SADIS!!! 2.638 Janin di Aborsi, Lalu Dilarutkan dan Dibakar


Polda Metro Jaya merekonstruksi kasus klinik aborsi di Raden Saleh, Jakarta Pusat. Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap salah satu pelaku inisial W berperan menghilangkan barang bukti janin.

Seperti dilansir dari detikcom di klinik dr. Sarsonto WS di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020), terdapat tiga tersangka inisial C, R, L datang ke dalam klinik untuk melakukan pendaftaran terkait tindakan aborsi.

Diketahui tersangka C sendiri merupakan ibu biologis dari janin yang akan digugurkan, serta tersangka R merupakan ayah biologis janin dan tersangka L merupakan keluarga dari tersangka R dan C.

Dalam salah satu adegan yang dilakukan, diketahui usai janin dari tersangka C digugurkan oleh oknum tenaga medis di klinik tersebut, salah satu pengelola klinik inisial W kemudian membawa janin yang telah dimasukkan ke dalam ember tersebut ke lantai dua.

Di lokasi tersebut, janin kemudian akan dilarutkan dengan asam sulfat serta dibuang di saluran air di dekat lokasi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, klinik aborsi tersebut diketahui memang menggunakan dua cara untuk menghilangkan barang bukti janin.

"Cara menghilangkan barang bukti janin dengan cairan asam sulfat agar janin itu larut dan kemudian dibuang di salah satu saluran yang ada di lokasi," ungkap Calvijn.

Calvijn menambahkan, bagian tubuh janin yang tidak bisa dilarutkan, maka para tersangka akan membakar janin tersebut di lantai dua.

"Apabila ada bagian janin yang belum sempat terlarutkan itu dilakukan pembakaran di lantai dua atas yang dimodifikasi seperti cerobong asap supaya tidak terlihat atau tidak terkena bau," pungkas Calvijn.

 Sebelumnya, Subdit Reserse Mobil (Resmob) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap sebuah klinik aborsi di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, yang diduga sudah beroperasi selama lima tahun dan telah menggugurkan lebih 2.000 janin.

"Dalam data yang bisa didapatkan saat kita lakukan penggeledahan ini didapatkan terhitung dari Januari 2019 sampai dengan 10 April 2020 terdatakan pasien aborsi sebanyak 2.638 pasien," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2020).

Berdasarkan data tersebut, penyidik memperkirakan setiap harinya klinik tersebut bisa menggugurkan lima sampai tujuh janin setiap harinya.

"Asumsi perkiraan setiap hari kurang lebih lima sampai tujuh orang yang melakukan aborsi di tempat tersebut," ujar Tubagus.

(aik/dtk)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar