Israel Tutup Klinik dan Tangkap Tim Medis Palestina yang Rawat Pasien Covid-19

Israel Tutup Klinik dan Tangkap Tim Medis Palestina

Di saat dunia bahu membahu mengatasi penyebaran covid-19, Israel justru tetap setia menzalimi Palestina.

Baru-baru ini, polisi Israel menggerebek sebuah klinik kesehatan dan menangkapi empat tim medis yang sedang berusaha menyelamatkan nyawa warga Palestina yang terjangkit Virus Corona atau COVID-19.

Seperti dikutip dari media Israel, Haaretz Kamis 16 April 2020, peristiwa itu  terjadi pada Selasa malam waktu setempat.

Sejumlah petugas kepolisian negeri Yahudi mendatangi klinik kesehatan yang berada di wilayah Silwan, Yerusalem, Palestina Timur.

Kilnik itu didirikan para aktivis kemanusian untuk menangani warga Palestina yang menderita corona. Klinik itu didirikan di salah satu masjid setempat.

Di tempat itu, polisi Israel menginterogasi para juru medis dan juga pasien yang sedang mendapatkan penanganan medis.

Tak lama kemudian polisi Israel mengamankan 4 aktivis kemanusian dan membawanya. Tak sampai di situ, polisi Israel juga menutup paksa klinik kesehatan itu.

Klinik itu didirikan karena keterbatasan fasilitas medis untuk menangani corona. Apalagi saat ini diperkirana sudah ada 40 warga yang terinfeksi virus mematikan itu.

"Israel tidak pernah membantu kami dan mencegah kami mendapatkan bantuan dari orang lain. Untuk pertama kalinya, kita memiliki musuh bersama, jadi mari kita bekerja sama," kata salah seorang warga, Farhi Abu Diab.

Anehnya, Kementerian Kesehatan Israel membuka klinik pengujian di Silwan, tapi hanya diperuntukan bagi anggota organisasi pemeliharaan kesehatan Clalit bukan untuk warga. (vv)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar