Rabu, 26 April 2017

Blanko e-KTP Kota Medan Diprioritaskan Kepada Warga yang ...

[caption id="attachment_73138" align="aligncenter" width="830"] e-KTP[/caption]
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia telah membagikan empat juta lebih e-KTP untuk seluruh provinsi dan kabupaten/kota dengan jatah sekitar dua juta lebih.

Untuk Kota Medan, mendapat jatah 10 ribu lembar blanko e-KTP. Menurut informasi sebelumnya, e-KTP di Kota Medan lebih memprioritaskan kepada usia 17-19 tahun.

Akan tetapi, prioritas untuk pemula tersebut dibantah oleh Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. Menurutnya, tidak ada yang diprioritaskan. Sebab, meskipun masyarakat belum menerima blanko perpanjangan e-KTP, surat keterangan (resi) dapat dipergunakan untuk keperluan administrasi.

“Tidak ada yang prioritas. Kita mendistribusikan kepada mereka yang lebih dahulu mengajukan. Toh, surat keterangan kan masih berlaku untuk digunakan,” ujar Eldin di Kantor DPRD Medan, Selasa (25/4/2017) kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Ok Zulfi, mengaku kalau pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipatif seperti menjemput bola ke Kemendagri mengenai blanko e-KTP.

Kebijakan tersebut di dasari atas tingkat kebutuhan masyarakat Medan akan pentingnya e-KTP guna menunjang kelengkapan administrasi di setiap transaksi.

“17 April lalu kita sudah ke Kemendagri untuk menjemput blanko e-KTP. Jadi kita utamakan yang sudah mengajukan lebih dahulu. Bagi masyarakat yang belum, kita (Disdukcapil) siap mendistribusikan surat keterangan,” pungkasnya.(sandy)

Warga Tagih Janji Perbaikan Jalan Titi Pahlawan

[caption id="attachment_77083" align="aligncenter" width="573"] Warga tagih janji perbaikan jalan[/caption]

Kondisi Jalan Titi Pahlawan, Simpang Kantor, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan belum juga diperbaiki.

Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan ‎Kecamatan Medan Marelan ke Kecamatan Medan Belawan seperti kubangan kerbau mengganggu aktivitas kendaraan yang melintas.

Pantauan Sumut Pos, Rabu (26/4), ‎keadaan jalan yang sudah rusak sejak pertengahan tahun 2016 sangat dikeluhkan para pengguna jalan, karena, kubangan dipenuhi air membuat para pengendara sulit melintas jalan tersebut.

Kondisi jalan yang sudah berlubang selama setahun ini bukan hanya dikeluhkan oleh masyarakat, tapi, sejumlah kantor instansi yang ada seperti Polsek Medan Labuhan, Kejari cabang Labuhan Deli, Puskesmas dan Rutan Labuhan Deli.

Salah satu pengendara roda dua, Syahril ‎(43) harus berhati - hati melintas di jalan berlubang dipenuhi air. Dirinya sangat heran dengan sikap pemerintah yang terkesan lepas tangan dengan kondisi jalan yang berdampingan dengan beberapa kantor instansi.

"Saya setiap hari kerja ke Belawan, kalau sudah hujan jalan ini kayak danau, tapi kalau musim panas pasti berabu. Lihatlah, ada polsek dan kantor jaksa, masa tak mau diperbaiki, janjinya dari tahun kemarin jalan ini mau diperbaiki, tapi belum juga diperbaiki," keluh Syahril.

Keluhan lain juga datang dari Syamsul yang merupakan warga sekitar. Dirinya kecewa dengan pemerintah yang belum juga memperbaiki jalan dan drainase di sekitaran lokasi tersebut.

"Sudah bolak balik kami demo, kemarin janjinya mau diperbaiki tahun 2017, tapi sampai sekarang tidak juga diperbaiki, kalau memang pemerintah tak peduli lagi, biar kami blokir lagi jalan ini," tagih Syamsul yang kecewa.

Ditegaskan pria berusia 41 tahun ini, bila kondisi jalan itu terus dibiarkan, maka masyarakat nantinya akan mengambil tindakan sendiri dengan menutup akses jalan.

"Kalau nanti hujan terus - terusan, pasti jalan ini seperti danau, jadi kami masyarakat akan tutup jalan ini sampai benar - benar pemerintah segera memperbaikinya," cetus Syamsul.

Menanggapi itu, Camat Medan Labuhan, Arrahman Pane dikonfirmasi mengatakan, perbaikan jalan itu adalah tanggung jawab dari dinas di Provinsi Sumater Utara.

"Rencananya pemprovsu telah menjadwalkan perbaikan jalan itu bulan September 2017 ini, jadi kepada masyarakat harap bersabar dan menunggu proses perbaikannya," kata Ar‎rahman. (mu-1)

BKSDA Sumut Patroli Antisipasi Pembunuhan Gajah

[caption id="attachment_77076" align="aligncenter" width="1080"] BKSDA Sumut Patroli Antisipasi Pembunuhan Gajah[/caption]


Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama tim konservasi gajah, conservation response unit (CRU) Tangkahan, Kabupaten Langkat melakukan patroli gajah disepuran hutan lindung yang ada di kawasan Kabupaten Langkat, Rabu (26/4/17).

Patroli ini dilakukan pasca penemuan seekor bangkai gajah yang diduga mati di bunuh oleh orang yang tak bertanggungjawab di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Dengan menunggangi gajah milik CRU Tangkahan, tim BBKSDA menyusuri pemukiman dan ladang warga yang berada tak jauh dari lokasi hutan lindung, taman nasional gunung leuser (TNGL)

Selain itu, tim BKSDA juga memberikan arahan dan penjelasan kepada warga sekitar untuk segera menghubungi BBKSDA jika menemukan gajah liar yang masuk keperkampungan dan ladang warga.

Pihak BBKSDA meminta agar warga jangan bertindak dengan membunuh atau meracuni gajah liar, sebab gajah merupakan hewan yang dilindungi oleh negara.

"Jadi kita harap warga jangan langsung membunuh gajah liar tersebut, sebaiknya lapor ke BBKSDA, biar pihak BBKSDA yang melakukan evakuasi atau mengusir gajah tersebut," jelas Sudarmin, Kepala Resot Aresnapal BBKSDA Sumut saat di konfirmasi metro-online.co usai melakukan patroli.

Konflik antara gajah dan warga penduduk, lanjut Sudarmin memang kerap terjadi di Kabupaten Langkat. "Wilayah yang kerap terjadi konflik ini yakni di Kecamatan Besitang, Aras Napal Kanan dan Kiri, Desa Alaban, Sei Lepan, Sawit Seberang, Kecamatan Batang Serangan dan Tangkahan," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, konflik ini terjadi saat kelompok atau segerombolan gajah maupun tunggal masuk ke pemukiman warga dan merusak areal perkebunan warga.

"Terkadang warga nekat meracuni dan membunuh gajah tersebut karena kesal areal perkebunannya dirusak. Jadi kami harap jika memang ada segerombolan gajah atau satu ekor gajah masuk ke areal perkebunan atau pemukiman warga, segera laporkan ke BBKSDA," pintanya.
[caption id="attachment_77077" align="aligncenter" width="1080"] BKSDA Sumut Patroli Antisipasi Pembunuhan Gajah[/caption]
Terkait penemuan bangkai gajah beberapa waktu lalu, lanjutnya, BBKSDA Sumut belum menerima hasil otopsi penyebab kematian gajah tersebut. Namun, kuat dugaan gajah tersebut diracuni oleh warga.

"Memang kami belum menerima hasil yang pasti penyebab kematian gajah tersebut, namun kuat dugaan gajah tersebut diracuni," cetusnya.

Dia juga berharap agar hutan yang biasa disinggahi gajah ditanami jenis pohon yang biasa menjadi makanan gajah seperti pohon pisang dan tebu.

"Biasanya gajah turun ke pemukiman dan areal perkebunan warga karena tidak adanya makanan di dalam hutan, sehingga gajah-gajah tersebut keluar dari hutan untuk mencari makanan," cetusnya.

Biasanya, lanjut dia, bila ada gajah liar masuk ke pemukiman atau areal perkebunan warga, cara mengusirnya cukup membunyikan petasan atau benda-benda yang dapat mengeluarkan suara.

"Cukup hidupkan petasan atau bunyikan barang-barang yang dapat mengeluarkan suara, pasti gajah tersebut kabur, jadi tidak perlu sampai membunuhnya," ungkapnya.

Sebelumnya, seekor gajah betina ditemukan tewas di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya dipinggir aliran sungai.

Kematian yang masih dalam penyelidikan oleh tim dokter hewan BBKSDA Sumatera Utara ini di duga karena adanya orang tidak bertanggung jawab yang meracuni gajah tersebut.(hendra)

Razia Warnet, Puluhan Pelajar Terjaring Tim Gabungan Pemko Binjai

[caption id="attachment_77073" align="aligncenter" width="1080"] Razia Warnet, Puluhan Pelajar Terjaring Tim Gabungan Pemko Binjai[/caption]


Puluhan Pelajar yang masih mengenakan Pakaian Sekolah dan pada jam pelajaran sekolah terjaring oleh Tim gabungan saat menggelar Operasi Kasih Sayang (Razia) di Wwarung internet yang ada di Kota Binjai. Rabu, (22/3/17)

Tim gabungan yang terdiri Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, BNNK dan Polres Binjai ini mendapati para pelajar yang sedang asyik bermain game maupun yang sedang nongkrong di warnet.

"Hal ini sudah sangat merisaukan, karena ini menyangkut dengan pendidikan dimana seharusnya seorang murid dapat berprerilaku yang baik dan sopan serta tidak berbuat hal-hal yang bersifat negative, apalagi ini berada pada jam sekolah, seharusnya mereka pada jam tersebut menuntut ilmu disekolahnya," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Drs T Syarifuddin, MPD melalui Kabid Rehap Sosial, Bambang Lestrika B, usai melakukan penjaringan anak sekolah yang bermain game di warnet.

Dijelaskan Bambang, operasi digelar sesuai Keputusan Walikota No.188.45-204/K/2017 tentang koordinasi operasi kasih sayang terhadap anak sekolah dan banyaknya kasus judi online yang beredar.

"Mereka yang merupakan harapan bangsa menjadi generasi penerus, seharusnya mereka giat dalam menuntut ilmu, sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama terutama orang tua dapat tercapai begitu juga harapan terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia,” katanya.

Razia yang dilakukan, lanjut Bambang dengan melakukan penjaringan kepada anak sekolah dan juga dilakuakan pemeriksaan.

"Kepada para pelajar yang terjaring dalam razia tersebut diberikan peringatan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya,” ungkapnya

Ditambahkan Bambang, kepada pengunjung terutama anak sekolah agar kedepan tidak lagi berada diluar dan warnet pada jam sekolah dan masih mengenakan pakain sekolah.

"Kita akan selalu melakukan razia dan inspeksi secara berkala terhadap warnet yang melayani anak sekolah pada jam pelajaran mari kita bersama-sama mengawasi anak kita, sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak kita ingini, sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama khususnya orang tua dapat diraih," katanya.(hendra)

Selasa, 25 April 2017

AKBP Faisal Napitupulu Berbagi Pengalaman Pimpin Tim Kejar Andi Lala

[caption id="attachment_77070" align="aligncenter" width="383"] AKBP Faisal Napitupulu[/caption]


Kasubdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu berbagi cerita pengalaman dirinya saat memimpin tim pengejaran terhadap tersangka Andi Lala yang merupakan otak pembunuh sekeluarga di Mabar.

Dia mengatakan, berbagai pengalaman telah dilewati selama proses penyelidikan dan penangkapan tersangka utama Andi Lala.

"Istirahat juga paling 1 jam sampai 2 jam di mobil karena kita harus analisa terus kira-kira apa yang harus kita lakukan. Kemudian, apa pola pikir Andi Lala supaya kita tau persembunyian dia," ujar Faisal kepada wartawan di Polda Sumut, Selasa (25/04/2017).

Perwira berpangkat melati dua dipundaknya ini menambahkan, hal itu dilakukan selama enam hari tanpa berhenti. Namun, kata Faisal, bukan hanya itu saja, tapi waktu penggeledahan bukan di waktu normal, melainkan di waktu subuh ketika semua orang beristirahat.

"Tidur cuma sejam hingga 2 jam selama enam hari. Saya komandan tim juga seperti itu. Tapi kita bersyukur anggota juga walaupun hanya istirahat sebentar tapi tetap semangat. Walaupun setiap kali melakukan penggeledahan ke rumah Andi Lala bukan pagi atau siang, namun subuh jam 3 atau jam 5," ujar Faisal.

Saat ditanyai kapan pulang ke kantor selama penyelidikan, Faisal menjawab bahwa tim gabungan Polda Sumut tidak pernah kembali ke kantor karena penuh di lapangan hingga ke Provinsi Riau.

"Jadi cara kita dapat membagi waktu istirahat, ya curi-curi istirahat, jadi kita bagi tim, misalnya tim satu lagi melaksanakan penyelidikan maka tim 2 masih bisa istirahat sebentar," terangnya.

Namun, lanjut Faisal, terkadang waktu subuh kita baru istirahat sebentar anggota sudah bangunin, dengan memanggil "Ndan ayo ndan," sebut Faisal seraya mempraktekkan cara anggota membangunkannya.

Dari cara pelaku yang begitu kejam membunuh hingga melukai seorang balita, sambungnya, itu nenjadi motivasi tim menjadi tidak kenal lelah.

"Kami merasa itu sangat kejam, maka semua menjadi semangat," pungkasnya.(sandy)

Tidak Tanggung Jawab, Penumpang Laporkan Lion Air


Menilai tidak ada itikad Lion Air bertanggungjawab atas kehilangan barang yang hilang dari bagasinya, Daniel Panggabean akan melaporkan pihak maskapai Lion Air ke pihak yang berwajib.

Daniel Panggabean yang ditemui di ruang OIC Bandara Kualanamu saat mediasi pada Selasa (25/4) menerangkan jika kedatangannya ke ruang OIC Bandara Kualanamu untuk mempertanyakan barang dari bagasi miliknya merupakan yang kedua kalinya.

"Ini merupakan kedatanganku yang kedua kali, tapi tetap tidak ada penyelesaian. Karena tidak ada itikad baik dari pihak Lion Air terpaksa kita menempuh jalur hukum," terang Daniel Panggabean.

Menurut Daniel Panggabean jika pihaknya hanya menuntut pertanggungjawaban pihak Lion Air terkait dua koper yang ada didalam bagasi pesawat dirusak. Tidak hanya koper yang dirusak, isi koper juga diacak-acak bahkan sebagain barang dalam koper hilang.

"Kami tau bagasi kami rusak dan sebagian isinya hilang saat tiba di Bandara Kualanamu. Sejak kehilangan 12 April 2017 lalu sudah kami berikan kelonggaran waktu untuk penyelesaian. Pada 18 April 2017 lalu kami juga kembali mempertanyakan dan kami beri lagi waktu penyelesaian tapi hingga kini belum ada penyelesaian dan masih mengambang," tegas Daniel Panggabean yang merupakan Wakil Ketua IPK Medan.

Karena belum ada penyelesaian dari pihak Lion Air, masih menurut Daniel Panggabean pihaknya pun merasa dipermainkan. "Hak-hak kami sebagai konsumen tidak dilayani dengan baik. Padahal kita dalam penerbangan tidak gratis bahkan kami rombongan keluarga sebayak lima orang mengeluarkan biaya besar dalam penerbangan bersama Lion air. Begitu ada masalah seperti ini, seolah mereka buang badan.Bagaiaman dengan penumpang lain mungkin juga mengalami seperti yang kami alami," kata Daniel Panggabean.

Duty manajer Bandara Kualanamu, Jasirin yang menerima Daniel Panggabean bersama keluarganya berharap ada solusi dari kedua belah pihak sehingga tidak ada dirugikan baik maskapai mau pun penumpang. "OIC sifatnya menfasilitasi, diharapkan ada solusi penyelesaian dengan jalan damai kedua belah pihak," harapnya.

Dirinya pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi kepada setiap penumpang. Menurutnya kejadian seperti ini menjasi imej buruk bagi pelayanan maskapai itu sendiri. "Adanya penumpang yang komplain seperti ini mestinya harus cepat direspon dan dicari solusi sehingga tidak ada yang merasa dirugikan," tegas Jasirin.

Sementara mewakili pihak maskapai Lion Air Willy Yan yang hadir saat mediasi menerangkan jika pihaknya akan tetap bertanggungjawab terkait komplain penumpang sesuai dengan UU Penerbangan. "Namun sampai sejauh ini belum ada jalan penyelesian," kata Willy Yan.

Sebelumnya keluarga Daniel Panggabean terbang dengan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 961 dari Bandung tujuan Bandara Kualanamu transit Bandung pada tanggal 12 April 2017 lalu. Setibanya di Bandara Kualanamu, dua koper mereka sudah dirusak dengan cara dicongkel dan isinya diacak-acak bahkan ada pakaian yang hilang.(walsa)

Pemkab Labuhanbatu Gratiskan Baju Sekolah

[caption id="attachment_77027" align="aligncenter" width="295"] Kadis Pendidikan Labuhanbatu[/caption]
Pemkab Labuhanbatu terhitung tahun ajaran 2017-2018 akan memberikan bantuan secara gratis berupa baju seragam, baju batik dan baju pramuka untuk tingkat SD dan SMP Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, H Sarimpunan Ritonga saat dihubungi, Selasa (25/4) mengatakan, bahwa penerima bantuan baju gratis tersebut adalah siswa yang baru masuk SD dan SMP.

Selain itu, pelajar yang menerima merupakan yang menmba ilmu di sekolah negeri. "Artinya, pelajar yang masuk kelas satu SD dan kelas satu SMP negeri penerimanya," terang Sarimpunan.

Diakui Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu tersebut, anggaran pengadaan baju seragam, baju batik dan baju pramuka telah tersedia dan tinggal menunggu proses.

Terpisah, Kabag Administrasi Kesra Setdakab Labuhanbatu, Bangun Siregar menjelaskan, pihaknya telah menyusun berbagai regulasi sekaitan tahapan realisasi pemberian bantuan gratis itu.
"Segala surat dan regulasi sudah selesai. Kita tinggal menunggu prosea tekhnis pengadaan pakaian itu di dinas yang terkait," ujarnya.
Sementara itu, Kabag Administrasi Protokol Setdakab Labuhanbatu, Supardi Sitohang menambahkan, dengan adanya program pemberian baju gratis, diharapkan para orangtua siswa khususnya masuk SD dan SMP dapat mengurangi beban mereka.

"Ini program baru yang bertujuan meringankan beban para orangtua anak didik. Dalam program pendidikan, pak Bupati terus komitmen membangunnya lebih baik dengan upaya meringankan beban warganya," paparnya. (manto)

Aksi May Day, Ribuan Buruh Siap Demo

[caption id="attachment_66177" align="aligncenter" width="565"] Massa buruh FSPMI Sumut[/caption]


Sedikitnya sekitar 3 ribu buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Sumatera Utara, dipastikan turun ke jalan dengan menggelar aksi pada perayaan hari buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2017 mendatang.

Ketua DPW FSPMI Sumut Willy Agus Utomo kepada wartawan pada Selasa (25/4) menerangkan aksi ribuan buruh akan dipusatkan di Medan dengan tujuan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kantor DPRD Sumut dan Bundaran SIB Jalan Gatot Subroto Medan.

"Walau pemerintah sudah meliburkan buruh pada 1 Mei, bukan berarti buruh harus tidur, kami akan turun kejalan karena pemerintah belum mensejahterahkan rakyatnya khususunya kaum buruh," kata Willy didampingi Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi.

Menurut Willy, saat aksi nanti FSPMI Sumut mengusung tuntutan secara nasional dan mengangkat tuntutan kasus perburuhan yang terjadi di daerah. Adapun tuntutan nasional kata Willy yaitu hapus outsourcing dan pemagangan, Jaminan Kesehatan Gratis bagi seluruh rakyat Indonesia, Tolak Upah Murah dan Cabut PP78.

"Kita singkat tuntutan Nasional tersebut dan menjadi issu utama pada aksi nanti dengan gerakan HOSJATUM," terang Willy.

Masih menurut Willy, dalam perayaan May Day kali ini buruh mengeritisi kebijakan Jokowi sebagai Presiden yang tak pro terhadap buruh akan tetapi lebih pro ke kaum pemodal dalam hal ini pengusaha. Kebijakan yang di anggapnya tidak adil antara lain, pengampunan pajak bagi pengusaha, penurunan harga BBM bagi dunia usaha, aturan pemagangan yang menguntungkan pengusaha dan kebijakan lainnya.

Di sisi lain kata Willy, para buruh justru di miskin kan melalui regulasi yang di buat oleh Jokowi, di antaranya tidak beraninya presiden mencabut PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

"Gara - gara PP 78 ini, buruh akan makin miskin, kami berharap Jokowi memberikan kado indah di pada parayaan hari buruh nanti, dengan mencabut PP 78 itu," harap Willy.

Sementara untuk persolan perburuhan di daerah Sumatera Utara, Willy menyoroti beberapa poin persoalan, mulai dari minimnya kinerja Dinas Tenaga Kerja, banyak nya kasus peburuhan yang bertahun tahun tidak terselesaiakan hingga sampai tidak adanya keseriusan Gubernur Sumatera Utara dalam melihat kondisi perburuhan di daerahnya.

"Saya kira Gubsu saat ini tak peka terhadap nasib buruh, belum ada kebijakan nayata dia untuk buruh. Jangankan itu bicara soal buruh saja mungkin tak pernah dia" ketus Willy.

Bicara kondisi perburuhan di Sumut, lanjut Willy, meminta agar Gubsu segera menambah personil pegawai pengawas ketenagkerjaan di Disnaker Sumut, dan segera pula memberikan sarana dan prasarana meliputi kantor biro dan pelaksana tugasa pegawai pengawas di daerah. Dimana kata Willy sesuai UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah sejak januari 2017 seluruh pegawai pengawas telah beralih ke Provinsi.

"Jumlah pegawai pengawas minim, jika di daerah tak di bentuk koordinator pegawai pengawas, maka makin jauh lah buruh mengadu kasusnya dan sudah makin lama penyelesaianya. Kita minta Gubsu serius khusus hal ini jika tidak makin parah saja kondisi buruh Sumut," terangnya.

Lebih lanjut, pada aksi nanti Willy juga menyampaikan berapa tuntutan penyelesaian kasus perburuhan kepada Disnaker Sumut, di antaranya, Tolak Gugatan Apindo terhadap UMK Medan dan Deli Serdang di PTUN Medan, Stop Union Busting, Intimidasi dan Mutasi terhadap Pengurus dan Anggota FSPMI di PT. Perkebunan Sumatera Utara, Stop Kriminalisasi terhadap Pengurus FSPMI PT Karya Delka Maritim (KDM) di Polres Pelabuhan Belawan, agar Kapolres Pelabuhan Belawan Segera Menindak Kasat Reskim dan Penyidik Polres Belawan yang diduga sengaja mngkriminalisasi Buruh PT KDM.

Sedang tuntutan untuk Disnaker Sumut, lanjut Willy, agar Disnaker segela menyelasikan kasus yang terjadi di PT Yayasan Kebidanan Darmo Medan, PT Girvi Mas Tanjung Morawa, PT Daya Kimia Mandiri Belawan, PT Nusantara Jaya Plastik di Namorambe dan Menuntut Tanggung Jawab PLN Sumbagut terhadap PHK Buruh Yantek PT Yotra di Kabupaten Padang Lawas dan lainnya.

"Itu semua tuntutan kami pada aksi nanti, semoga pemerintah dapat memenuhi seluruh tuntutan buruh pada aksi may day nanti," tutup Willy.(walsa)

Adik Kandung Wakil Bupati Ini Tertangkap Lagi Nyabu


Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil meringkus 2 orang warga Pekan Lama saat sedang asyik mengkomsumsi narkoba, Senin (24/4) sekira pukul 18.00 wib.

Kedua pelaku adalah, Agus (33) dan Enda (31). Enda disebut sebut merupakan adek kandung Wakil Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe. ST

Dari tangan kedua tersangka diamankan barang Bukti berupa 1 (Satu) Ons Ganja Kering, Dua buah Kaca Pirex berisi Nakotika Jenis Sabu, dan Alat hisap Sabu (Bonk),Serta uang tunai 1,9 Juta.

" Iya, ada dua warga pekan lama ketangkap saat sedang mengkomsumsi narkoba," aku Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Mara Junjung Siregar SH saat dihubungi melalui selulernya.

Menurutnya kedua pelaku itu kini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif karena keduanya saling menuding tentang kepemilikan Narkoba jenis Ganja, dan Sabu yang ada didalam kaca pirex.

"Ganja 1 ons dan dua pirek berisi sabu dan bong yang belum pasti milik siapa karena mereka berdua saling tuduh saat dalam pemeriksaan," terang Jungjung.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kasus Narkoba dan Judi menjadi prioritas utama.

"Narkoba dan judi menjadi prioritas utama dalam pembrantasan hingga tuntas. Terlepas dia adek siapa atau keluarga siapa jika terbukti menyalahgunakan narkoba harus ditindak, tanpa pandang bulu, " tegasnya. (manto)

Senin, 24 April 2017

Buntut Bentrok Simalungun, 63 Warga Diamankan




Buntut dari bentrokan warga dua desa di kecamatan Dolok Silau kabupaten Simalungun provinsi Sumatera Utara tadi malam, 63 orang diamankan oleh polisi, Senin (24/4/2017).

Informasi diperoleh, Kapolres Simalungun AKBP M Liberti Panjaitan SIK MH kini menempatkan personil Polres Simalungun maupun Polsek Dolok Silau dan Brimob di sejumlah titik, antara lain di simpang Nagori Bawang (TKP), di Polsek Dolok Silau di Polsek Seribu Dolok dan di Polres Simalungun 20 Personil.

Sat Binmas Polres Simalungun juga telah melakukan penyuluhan di Nagori Bawang dan Nagori Cingkes agar masyarakat kedua desa dapat menahan diri, tidak terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kepolisian.

Sementara itu,menurut polisi kejadian ini berawal pada Minggu sore (23/4) sekira pukul 15.30 wib, dua orang warga Nagori Cingkes mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan di jalan umum Nagori Bawang menuju nagori Cingkes Kecamatan Dolok Silau dan mengenai, menyenggol seorang wanita warga Desa Bawang. Selanjutnya wanita tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya kepada abangnya, dan mengetahui hal tersebut, si abang langsung mengejar dua orang warga Nagori Cingkes tersebut. Dan setelah bertemu, kedua pria tersebut langsung dianaya sehingga mengalami luka dan dibawa berobat ke Rumah Sakit Kabanjahe, Tanah Karo.

Sekitar pukul 19.30 Wib, masyarakat Cingkes datang ke Simpang Desa Bawang untuk mencari pelaku pemukulan. Setelah tiba di TKP, melakukan pengrusakan rumah yang juga warung milik Mani Barus dan membakar satu unit Sepeda Motor.

Setelah kejadian tersebut Kanit Reskrim Polsek Dolok Silau melaporkan kepada Wakapolres Simalungun. Dan atas perintah Kapolres Simalungun agar KabagOps, Kasat Intel, Kasat Reskrim dan Kasat Shabara berangkat ke TKP dengan membawa anggota masing-masing untuk melakukan antisipasi bentrokan berkelanjutan.

Sekira pukul 21. 00 Wib hasil koordinasi dengan Kepala Desa Nagori Bawang Pilemon Sembiring dan Kepala Desa Cingkes Amit Tarigan dilakukan pertemuan dengan warga masyarakat Desa Bawang di depan gereja GPDI di dusun Tamba Nagori Bawang kecamatan Dolok Silau yang diikuti sekitar 100 orang. Dalam pertemuan tersebut hadir Kabag Ops Simalungun Kompol Edi Bona Sinaga, anggota DPRD Kab. Simalungun Elias Barus, Kapolsek Seribudolok AKP B. Manurung, Kasat Intelkam Simalungun AKP R. Sihotang.

Selanjutnya, aparat hendak melakukan hal yang sama ke Nagori Cingkes, dalam perjalanan, tepatnya di simpang Nagori Bawang, warga masyarakat Nagori Cingkes berjumlah lebih kurang 50 orang telah berkumpul dan mereka membawa perlatan berupa parang, bambu dan kayu dengan tujuan menghadang setiap masyarakat yang datang dari Nagori Bawang.

Warga Nagori Cingkes ini kemudian melakukan pelemparan dengan menggunakan batu sambil berteriak dan pada saat itu juga mereka melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah warung milik Mani Barus.

Kasat Intelkam sudah menemui Jaya Sembiring yang diduga sebagai penggerak massa yang selalu berteriak "Maju" dan memberikan himbauan agar warganya diajak untuk kembali ke Desa Cingkes, dan mengajak agar dapat berkumpul di Desa untuk mencari solusi penyelesain permasalahan baik secara kekeluargaan maupun secara prosedur hukum. Namun, himbauan tersebut tidak dihiraukan.

Pembakaran warung milik Mani Barus memicu kedatangan masyarakat Nagori Bawang, hendak melakukan perlawanan dengan maksud mengusir warga masyarakat Cingkes yang berada di simpang Nagori Bawang. Namun, personil Polres Polri yang sudah berada di TKP melakukan penghadangan sekaligus memberikan himbauan agar mereka kembali ke Desa Bawang, bersamaan dengan itu petugas Polri mendesak warga Cingkes agar meninggalkan TKP, sehingga sekitar pukul 23.30 Wib warga masyarakat Cingkes meninggalkan TKP menuju ke Desa Cingkes.

Pukul 24.00 Wib warga masyarakat Desa Cingkes kembali datang ke simpang nagori Bawang dengan jumlah massa diperkirakan 75 orang dan masing masing membawa perelatan berupa senapang angin, pisau, parang, kayu dan batu yang bertujuan melakukan perlawanan terhadap Desa Bawang, namun pada saat itu warga Nagori Bawang sudah kembali ke desanya.

Senin, 24 April 2017, sekira pukul 00.15 Wib, Kapolres Simalungun bersama dengan satu Kompi Brimob Pematangsiantar tiba di TKP dan melakukan pengamanan terhadap warga Desa Cingkes yang berada di TKP, dan dari warga tersebut disita beberapa barang bawaan berupa parang, pisau, tombak, kawat duri, kayu dan batu.

40 orang masyarakat Cingkes dibawa ke Polres Simalungun dengan menggunakan truck dinas Brimob Pematangsiantar, kemudian 23 orang dibawa ke Polres Simalungun dengan menggunakan mobil truck colt diesel.

Saat ini situasi aman dan Kondusif. Kedua warga masyarakat desa telah menerima himbauan dan kembali ke rumah masing-masing.(rel)

Kemendes PDTT Dorong Desa Ini Jadi Model Desa Tangguh Bencana

[caption id="attachment_76943" align="aligncenter" width="1008"] Kemendes PDTT Dorong Desa Ini Jadi Model Desa Tangguh Bencana[/caption]

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyerahkan bantuan berupa mobil operasional dan alat pengisap lumpur untuk Desa Banaran di Kabupaten Ponorogo. Bantuan tersebut sekaligus mendorong Desa Banaran untuk menjadi model Desa Tangguh Bencana.



“Desa Tangguh Bencana merupakan program nasional. Kami juga dorong para pemuda desa dibantu para aktivis untuk menjadi relawan tangguh bencana. Kita berharap peristiwa tanah longsor kemarin dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Ke depan, desa dapat mandiri menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” ujar Kepala Sub Direktorat Wilayah V, Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU), Kemendes PDTT, Ferry Syahminan, saat menyerahkan bantuan untuk Desa Banaran, Ponorogo, Minggu (23/4).



Ferry menambahkan, bantuan tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemendes PDTT. Donasi yang terkumpul merupakan inisiatif jajaran Kemendes PDTT sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada Desa Banaran yang tertimpa musibah tanah longsor beberapa waktu lalu.



“Kami juga menyerahkan bantuan berupa alat tanggap bencana seperti gergaji mesin dan sepatu boot. Selain itu juga ada kebutuhan dasar beribadah untuk warga diantaranya adalah sarung, mukena, dan baju koko. Hal ini juga telah kami konsultasikan kepada pemerintah desa setempat,” lanjutnya.



Kepala Desa Banaran, Sarnu, mengapresiasi adanya bantuan yang diberikan kepada masyarakatnya. Dirinya pun siap mengajak warganya untuk semakin waspada dan mandiri terhadap potensi bencana di masa yang akan datang.



“Desa kami ini sangat rawan longsor. Tentu kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari pemerintah. Kami akan terus menggerakkan masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungannya agar benar-benar dapat menjadi model Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Ponorogo ini,” ujar Sarnu.



Sebelumnya, para tenaga pendamping desa di wilayah Kabupaten Ponorogo juga telah mendirikan posko siaga bencana di kawasan Desa Banaran. Aksi kepedulian dan cepat tanggap tersebut diwujudkan melalui bantuan tenaga dan pos identifikasi pencarian jenazah.





------------------------------------------------------------------------------------------------

Biro Humas dan Kerjasama
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Minggu, 23 April 2017

Malam Air Pasang Naik, Pencarian Korban Kecelakaan Jembatan Putus di Langkat Dihentikan

[caption id="attachment_76927" align="aligncenter" width="266"] Jembatan Gebang[/caption]
Akibat kondisi yang tidak memungkinkan, upaya pencarian korban jatuh dalam kecelakaan jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Pekan Gebang dengan Desa Dogang, terpaksa dihentikan. Selain akibat hari yang sudah larut, air pasang dari laut pun sudah naik.

Masih informasi dari lapangan menyebutkan, peristiwa jembatan ambruk ini terjadi sekitar pukul 18.35 wib. Namun pihak kepolisian setempat baru mendapat kabar pada pukul 19.00 wib.

"Sampai saat ini korban jiwa masih nihil. Total orang yang jatuh, belum dapat kepastiannya. Kalau sepedamotor ada sekitar 10 unit," sebut sumber Metro Online di kepolisian.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Langkat, AKP Sarial mengatakan, pasca peristiwa pihak kepolisian sudah melakukan beberapa tindakan. Di antaranya, membuat Polis line di kedua ujung jembatan agar masyarakat tidak masuk ke jembatan yang bisa membuat ujung jembatan runtuh lagi.

"Kita juga sedang mencari perenang untuk mengeluarkan sepeda motor dari sungai dan sampai saat ini sudah 6 unit sepeda motor yang berhasil dievakuasi," katanya seraya menambahkan, pencarian sepedamotor untuk sementara dihentikan mengingat sudah malam dan penerangan yang tidak ada serta air sudah pasang naik," katanya.(hendra)

Jembatan Gantung di Gebang Langkat Putus, Puluhan Warga Jatuh ke Paluh

[caption id="attachment_76921" align="aligncenter" width="810"] Jembatan putus[/caption]
Kecelakaan di atas permukaan air terjadi di Kabupaten Langkat, tepatnya di jembatan gantung penghubung Kelurahan Pekan Gebang dengan Desa Dogang, Kecamatan Gebang. Dikabarkan, beberapa warga beserta sepedamotornya ikut jatuh ke paluh, Minggu (23/4/2017) sekitar pukul 18.35 wib.

Keterangan dihimpun dari lapangan, kecelakaan itu terjadi diakibatkan putusnya tali sling jembatan. "Memang talinya sudah lama rusak dimakan usia bang. Pas hari ini lah mungkin naasnya, soalnya warga sedang banyak-banyaknya melintas lantaran liburan itu barangkali," kata sejumlah warga di lokasi.

Warga menambahkan, mereka sudah tahu sling jembatan gantung itu kondisinya mengkhawatirkan. Namun masyarakat tidak banyak pilihan. Sebab inikah jalur alternatif utama sebagai akses penghubung antara Kelurahan Pekan Gebang dan Desa Dogang.

Sampai berita ini diterbitkan redaksi, belum diketahui kerugian materil, termasuk korban yang terjatuh ke paluh tersebut. "Kita masih lakukan evakuasi bang," kata petugas Babinsa Koramil 12/Gbg yang tak mau namanya dimediakan.

Amataan wartawan, selain petugas Babinsa, turut ambil bagian dalam uoaya pencarian itu, Babinkamtibmas serta masyarakat sekitar menggunakan boat dan beberapa sampan.

Kepala BPBD Langkat, Irwan yang dihubungi redaksi Metro Online mengamini peristiwa tersebut. "Ya tadi lepas magrib dapat info dari camat gebang. Kita mau turun keburu pasang naik. Laporan tertulis belum ada. Baru laporan kades tadi via telepon," katanya.(lkt-1)