Jadi Korban Salah Tangkap, Situmorang Sempat Dibonyokin... Kapolres : Biasa Itu..


Kapolres Merangin AKBP M Lutfi membenarkan adanya kasus salah tangkap yang dilakukan oleh anggotanya.

Hal itu terjadi karena adanya kemiripan antara pelaku yang sebenarnya dengan korban yang diketahui bernama Badia Raja Situmorang (26).

Menurutnya, kasus salah tangkap dalam upaya mengungkap persoalan kriminal dianggap hal biasa.

Pasalnya, setelah dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam, jika tidak terbukti maka yang bersangkutan akan dibebaskan.

Adapun kasus yang menimpa Badia Raja Situmorang tersebut, menurutnya saat ini sudah diselesaikan secara mediasi dengan pihak keluarga.

Pihaknya juga mengaku sudah melakukan permintaan maaf atas kasus tersebut.

Bahkan, pihak keluarga dikatakannya sudah menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Polres Merangin untuk proses lebih lanjut.

"Sudah ada mediasi dengan pihak keluarga," kata Kapolres seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat disinggung terkait luka yang diderita korban akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya tersebut, Lutfi menampiknya.

"Untuk sakit perut itu bekas operasi usus buntu dua tahun lalu. Yang lain mungkin juga dikarenakan hal lain, karena pada saat itu yang bersangkutan memberontak," imbuhnya.

Sementara itu, kuasa Hukum korban, Abu Djaelani mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian tersebut.

Pasalnya, akibat penganiayaan yang dilakukan itu, kliennya mengalami luka di sekujur tubuh dan harus menjalani perawatan selama enam hari di rumah sakit.

"Selain tindakan kekerasan, selama disana korban tidak dikasih makan maupun minum. Ini sudah tidak manusiawi, sudah melanggar HAM," katanya.

"Ketika dilepaskan karena tidak terbukti sebagai pelaku, kenapa petugas tidak antarkan dia ke rumah. Harusnya diantar ke rumah, minta maaf dengan keluarga, ini malah dilepaskan begitu saja," sambungnya.

Atas peristiwa tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat laporan kasus tersebut ke Propam Polres Merangin.

Sebelumnya, Badia Raja Situmorang (26), warga Perumahan Puri Kencana Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi, menjadi korban salah tangkap oleh oknum polisi Polres Merangin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (9/6/2020).

Selain dituduh melakukan tindak pencurian sepeda motor, korban diketahui juga mengalami babak belur.

Luka tersebut diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi Polres Merangin saat melakukan pemeriksaan.

Karena tidak terbukti dan dinyatakan tidak bersalah, keesokan harinya korban akhirnya diizinkan pulang. (kmp)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar