Meskipun Kader Loyal PDIP Sejak Dahulu, Posisi Akhyar Lemah Dibanding Menantu Presiden


Harus diakui walaupun Akhyar kader loyal PDIP sejak dahulu, namun atas pertimbangan Bobby yang maju, membuktikan bahwa Akhyar posisi tawarnya lemah.

Akademisi asal Universitas Medan Area (UMA), Rholand Muary, menilai posisi kader senior PDIP, Akhyar Nasution yang menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan dilematis, pasca munculnya pernyataan Djarot Syaiful Hidayat yang menyebut Akyar manu tanpa dukungan PDIP.

"Harusnya sudah sejak lama jika dia calon potensi yang akan diusung, sudah harus diumumkan oleh PDIP. Namun hingga saat ini belum Akhyar dapatkan," ungkapnya.

Ditambah lagi Akhyar, sudah mengantongi dukungan dari PKS dan Demokrat yang notabene partai di luar pemerintahan. "Jika itu terjadi akan menyulitkan untuk memuluskan program-program dari pusat hingga ke daerah. Posisi Akhyar sangat dilematis," bebernya.

Seperti diberitakan, PDIP tidak akan mengusung kadernya yang saat ini menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada Serentak 2020. Penyebabnya, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut itu telah lebih dahulu mendapat dukungan dari PKS dan Partai Demokrat.

?"PDIP tidak akan berkoalisi dengan Demokrat dan PKS untuk kontestasi pilkada ke depan," ujar Plt Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Syaiful Hidayat,

Keputusan tersebut diambil, kata Djarot, karena kedua partai dinilai berlawanan dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). "Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS juga banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi," ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam mengusung calon kepala daerah, termasuk Gibran dan Bobby Nasution, PDIP mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ideologis. "Utamanya bagaimana Pancasila dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Djarot menjelaskan, PDIP selalu mendorong, kerja sama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Jokowi. Katanya, kerja sama parpol dalam pilkada merupakan embrio kerja sama untuk Pemilu 2024.

“PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung pemerintah,” ujarnya. (mbd)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar