News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kasus Sudah Ditangani Poldasu, RDP “Ratu Entok” Batal Dilanjutkan

Kasus Sudah Ditangani Poldasu, RDP “Ratu Entok” Batal Dilanjutkan

 


Rapat dengar pendapat (RDP) yang diagendakan Komisi II DPRD Medan atas pengaduan Persatuaan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap "Ratu Entok" terpaksa batal dilanjutkan, kemarin (3/5). 

Dalam pengaduannya, Ratu Entok dituduh menghina profesi perawat lewat yang diunggah di akun Facebook. Namun ketika RDP yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sundari hendak dimulai terjadi hujan intirupsi dan alot sehingga tidak menghasilkan kesimpulan. Sebab, persoalan tersebut sudah ditangani pihak Poldasu atas pengaduan PPNI terhadap Ratu Entok.


“Tidak ada guna pertemuan ini kita lanjutkan kalau kasus nya sudah sampai ke pihak Polisi,” ujar Sudari yang diamini anggota dewan lainnya Modesta Marpaung (Golkar), Haris, Wong Cun sen, Afif Abdillah, Johannes Hutagalung dan Dhiyaul Hayati.

Usai rapat bubar, Ratu Entok menyampaikan ianya bersedia menyampaikan permohonan maaf kepada profesi perawat yang tersinggung atas ucapan dirinya yang viral beberapa waktu lalu.

“Gak ada masalah (minta maaf). Tapi tujuan maaf dalam arti klarifikasi mana tau ada kata-kata yang menyakitkan hati perawat. Memang tujuan saya perawat saat itu” ujarnya.

Memang digelarnya RDP karena adanya laporan dari DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Medan ke Komisi II. PPNI Medan keberatan atas pernyataan Irfan Satria (Ratu Entok) di akun Tiktoknya.

Diakui Irfan, dirinya salah ketika membuat video keresahan itu tidak menggunakan kata oknum. Sebagai orang awam dirinya tidak mengerti akan hal tersebut.

“Sementara kalau berkata sekarang harus ada oknum. Kita sebagai orang awam pasti langsung aja, contohnya siapa tabrakan disana, polisi. Tak ada pakai oknum polisi, pasti kita menyebut organisasinya kan, jadi disitu mereka membesarkan, memang tujuannya ke oknum lah, gak mungkin semua perawat jahat,” tuturnya.

Irfan mengaku saat ini turut memperkerjakan perawat dan juga pernah dirawat oleh perawat. Menurut dia, masalah ini muncul hanya karena salah paham semata.

“Kalau disuruh minta maaf saya bersedia minta maaf. Minta maaf klarifikasi medis, tetapi harus meminta maaf seolah ini tidak kebenaran. Banyak warga menjerit, masa nama privasi saya bisa diketahui. Masa yang komen-komen dahsyat itu tidak bisa dilihat, lebih banyak yang pro ketimbang kontra. Yang kontra itu tidak suka dengan saya dan mungkin dunia medis yang tersudutkan,” ungkapnya. (pm)

Tags

Posting Komentar