News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rudi Suntari: Kakanda Bahlil Luar Biasa, Tudingan Penyadapan Dijawab Canda

Rudi Suntari: Kakanda Bahlil Luar Biasa, Tudingan Penyadapan Dijawab Canda


Di tengah isu dugaan penyadapan yang menyeret nama sejumlah pejabat negara, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia justru tampil dengan gaya santai. Bahkan, di sela pidatonya dalam pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku, ia masih sempat melontarkan humor.

Sikap itu mendapat perhatian Ketua Umum DPP Raja-Raja Lintas Semua Suku dan Agama (RALINSA), Haji Rudi Suntari, M.M., yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara.

Rudi menilai, kemampuan Bahlil menjaga ketenangan di tengah isu yang berkembang merupakan sikap yang luar biasa. Apalagi, persoalan penyadapan bukan perkara ringan. Isu tersebut menyangkut privasi, keamanan negara, hingga kewibawaan institusi kepresidenan.

“Luar biasa. Di tengah situasi yang serius dan publik masih menunggu kejelasan soal dugaan penyadapan, Ketua Umum Bahlil masih bisa tampil santai, memberikan klarifikasi, bahkan menghibur rakyat melalui pidatonya,” kata Rudi di Medan, Sabtu (7/11).

Menurut Rudi, pernyataan Bahlil dalam acara tersebut memuat sejumlah pesan penting. Salah satunya adalah dukungan agar Polri mengusut tuntas dugaan penyadapan, termasuk mengungkap siapa saja pihak yang terlibat apabila memang ditemukan bukti.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan berbagai informasi yang belum terverifikasi. Sebab, isu yang berkembang tanpa kejelasan berpotensi berubah menjadi fitnah dan memicu kegaduhan politik.

Rudi turut menyoroti sikap Bahlil yang disebut tengah mempertimbangkan langkah somasi, bahkan jalur hukum, apabila diperlukan. Baginya, setiap tuduhan harus dihadapi melalui mekanisme hukum, bukan sekadar perang pernyataan di ruang publik.

“Jangan sampai orang yang merasa menjadi korban justru dituduh sebagai bagian dari pelaku kejahatan. Kita harus menunggu fakta dan hasil penyelidikan, bukan membangun kesimpulan berdasarkan dugaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia benar terjadi tanpa dasar hukum dan prosedur yang sah, persoalan tersebut harus dipandang sebagai pelanggaran serius. Pengusutannya tidak boleh berhenti pada siapa yang disadap, tetapi juga harus menjawab siapa yang melakukan, siapa yang memerintahkan, bagaimana mekanismenya, serta apa motifnya.

Menurut Rudi, dugaan penyalahgunaan penyadapan untuk mencari kelemahan, informasi pribadi, atau bahkan bahan tekanan terhadap pejabat negara merupakan hal yang perlu diperiksa secara cermat. Namun, semua dugaan itu tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.

Di sisi lain, Rudi menganggap gaya Bahlil saat menyampaikan pidato di Maluku menjadi gambaran tersendiri. Ketika publik menunggu penjelasan atas isu yang terkesan menegangkan, Bahlil justru tidak kehilangan selera humor.

“Bayangkan, persoalannya sedang serius, masyarakat menunggu kebenaran, tetapi beliau masih bisa bercanda. Bahkan, seolah baru menyadari isu itu mulai mengarah kepada dirinya. Ini menarik sekaligus luar biasa,” kata Rudi.

Ia menyebut Bahlil sebagai salah satu figur inspirasi dalam politik. Bukan karena seorang pemimpin harus selalu terlihat santai, melainkan karena ketenangan diperlukan agar persoalan besar tidak dijawab dengan kepanikan.

“Sebesar apa pun persoalan yang kita hadapi, jangan sampai kehilangan ketenangan. Tetapi ketenangan juga harus diiringi keberanian untuk menyelesaikan masalah dan menghadapi setiap tuduhan melalui mekanisme hukum,” tuturnya.

Rudi berharap Polri dan institusi terkait segera membuka persoalan dugaan penyadapan tersebut secara transparan. Kejelasan diperlukan agar isu ini tidak berkembang menjadi bola liar yang memunculkan kecurigaan, fitnah, maupun konflik politik berkepanjangan.

“Jangan biarkan persoalan ini menggantung tanpa kejelasan. Jika memang ada jaringan yang terlibat, ungkap. Siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses berdasarkan fakta dan alat bukti. Negara ini harus memastikan hukum berlaku bagi siapa saja,” ujar Rudi.

Bagi Rudi, masyarakat tidak membutuhkan drama politik yang berlarut-larut. Yang ditunggu adalah kebenaran. Sementara itu, kemampuan seorang ketua umum tetap menghibur rakyat di tengah isu serius, setidaknya menjadi catatan tersendiri dalam panggung politik nasional. (fm)

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar