Penderita Covid-19 Terus Melonjak, Menteri Kesehatan Akhirnya Mengundurkan Diri


Semakin melonjaknya angka penderita covid-19 membuat Menteri Kesehatan Ceko Adam Vojtech, mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Senin.

Dari web Worldometers tercatat Ceko melaporkan 49.290 kasus infeksi dan 503 korban meninggal.

Adam mengatakan pengunduran dirinya dimaksudkan untuk menciptakan ruang bagi kemungkinan pendekatan berbeda terhadap pandemi.

Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, saat mengumumkan menteri kesehatan yang baru mengatakan ini adalah momen untuk "manajemen krisis".

Presiden Milos Zeman mengatakan dia berencana untuk mengambil sumpah seorang ahli epidemiologi Roman Prymula untuk jabatan menteri kesehatan itu Senin malam.

Prymula sebelumnya menjabat wakil menteri kesehatan. Dia memimpin penanganan pemerintah terhadap pandemi virus corona untuk sementara waktu di musim semi.

Kasus lebih rendah dari Eropa barat
Dikutip dari AP (21/9/2020), Ceko mencatat jumlah kasus dan kematian Covid-19 yang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa barat seperti Italia, Spanyol dan Inggris.

Namun memang setelah pemerintah mencabut sebagian besar pembatasannya di musim panas, jumlah kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi mulai tumbuh secara bertahap dan mencapai rekor tertinggi minggu lalu.

Pada hari Kamis, peningkatan kasus baru setiap hari lebih tinggi dari 3.000, jumlah yang hampir sama seperti di seluruh bulan Maret.

Prymula mengatakan pada akhir pekan bahwa pelonggaran pembatasan dilakukan terlalu cepat.

Dia memperkirakan bahwa negara bisa melihat 8.000 infeksi harian baru jika pembatasan baru yang ketat tidak diterapkan.

Republik Ceko memiliki total 49.290 kasus yang dikonfirmasi dan 503 kematian dalam populasi hampir 11 juta orang.

Babis mengatakan dia menyesali pengunduran diri Vojtech, menyebut menteri yang mundur itu sebagai "yang terbaik" yang pernah dimiliki negara.

Tetapi sebulan yang lalu, ketika infeksi virus korona meningkat, Babis menentang rencana kementerian kesehatan yang disajikan oleh Vojtech untuk memperkenalkan langkah-langkah pembatasan untuk menahan lonjakan tersebut.

Termasuk masker wajah wajib di sekolah dan di tempat lain.

"Sudah waktunya bagi kita semua untuk bekerja sama, melakukan yang terbaik untuk mengakhiri lonjakan," kata Babis, Senin.

Roman Prymula adalah ahli epidemiologi yang juga menjabat sebagai wakil rektor dan rektor Akademi Kedokteran Militer.

Dia juga dikenal ahli imunisasi dan vaksin yang diakui secara internasional, dan telah menulis beberapa publikasi tentang vaksinasi. (kmp)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar