Rudi Suntari : Ada Kejanggalan Terkait Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin, Pak Kapolri Pasti Bisa Ungkap
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, H Rudi Suntari SAg MM, mengapresiasi keberhasilan tim gabungan menggagalkan penyelundupan 1,16 ton narkotika jenis ketamin yang diangkut kapal MT Global 168 di perairan Sumatera Utara. Dia meminta pengusutan tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan tersangka, tetapi juga membongkar jaringan mafia narkotika internasional hingga ke akar-akarnya.
Rudi yang juga menjabat Ketua Umum DPP Raja-raja Lintas Semua Suku dan Agama (RALINSA) serta Sekretaris MABMI Medan itu menilai pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti bahwa keseriusan, kesungguhan, dan tanggung jawab merupakan modal penting dalam membangun bangsa.
“Kami bangga dan bahagia atas keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Ini merupakan upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Rudi, Jumat (23/10).
Pengungkapan tersebut dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta unsur kepolisian perairan dan Pusat Polisi Militer TNI.
Dalam perkara itu, petugas mengamankan delapan orang yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing. Kapal MT Global 168 kemudian dibawa ke Pelabuhan Belawan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Menurut Rudi, keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari proses pemantauan dan analisis yang membutuhkan waktu panjang. Dia menilai kerja sama antarlembaga menjadi kunci dalam mengungkap upaya penyelundupan melalui jalur laut.
“Pengungkapan seperti ini tentu tidak dilakukan secara spontan. Dibutuhkan waktu, tenaga, pemikiran, dan koordinasi yang kuat. Kalau para pemimpin dan aparat memiliki kesungguhan serta tekad yang kuat, banyak persoalan bangsa yang bisa diselesaikan,” katanya.
**Soroti Dugaan Dua Identitas Kapal**
Rudi turut menyoroti temuan anomali pada sistem identifikasi kapal atau Automatic Identification System (AIS) dalam pengungkapan kasus tersebut.
Dalam keterangan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto pada Jumat (23/10/2026), tim menemukan ketidaksesuaian identitas kapal. Nomor Maritime Mobile Service Identity (MMSI) yang dipancarkan terhubung dengan dua identitas, yakni MT Global 168 yang disebut sebagai kapal tanker dan Rovos Ki Dotim yang disebut sebagai kapal tunda.
Kapolri juga mengungkap bahwa kapal tersebut telah dipantau selama sekitar tiga bulan sebelum dilakukan penindakan. Salah satu anomali yang menjadi perhatian petugas adalah sistem AIS yang tidak aktif selama tiga hari 17 jam.
Rudi menilai temuan tersebut harus ditelusuri secara menyeluruh untuk memastikan bagaimana perbedaan identitas itu bisa terjadi dan siapa saja yang bertanggung jawab.
“Kalau benar satu kapal menggunakan dua identitas, ini harus diusut tuntas. Siapa yang menerbitkan dokumennya? Apakah ada kelalaian atau keterlibatan oknum tertentu? Semua harus diperiksa secara transparan dan profesional,” tegasnya.
Dia meminta aparat tidak ragu menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk apabila ditemukan keterlibatan oknum pejabat atau aparat dalam proses penerbitan dokumen kapal.
“Jika terbukti ada aparat yang terlibat, berikan sanksi sesuai ketentuan hukum. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kewenangannya untuk membantu jaringan mafia narkoba,” sambungnya.
**Minta Pengawasan Jalur Laut Diperketat**
Lebih lanjut, Rudi meminta Bea dan Cukai bersama seluruh instansi terkait memperkuat pengawasan jalur laut, terutama di kawasan Selat Malaka dan perairan Sumatera Utara yang strategis bagi pelayaran internasional.
Dia meyakini pengungkapan MT Global 168 harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengawasan dan meningkatkan kemampuan aparat mendeteksi pergerakan kapal yang mencurigakan.
“Kita tidak boleh merasa cukup hanya dengan menggagalkan satu pengiriman. Bisa saja masih ada jaringan lain yang beroperasi. Karena itu, pengawasan harus terus diperkuat dan setiap informasi mengenai aktivitas mencurigakan harus ditindaklanjuti,” ujarnya.
Rudi juga mengajak seluruh jajaran kepolisian di daerah, khususnya Polda Sumatera Utara beserta Polres dan Polsek, untuk terus meningkatkan keseriusan dalam memberantas peredaran narkoba.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus besar harus diikuti dengan upaya menelusuri asal-usul barang, jalur distribusi, pemodal, pengendali, hingga pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan penyelundupan.
**Apresiasi Kehadiran Kapolri di Belawan**
Rudi secara khusus menyampaikan dukungan kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dia menilai kehadiran Kapolri di Belawan untuk menyampaikan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap ancaman narkotika yang dihadapi masyarakat.
“Kami mendukung dan mendoakan Kapolri beserta seluruh jajaran agar tetap konsisten memberantas narkoba. Ini tugas yang sangat mulia karena menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan generasi bangsa,” ucapnya.
Dia juga menyoroti persoalan tawuran dan perkelahian yang kerap terjadi di kawasan Belawan. Menurutnya, peredaran narkoba dan berbagai persoalan sosial yang menyertainya perlu ditangani secara serius melalui penegakan hukum, pencegahan, serta keterlibatan masyarakat.
Rudi berharap keberhasilan operasi tersebut menjadi peringatan keras bagi para penyelundup, bandar, dan pengedar narkotika bahwa aparat tidak akan berhenti mengejar jaringan yang mengancam masa depan bangsa.
“Dalam prinsip yang sering kita dengar, kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bekerja sama. Polri, BNN, Bea dan Cukai, pemerintah, dan masyarakat harus memiliki tekad yang sama untuk memutus mata rantai narkoba,” pungkasnya. (fm)

Posting Komentar