Serahkan Berkas Pencalonan ke KPU, Bobby - Aulia Inginkan Collaborative Government di Medan


Muhammad Bobby Afif Nasution dan H Aulia Rachman menjadi Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 pertama, yang mendaftar di KPU Kota Medan. Mereka tiba di Kantor KPU Kota Medan Jalan Kejaksaan No 37, Jumat (4/9/2020) pukul 15.05 WIB.

Bobby -Aulia, hadir kompak dengan jaket denim dipadu t-shirt putih bertema kolaborasi dan celana jins senada. Masker #KolaborasiMedanBerkah berwarna hitam, menambah kompak penampilan bapaslon yang diusung delapan partai politik (parpol) ini.

Pasangan yang diusung PDI-P, Gerindra, Golkar, Nasdem, PAN, PPP, PSI dan Hanura ini, mendaftar di hari Jumat untuk mendapatkan keberkahan. Apalagi Jumat adalah hari terbaik dalam Islam.

Kepada wartawan Bobby Nasution menjelaskan, sejak jauh hari dia membawa semangat kolaborasi, yang nantinya di pemerintahan mendatang akan diterapkan sebagai Collaborative Government atau Pemerintahan Kolaboratif.

Kata dia, dalam konsep Collaborative Government, ada tiga perubahan penting untuk Kota Medan mendatang yang diharapkan akan terjadi.

Pertama, reformasi birokrasi. Bobby - Aulia Rahman akan mengubah wajah birokrasi Kota Medan menjadi birokrasi yang melibatkan setiap elemen, setiap masyarakat.

"Seluruh agenda pemerintahan dan pembangunan yang akan berjalan didasari oleh kebutuhan, aspirasi, dan cita-cita masyarakat Kota Medan," kata penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini.

Kedua, dibidang reformasi pelayanan publik. "Dalam collaborative government, salah satu prinsip yang diusung adalah prinsip ‘memanusiakan manusia’. Prinsip ‘memanusiakan manusia’ wajib hadir pada pelayanan publik oleh Pemko Medan mendatang.

Setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan dari Pemko Medan. Maka apapun status sosialnya, birokrasi Pemko Medan harus memberikan pelayanan kualitas yang sama, kualitas terbaik dengan prinsip ‘memanusiakan manusia’," terang dia.

Dan yang ketiga, imbuhnya, pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Walikota Medan hattrick korupsi, Medan dinilai sebagai kota paling rawan korupsi, Medan rajanya pungli, dan banyak lainnya masalah korupsi yang sudah sangat melekat bagi Kota Medan. Ini adalah hal yang sangat memalukan dan menjadi pukulan keras untuk kita semua, dan tidak boleh dibiarkan. Ke depan, saya dan Bang Aulia Rahman berjanji kepada masyarakat Kota Medan untuk menekan angka korupsi dan pungli serta sesegara mungkin melacak dan menindak oknum-oknum yang terlibat," tukasnya.

Bobby juga mengungkapkan, Collaborative Government ini juga akan mewujudkan New Medan. "Berbicara tentang New Medan, juga berbicara tentang visi kita bersama untuk Kota Medan sebagai basis dari ekonomi kerakyatan," jelasnya.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, jelas Bobby, ekonomi kerakyatan di Kota Medan harus diperkuat agar upaya pemulihan ekonomi dan masyarakat berhasil, dengan cara merevitalisasi peran dan program di sektor UMKM dan pasar tradisional.

Selain itu, New Medan juga berarti Medan Universal Desain atau Medan dengan tata kota yang ramah, aman, dan membahagiakan seluruh kelompok masyarakat, khususnya untuk kelompok difabel, lansia, anak, dan perempuan.

“Terakhir,  New Medan akan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Namun sebelum itu, kita harus sama-sama berkolaborasi agar Pilkada Kota Medan 9 Desember mendatang terlebih dahulu mendapat keberkahan. Keberkahan akan muncul di pilkada nanti jika kita semua berkomitmen mewujudkan pilkada yang aman, damai, dan teduh. Tidak ada lagi saling curiga dan permusuhan diantara kita bersama. Kita harus fokus, bahwa hasil dari Pilkada Kota Medan 2020 adalah perubahan menyeluruh, berubah pemimpinnya, dan berubah kondisi kota dan masyarakatnya menjadi lebih baik," tukasnya.

Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Damanik menuturkan, pendaftaran bapaslon harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sesuai ketentuan, lanjut dia, bapaslon yang akan mendaftar harus membawa surat keterangan real time swab atau PCR. "Dan dari bapaslon hasilnya negatif dan bisa hadir," terang Agussyah.

Dijelaskan Agussyah, hari ini adalah hari pertama pendaftaran bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Pendaftaran dibuka hingga Minggu (6/9/2020). "Sekarang akan dilakukan penelitian berkas. Kalau syarat calon tidak lengkap dan tidak sah, maka akan dikembalikan lagi untuk dilengkapi," tuturnya.

Dan, sambung Agussyah, kalau dokumen syarat calon lengkap, jari ini juga akan diterbitkan tanda terima. Dan akan dibuat surat pengantar untuk digunakan melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik Medan.

Komisioner KPU, M Rinaldi Khair menambahkan, berkas yang diserahkan, langsung di cek. Tim verifikasi akan langsung konfirmasi ke parpol, untuk memastikan surat dokumen absah.

"Selanjutnya verifikasi berkas syarat calon," terangnya.

Pantauan, sejumlah petugas polisi bersiaga mengatur lalu lintas di sekitar kantor KPU Jalan Kejaksaan Medan. Seluruh Ketua PAC PDIP Kota Medan pun hadir memperlihatkan loyalitasnya kepada paslon pilihan partai. (*)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar