TOKOH PEMUDA LANGKAT MENILAI PERNYATAAN KADIS PUPR, HANYA KAMULFASE



Tokoh pemuda Langkat yang juga penginisiasi gelar Kabupaten Langkat Sejuta Lubang, menilai jika pernyataan Kadis PUPR Langkat, Subianto, hanya sekedar kamulfase belaka.


Karena sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat, menyatakan selama dua tahun Terbit Rencana PA memimpin Langkat, ia telah bangun 80 KM jalan Desa dan Kabupaten di tahun 2019 dan 2020.


“Total 80 km panjang jalan sudah dibangun, termasuk jalan Desa sampai jalan Kabupaten,” sebut Subianto Kepala Dinas PUPR Langkat, Kamis (11/2/2021), kemarin.


Kepala Dinas PUPR Langkat juga memaparkan, luasnya Kabupaten Langkat, yang memiliki 277 Desa/Kelurahan dari  23 Kecamatan, dengan luas wilayah 6.273,29 km² dan berpenduduk 1.041.775 jiwa (Data:2020).


Tentu membutuhkan tenaga dan pikiran super extra, dalam melaksanakan pembangunannya. Dimulai dari mengetaskan kemiskinan, stunting, meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan, membangun pariwisata dan banyak hal lainnya. Guna mewujudkan Langkat maju dan sejahtera. Termasuk, membangun sarana tranfortasi, juga terus dilaksanakan Bupati Langkat Terbit Rencana PA bersama jajaran Pemkab Langkat, yakni Dinas PUPR. Mulai dari membangun jalan Desa, hingga jalan  Kabupaten.


Menanggapi pernyataan Kadis PUPR Kab.Langkat, Subianto, Tokoh Pemuda Langkat, Ahmad Zulfahmi Fikri, selaku inisiator Kabupaten Langkat Sejuta Lubang, menanggapi dingin "pembelaan" Kadis PU tersebut.


Menurutnya, yang jadi permasalahan saat ini, jika benar sudah dilaksanakan perbaikan dan pengaspalan jalan, kenapa buktinya masih banyak jalan rusak.


"Kalau begitu, yang sudah  dibangun itu rusak lagi, berarti kualitas pembangunan nya di ragukan. Atau jangan jangan terjadi mark-up? Coba perlihatkan kepada masyarakat, dengan memaparkan data dan pagu anggarannya (transparansi data proyek pembangunan jalan-red) , agar masyarakat mengetahui secara keseluruhan tentang jalan mana saja yang sudah dibangun dan spesifikasi kelayakan jalan itu, sudah sesuai belum dengan kualitas pembangunan jalan yang diharapkan masyarakat tersebut," ujarnya.


Sebab, kata Fikri lagi, sudah ada beberapa kasus Dinas PUPR mengurangi volume panjang ruas jalan yang dibangun, namun anggarannya gk jauh beda dengan biaya yang dianggarkan.


"Kami berharap, Kadis PUPR haruslah memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat tentang informasi tersebut. Dan jangan asal ngomong untuk memuaskan hasrat penguasa Pemkab Langkat semata. Transfaransi ini dimaksudkan agar masyarakat tidak berfikiran bahwa apa yang disampaikan Kadis PUPR adalah opini semata. Jangan jalan yang sudah dibangun oleh pemimpin Langkat sebelumnya diklaim merupakan hasil pembangunan bupati sekarang ini. Mari kita berikan informasi yang jelas kepada masyarakat, agar jangan ada dugaan pembodohan informasi disini dengan tujuan mengkondusifkan masyarakat. Pokoknya, selama jalan di Kabupaten Langkat masih rusak, masyarakat akan selalu mengkritisi kebijakan Pemkab Langkat," tandasnya.(lkt-1)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar