahan agar virus ini tidak semakin meluas.

“Tim sudah kami kirimkan ke daerah-daerah untuk mengecek babi-babi yang rawan terjangkit. Jika sudah ada yang terjangkit, akan segera ditangani,” ucapnya. (bbs)



Loading...

Tidak ada komentar