Istri Selingkuh Dengan Mertua, Lalu Bunuh Suaminya

 

Foto Ilustrasi

Seorang istri tega berselingkuh dengan ayah mertuanya sendiri saat sang suami pergi bekerja.


Yang lebih mengagetkan lagi, ayah mertua dan menantu ini bersepakat membunuh suami itu.


Artinya ayah ini tega membunuh anak kandungnya sendiri dan sang istri tega membunuh suaminya demi perselingkuhan mereka. 


Kasus yang menggemparkan Thailand ini terungkap berawal sejak ditemukannya sesosok mayat.


Saat pertama kali melihat jasad suaminya, sang istri histeris dan menangis. Namun, penyelidikan polisi mendapatkan bukti bahwa istri dibantu bapak mertuanya yang juga selingkuhannya, yang jadi pembunuh suami itu.


Jasad suami malang itu terbungkus karung, dibuang ke semak-semak di hutan di distrik Na Mom.


Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban dibunuh di tempat lain kemudian dipindahkan ke lokasi tersebut.


Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 20 tahun, kemungkinan besar mati ditikam sekitar sebulan lalu.


Polisi juga menemukan bahwa korban mengalami luka di leher dan dada akibat pisau, dan tangannya diikat dengan tali nilon.


Sejumlah barang milik suami. Sang istri bersekongkol dengan ayah mertuanya untuk membunuh suaminya.


Orang yang menemukan jenazah tersebut awalnya adalah asisten kepala desa setempat ketika mencium bau busuk yang menyengat, kemudian melapor ke polisi.


Selain itu, penyidik ​​juga menemukan beberapa barang milik korban seperti pakaian, jam tangan, korek api, dan bungkus rokok.


Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan identitas korban sebagai Chanchai Plodkaenthong, 21 tahun.


Kung Plodkaenthong, istri Chanchai, dipanggil ke kantor polisi untuk memastikan identitas suaminya.


Ketika dia melihat barang-barang suaminya, Kung sangat terkejut sehingga dia sangat sedih, menangis dan menangis, dan harus bergantung pada bantuan polisi dan staf forensik untuk identifikasi.


Kung berkata bahwa terakhir kali dia bertemu Chanchai adalah pada tanggal 30 April, ketika dia dan ayah mertuanya pergi untuk memanen lateks.


Setelah itu, Chanchai tidak melihat kepulangannya, juga tidak memiliki informasi kontak.


Ketika dicurigai membunuh suaminya, Kung menyangkal hal ini dan mengakui fakta bahwa dia dan ayah mertuanya memiliki hubungan ilegal.


Dengan rincian ini, Aroon Plodkaenthong, ayah mertua Kung, ditangkap oleh polisi karena motifnya membunuh.


Aroon ditangkap pada tanggal 23 Mei dan mengaku membunuh putranya tetapi menyangkal bahwa dia dan Nyonya Kung memiliki hubungan satu sama lain.


Ayah berusia 41 tahun itu mengatakan Chanchai adalah seorang pecandu narkoba yang berbahaya dan telah berusaha membunuh ayahnya beberapa kali.


Diketahui bahwa Chanchai adalah anak dari  Aroon dengan istri pertamanya tetapi bercerai 20 tahun yang lalu.


Setelah itu, Tuan Aroon membawa putranya ke provinsi Phatthalung untuk tinggal.


Di sana, dia bertemu wanita lain, menikah dan melahirkan seorang putra.


Beberapa waktu kemudian, Chanchai menikah dengan Kung. Kelima anggota keluarga ini masih tinggal di bawah satu atap. (bbs)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar