Jangan Sampai Tertipu! Ini Cara Membedakan Razia Asli dan Gadungan

Ilustrasi razia

Sering terdengar kabar adanya polisi gadungan yang melakukan razia dan pungutan liar atau pungli, sempat jadi bahan perbincangan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang saat itu masih dijabat Kombes Pol Yusuf memberikan tips membedakan polisi asli dan polisi gadungan yang melakukan razia.

Berikut cara membedakan polisi asli dan polisi gadungan yang melakukan razia, dikutip dari Kompas.com:

1. BIASANYA TIDAK SENDIRI


Yusuf mengatakan, razia yang digelar satuan lalu lintas biasanya dilakukan secara berkelompok.

Ia meminta warga segera melapor jika anggota polisi melakukan tilang sendirian untuk memastikan kebenaran razia tersebut.

"Kalau pun polisi itu sendirian, pasti ada identitas nama di seragamnya, ada bet dan sebagainya," ujar Yusuf.

2. IDENTITAS JELAS


Identitas polisi asli, menurut Yusuf, selalu tertempel di seragam yang dikenakan saat bertugas.

Identitas itu dapat berupa bet nama atau kartu tanda anggota (KTA) polisi.

"Jadi, perhatikan bet di seragamnya. Kalau masih ragu silakan menelepon ke kantor polisi," kata dia.

3. PUNYA SURAT TILANG


Yusuf mengatakan, saat melakukan razia atau penindakan, jajarannya selalu membawa bukti pelanggaran atau tilang.

Tilang merupakan surat yang dijadikan pengantar bagi pelanggar untuk menghadiri sidang pelanggaran.

"Kalau polisi yang enggak benar, pasti enggak punya tilang," kata Yusuf.

Ia mengatakan, tidak semua polisi yang hendak melakukan penindakan membawa surat tugas penindakan.

Namun, polisi asli pasti membawa tilang.

4. PLANG TANDA RAZIA


Yusuf mengatakan, saat razia digelar, jajarannya memasang sebuah plang untuk menunjukkan, pada saat itu tengah dilakukan razia.

"Dan pasti saat razia ada yang memimpin," ujarnya.

Dalam kasus ini, Joseph menghentikan kendaraan yang melakukan pelanggaran dan meminta sejumlah uang.

"Jadi kalau yang (dilakukan yang) bersangkutan itu namanya bukan melakukan tilang ya," kata Yusuf.

Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan segera melapor saat bertemu oknum polisi dengan ciri-ciri yang mencurigakan.

Sebelumnya, demi tercipta situasi lalulintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi rawan kecelakaan, pelanggaran dan kemacetan, Polda Sumatera Utara (Sumut) beserta jajaran akan menggelar Operasi Patuh Toba 2020, mulai tanggal 23 Juli s/d 5 Agustus 2020.

“Kedua meningkatkan ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalulintas. Dan ketiga berkurangnya tempat penyebaran virus Covid-19,” ungkap Dirlantas Polda Sumut Kombes Wibowo.

Lanjut Wibowo, adapun sasarannya yakni segala bentuk potensi gangguan (PG) ambang gangguan (AG) dan gangguan nyata (GN) yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalulintas serta lokasi yang menjadi tempat penyebaran virus Covid-19.

“Target pelaksanaan operasi Patuh-2020 yakni menurunnya lokasi kemacetan, kecelakaan lalulintas dan pelanggaran lalulintas sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing (tematik) dengan mempedomani protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 secara preemtif, preventif dan persuasif juga humanis,” jelasnya.

Untuk itu, Kombes Wibowo mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi peraturan lalulintas dan tetap menjalankan protokoler kesehatan. (bbs)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar