News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Presma STAI-JM Tanjung Pura, Ingatkan PT.HKI Harus Serius Tanggapi Keluhan Masyarakat

Presma STAI-JM Tanjung Pura, Ingatkan PT.HKI Harus Serius Tanggapi Keluhan Masyarakat

 


Ketua Umum Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura Langkat Masa Khidmat 2019-2020,  Riza Ansyari, minta agar PT.Hutama Karya Infrastruktur (HKI) lebih serius untuk menanggapi keluhan masyarakat.


Miris kita melihat hal seperti ini, imbasnya berdampak langsung kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.


"Jikalau PT.HKI sendiri tidak peka terhadap persoalan di tengah-tengah masyarakat yang mana 

keluhan yang di sampaikan masyarakat wampu yang terdampak, kita akan siap maju. Kita akan kawal terus, PT.HKI harus peka jangan sampai tidak di respon, dimna terkonfirmasi geliat aktifitas truk-truk pengangkut material galian C di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dimana proyek materialnya digunakan untuk proyek Tol Binjai-Langsa, membuat resah masyarakat disana," ujarnya kepada Posmetro-Medan.com Kamis (11/03/2021).


Sebagaimana diketahui, masyarakat menuntut agar PT.HKI menyiram jalan yang berdebu, dan memperbaiki jalan yang hancur karena dilalui truk-truk pengangkut material tanah urug dari usaha galian C di sana, khususnya mulai dari Desa Stungkit, hingga Desa Gohor Lama, sepanjang lebih kurang 15 kilometer.





Keluhan tersebut disampaikan masyarakat yang terdampak, saat menghadiri musyawarah dengan pihak PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku pelaksana proyek strategis nasional pembangunan jalan tol itu, bersama pihak Kecamatan Wampu, di halaman Kantor Camat Wampu, Kamis (11/3/2021) siang.


Tak hanya itu, akibat truk galian C bertonase tinggi yang berlalu-lalang, beberapa rumah warga di Lingkungan V Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, juga mengalami keretakan di bagian dindingnya.


"Saya minta rumah saya segera diperbaiki. Sudah berulang kali disurvei, hingga kini belum juga ada perbaikan," tegas pemilik rumah, PH Panggabean.


Menyikapi keluhan masyarakat itu, konsultan PT.HKI, H.Abdul Karim, mengatakan, akan segera menindaklanjuti semua keluhan masyarakat.


"Penyiraman jalan sudah dilakukan sejak kemarin. Jika kuantitas penyiramannya kurang, PT.HKI segera mengingatkan vendor untuk meningkatkan kuantitas penyiraman," kata mantan Asisten I Pemerintahan Kabupaten Langkat itu.


Terkait rusaknya jalan dan rumah warga yang retak, PT.HKI berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan kelurahan untuk memperbaiki jalan. 


"Jika penyebabnya memang karena aktivitas truk pengangkut material, rumah warga yang rusak akan diperbaiki secepat mungkin," lanjut Karim


Galian C Ilegal Marak, Negara Dirugikan


Di kesempatan yang sama, warga Dusun XIII, Desa Gohor Lama, Junaidi, menyampaikan beberapa lokasi Galian C yang tak beriizin alias ilegal di Kecamatan Wampu. Bahkan, ada kuari yang lokasi galiannya tidak sesuai dengan koordinat yang terlampir pada izin kuari galian C.


"Kami minta kepada PT.HKI untuk survei ke kuari dan memastikan legalitasnya. Kalau tak berizin atau tak sesuai dengan koordinatnya, janganlah diterima materialnya. Galian C Ilegal itu sangat merugikan negara dan PAD Kabupaten Langkat ini," ungkap Junaidi.


Bahkan, menurut keterangan warga yang hadir dalam musyawarah itu, ada aktifitas galian C di daerah Paya Kandang, Desa Gohor Lama yang diduga ilegal dan mengeruk sebagian benteng Sungai Wampu. Jika hal itu dibiarkan, dikhawatirkan beteng sungai akan pecah saat musim hujan dan merendam Kecamatan Wampu.


Menanggapi keluhan itu, melalui Karim, PT.HKI menegaskan, bahwa segala bentuk aktivitas galian C ilegal adalah perbuatan melanggar hukum. 


"Pelaku galian C ilegal sudah merugikan PAD Kabupaten Langkat, serta merugikan negara. Jadi, perbuatannya itu dapat dipidana. PT.HKI juga gak akan nerima material dari galian C Ilegal," tegasnya.


Warga akan Bertindak


Jika tuntutan masyarakat terhadap pelaksana proyek strategis nasional pembangunan jalan tol itu tidak segera terealisasi dengan baik, warga mengancam akan mengambil tindakan sendiri. 


"Kalau tidak segera direalisasikan, jangan salahkan masyarakat kalau nantinya akses jalan kami blokir. Silahkan aja cari jalan alternatif lain," tegas warga geram.


Turut hadir dalam musyawarah itu, Camat Wampu, Samsul Adha S.STP, Mi.Kom, Humas PT HKI, Kades dan Lurah di Kecamatan Wampu, tokoh masyarakat, ormas, tokoh pemuda, mantan Asisten I Pemerintahan Kabupaten Langkat H Abdul Karim, seta warga masyarakat sekitar.(Angga)

Tags

Posting Komentar