Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Minta Solusi dari Calon Pemimpin Medan


H. Aulia Rachman, blusukan ke Pasar Halat, di jalan Halat, kelurahan Kota Matsum IV, Medan Kota, Rabu (7/10/2020). Pendamping Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution itu, bertemu dan berdialog langsung bersama pedagang yang ada di pasar tradisional.


Mantan Ketua Komisi 2 DPRD Medan ini, datang bersama para Relawan Bobby Nasution (Reborn) dan menyusuri setiap sudut kios para pedagang. 


Aulia menyambangi salah satu pedagang sayuran untuk membeli sejumlah tempe. 


"Gimana buk, lancar dagangannya?


Saya beli beberapa bungkus tempe ya bu, untuk digoreng di kantor," kata Aulia kepada salah satu pedagang sayuran sambil memilih beberapa tempe pesanannya. 


Pedagang sayuran tersebutpun merespon pertanyaan yang sampaikan oleh Calon Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, sambil memberikan kantong plastik berisi tempe kepada Aulia. 


"Sekarang di pajak (pasar, istilah Medan) sepi pembeli pak Aulia. Mohon diperhatikanlah pedagang seperti kami ini. Ditambah lagi harga sayuran naik. Dari pagi sampai siang, ya sepi begini kondisinya. Bantu kami cari solusinya pak," ucap Bu Imah pedagang sayuran.


Usai bertemu pedagang sayuran, Aulia berjalan melanjutkan blusukannya ke kios pedagang kue tradisional. Di tempat itu, Aulia lalu membeli sejumlah kue tradisional untuk dimakan bersama.


Mendengar sahutan para pedagang, Aulia Rachman tersenyum. Dia menyerukan agar warga jangan terkecoh oleh sosok seorang pemimpin. Sebab, yang dinilai bukanlah penampilannya, tapi konsep dan visi misinya membawa perubahan untuk kota Medan yang berkah. 


"Saya harap, bapak dan ibu tidak menilai dari sosok dan penampilan ya. Lihatlah visi dan misinya ke depan. Apakah bermanfaat atau tidak. Agar pasar ramai pengunjung kita akan buat fasilitas yang bagus dan bersih, serta stabilitas harga dijaga sehingga minat masyarakat untuk belanja di pasar meningkat," kata mantan santri ini. 


Pasangan Bobby Nasution - Aulia Rachman, ingin mewujudkan kota Medan sebagai kota yang berkah dengan memegang teguh nilai keagamaan. Mereka berdua bertekad untuk menjadikan Medan menjadi kota layak huni, berkualitas dan masyarakatnya sejahtera melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan tata kota universal design. (*)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar