Berawal dari Lomba Slalom Test Mobil, Eddy Ws & Ucok Raih Banyak Gelar dan Dilirik Dealer Suzuki


Dunia rally di Indonesia kembali kami gemparkan mulai dari memacu SUZUKI Aerio yg bodynya SUV kemudian Swift yg dianggap sebelah mata.

Sepak terjang atlit Rally dikancah nasional tidaklah mudah mencapai prestasinya yang mereka miliki untuk mengharumkan nama sumatera utara semenjak terjun dari tahun 1980-an sampai dengan saat ini terutama dibidang otomotif.

Diprakarsai Perally Zulfandi Harahap bersama narasumber Eddy WS dan Syariful Adil alias Ucok ini membahas kekompakkan dalam team saat rally dan tips mencapai 7 kali juara nasional Rally Indonesia.

Memulai debut dari lomba slalom test mobil selanjutnya dikontrak oleh dealer Suzuki Sumatera Utara, Trans Sumatera Agung atau TSA. Eddy WS mengelilingi Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Bali. Karena saat itu hampir tiap minggu ada event slalom test mobil.
“Sampai-sampai kami melupakan kuliah saat itu. Syukurnya tamat walupun 7 tahun," ujar Eddy sambil ketawa dilansir dari http://bilazzmobil.com.

Inilah awal kami di lirik banyak sponsor saat kami mengikuti slalom test di Lhokseumawe, Aceh dan meraih juara umum. Kami langsung di lirik oleh dealer Suzuki TSA.

Perjalanan Eddy WS mulai mengikuti rally saat Syariful Adil kembali dari jakarta setelah menamatkan kuliah di Universitas Pancasila. “Sebenarnya Kami sudah selalu bekerjasama mengikuti slalom test dengan bang Ucok jauh sebelum terjun di event rally. Saat itu kota Medan mulai booming rally APRC (Gudang Garam Rally ’92). Berhasil tampil sebagai juara di kelas S10 dengan SUZUKI Amenity yg biasa digunakan Slalom dan diulangi kembali tahun berikutnya," ungkapnya.

Prestasi terus diraih hingga tahun 94 sponsor menawarkan untuk naik ke kelas N4 dengan Mazda 323 Familia yang ketika itu bersaing dengan Lancer Evo3, Ford escord cosworth, Subaru Legacy andalan Chandra Alim, T. Andi yachmoon. Mengejutkan, mereka pun sukses meraih Juara Grup N sekaligus posisi 5 overall mengatasi beberapa perally nasional yg memacu mobil Grup A (WRC).

Setelah badai reformasi usai, tahun 2005-2006 dunia rally di Indonesia kembali kami gemparkan, mulai dari memacu SUZUKI Aerio yg bodynya SUV kemudian Swift yg dianggap sebelah mata. Pasalnya saat itu mobil Rally di Indonesia diidentikkan merek Mitsubhisi. Saat kami bawa SUZUKI SWIFT meraih Juara Nasional Rally Indonesia 2006 grup N15 (standar 1500cc). Banyak yg penasaran karena posisi kami jauh mengalahkan perally group GR2 (modifikasi s/d 2000cc).
“Apa benar ini mobil standar ya?” Banyak yang bertanya tanya. ‘Mobil kami standar, bahkan bisa dicek baut2 di mesinnya masih ada segel pabriknya," jawab Ucok saat ditanyak oleh petugas Scrutineering di Palembang, Medan, Makassar dan Bali.

Setelah kembali merajai Grup N15 tahun berikutnya, sayangnya tahun 2008 peraturan nasional rally berubah mengharamkan pereli seeded B main di group N15. Padahal niat kami menciptakan ‘hatrick’ Juara Nasional Grup N15.

"Karena kami tidak bisa main di N16 maka kamipun naik ke group GR2-1 (modifikasi s/d 1600cc) meskipun dengan spesifikasi mobil yang sama (standar) itupun tetap kita juara nasional. Hingga kami di liput oleh banyak media nasional jawab bg Eddy WS seperti metro tv,trans7 dan lainnya. Begitulah cikal bakal Suzuki jadi bintangnya Rally di Indonesia hingga saat ini. Banyak peristiwa yang unik saat event rally berlangsung jadi kalau mau lebih seru bolehlah liat liat di bilazz channel youtobe," ungkap Zulfandi meneruskan keterangan mereka berdua.

Saran bg Eddy WS dan bg Ucok untuk mereka yg hobby rally apa kira-kira? tanya Zulfandi. “Semenjak kami hadir kembali di rally ingin membuktikan bahwa rally itu bisa murah. Pasalnya kami selalu hadir dengan mobil dan team minimalis yang sebelumnya mereka mengandalkan banyak modifikasi. Padahal menurut kami skill itu segala galannya," ketusnya.  (*/ril)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar