Header Ads

Warga Lingkungan 4, Tegal Sari III Ributi Proyek Sanimas



Puluhan omak-omak warga lingkungan 4, Kel.  Tegal Sari III,  Kec.  Medan Area ributi proyek pembangunan  sistem perpipaan sanitasi berbasis masyarakat (sanimas), Senin (11/11).

Saat aksi berlangsung,  tiba-tiba 
Kordinator BKM Tegal Sari III untuk sistem perpipaan sanimas, Faisal didampingi kepala lingkungan (kepling) 9 Ruslan muncul di lokasi. Berdebatan mulut terjadi. 

"Kami tak setuju pembangunan ini dikerjai.  Kami tak mau resiko belakang hari terjadi di lingkungan ini," teriak omak-omak

"Kenapa kalian hancurkan proyek ini.  Kalian tak setuju, kami berhenti kerja.  Jadi ngapain kalian rusaki ini.  Kalau kalian mau rusaki, silahkan depan saya," celetuknya seraya meminta Ruslan memfoto-foto warga yang tidak setuju tersebut. 

"Kau kurang ajar.  Proyek ini tidak ada sosialisasi. Kau buat denah fiktip. Kalau kau mau buat proyek ini silahkan ke lingkungan 9 dan jangan di lingkungan 4," ungkap omak-omak serentak. 

"Aku yang tanggungjawab nanti.  Aku timbun tanah ini kalau longsor," ucapnya dengan lantam. 

"Omong kosong semua itu.  Begitu kerjaan selesai,  kalian cabut. Tak ada nanti yang tanggungjawab," sahut omak-omak dengan emosi. 

Tak lama berselang,  Faisal dan Ruslan meninggalkan lokasi proyek tersebut. 

Zanuardi mewakili warga lingkungan 4 mengaku heran dengan proyek tersebut.  Sebab,  pengerjaan proyek tersebut malah dilakukan di lingkungan 4. Soalnya,  warga lingkungan 9 tidak setuju dengan proyek tersebut dikerjai. Selain itu,  warga yang tidak setuju malah ditakut-takuti oleh pengurus BKM. 

"Kalau tidak setuju dengan program ini akan berhadaapn dengan pemerintah.  Soalnya,  program ini milik pemerintah," ungkapnya. 

Menurut Zanuardi lagi,  warga juga khawatir dengan dampak penggorekan galian itu. Karena rumah warga yang berada di samping galian takut roboh.  Selain itu, dalam galian ada pipa gas dan kabel listrik. 

"Kalau pipa gas itu bocor siapa yang tanggungjawab? Kami juga yang khawatir dengan semua ini dan bukan pemborong. Jadi kami minta, proyek ini dihentikan," tandasnya. 

Informasi yang diperoleh di lapangan,  proyek sanimas yang sejogyanya dikerjai di kawasan lingkungan 9 sempat ditolak wargs setemapt.  Selain itu,  pengerjaan di Gang Panjang juga ditolak warga. Ironisnya, malah pengerjaan proyek tersebut dialihkanke lingkungan 4 tanpa persetujuan semua warga yang berdomisili di sana.  
Proyek yang sudah berlangsung seminggu ini terpaksa berhenti lantaran wargs tidak setuju untuk dikorek kembali. (lia) 


Loading...

Tidak ada komentar