Pengakuan TKI di Malaysia : Kami Diberi Rp6juta, Pengangguran Rp3Juta, Sembako dan BBM Turun Harga...

Suasana lockdown di Malaysia.

Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak mendapat kesempatan pulang ke Indonesia mau tidak mau harus merasakan suasana lockdown yang diberlakukan negara Malaysia.

Diketahui, masa Malaysia Lockdown sudah berlangsung selama 13 hari.

Seluruh warga diminta untuk tetap dan diam dirumah untuk mengkarantina demi mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Momen-momen lockdown di Malaysia inilah yang diceritakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negeri jiran.

Dikutip dari Sripoku.com, selama masa lockdown WNI di Malaysia tidak diperkenankan untuk keluar rumah, bahkan dilarang untuk menjalankan usaha sehari-hari.

Hal ini juga diberlakukan untuk sebagian besar mereka yang kerja di kantoran.

Meski demikian, mereka yang menjalani masa lockdown di Malaysia mengaku tidak kelaparan atau kesulitan untuk mencari makan lantaran pemerintah di negara sana memberikan beberapa keringanan untuk masyarakatnya melalui hari-hari selama masa lockdown.

Dihubungi melalui WhatsApp Selasa (31/3/2020), seorang WNI di Malaysia bernama Nova mengatakan sudah 13 hari masyarakat menjalani momen lockdown atau karantina wilayah.

Sebagai seorang pengusaha, momen ini tentu membuat Nova tak bisa mencari nafkah lantaran diriya setiap hari harus keluar rumah untuk mengantarkan pesanan kemplang ke konsumen.

"Selama lockdown, kami WNI dan masyarakat Malaysia memang diminta untuk mengurung diri demi mencegah tertularnya Covid-19.

Jadi, aktivitas di luar itu sangatlah dibatasi, dimana satu rumah yang boleh keluar hanya satu orang saja," kata perempuan yang tinggal di kawasan Rambutan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ini.

Nova mengatakan, ia bersyukur karena pemerintah Malaysia ketika menerapkan aturan tentang lockdown diimbangi dengan berbagai kebijakan yang membuat masyarakatnya merasa ringan menjalani momen yang rencananya akan berlangsung selama 28 hari tersebut.

Salah satunya, Nova mengatakan, masyarakat Malaysia diberi santunan sebesar RM 1600, dimana jika melihat kurs saat ini dalam nominal rupiah berjumlah Rp 6 jutaan.

Nova mengatakan, mereka yang masih berstatuskan pencari kerja pun mendapatkan santunan dengan nominal yang berbeda, yakni sekitar Rp 3 jutaan.

Dengan syarat, usia si penerima santunan sudah 21 tahun.

"Kalau yang kerja kantoran juga dapat, kalau tidak salah nominalnya RM 4 ribu," kata ibu satu anak ini.

Tidak hanya diberi santunan, masih dikatakan Nova, sejumlah harga pokok yang dijual di Malaysia juga didiskon alias dijual lebih murah ketimbang hari biasa.

Malah, Bahan Bakar Minyak juga ikut mengalami penurunan harga.

Tentu ini berbalik dengan kondisi di Indonesia saat ini, dimana sejumlah harga barang pokok mengalami peningkatan, terlebih saat ini momen menjelang bulan puasa tiba.

"Bill listrik kita didiskon juga, pun begitu dengan tagihan listrik. Jadi, hampir seluruh harga barang itu mengalami penurunan harga," kata Nova.

Bagikan Gratis :


Loading...