BI Panen Cabai Merah di Pakpak Bharat


Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan panen raya cabai merah pada klaster Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ulu Laena di Desa Ulu Merah, Kecamatan Sitelu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (15/7).

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menuturkan, program klaster cabai merah organik di Desa Ulu Merah dan Desa Lae Langge Namuseng itu merupakan kerjasama antara KPw BI Sumut dengan Pemda Kabupaten Pakpak Bharat yang dimulai sejak November 2019 lalu.

“Pengolahan lahan dan penanaman cabai ini dilakukan secara bertahap, dan telah dimulai sejak bulan November 2019. Total lahan penanaman cabai di kedua desa sekitar 9,5 hektar dimana seluas tiga hektar diantaranya sudah selesai panen, lima hektar sudah memasuki masa panen sebagaimana yang ada di sekitar
kita dan dilakukan panen bersama hari ini dan seluas 1,5 hektar sudah ditanam namun belum memasuki masa panen,” jelas Wiwiek.

Ia menyebutkan, sebelumnya pihaknya juga telah memberikan dukungan berupa sarana produksi dan peralatan pertanian, serta memfasilitasi kegiatan pelatihan teknis budidaya cabai organik.

“Selain cabai merah, kami juga akan menjajaki pengembangan komoditas bawang merah ataupun bawang putih (jika memungkinkan) di Pakpak Bharat ini. Apalagi, bawang putih itu satu komoditas yang masih langka di Sumut. Jadi kalau bisa dikembangkan disini, itu akan sangat membantu kebutuhan bawang putih di Sumut,” katanya.

Dalam kesempatan itu KPw BI Sumut juga menyerahkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa satu unit traktor mini dan dua unit motor viar sebagai bentuk dukungan kepada Gapoktan Ulu Laena untuk keberlanjutan pengembangan klaster cabai mereka.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan bersama untuk kemajuan usaha pertanian yang dilaksanakan, mempercepat proses kerja, dan meningkatkan produksi yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga. Selain itu, kami juga telah menghubungkan Gapoktan Ulu Laena dengan e-commerce ‘Pak Tani Digital’ yang merupakan
bentuk dukungan kami dalam menerapkan Digital Farming sisi hilir,” jelasnya.

Sementara itu, PJ Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution menyebutkan, bantuan pendampingan maupun peralatan pertanian yang diberikan oleh BI merupakan hal yang memang dibutuhkan masyarakat terutama petani di wilayahnya.

“Seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat kami. Ada pembinaan, ada bantuan. Karena bagaimana pun rata-rata petani kami ini petani yang alamiah saja. Semoga dengan adanya bantuan ini hasil pertanian dan pendapatan mereka semakin meningkat,” katanya. (*/ril)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar