Header Ads

MANTAP KALI!!! Dua Bocah SD Selamatkan Temannya dari Para Penculik

Dua Bocah SD Selamatkan Temannya dari Para Penculik

Aksi heroik dilakukan dua siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Grobogan menggagalkan penculikan, Kamis (6/2/2020). Kedua siswa itu melawan para pelaku dan berhasil menyelamatkan teman sekelasnya yang nyaris dibawa penculik ke mobil.

Para pelaku yang takut tepergok warga kemudian kabur tanpa membawa hasil kejahatannya.

Kedua siswa pemberani tersebut yakni, bernama Alvino Daerl Fadila (10) dan Rahman Saputra. Keduanya siswa SD Negeri Jetis, Kecamatan Karangrayung, Grobogan.

Mereka berhasil menyelamatkan teman sekelas, Diandra Eka Pratama yang sudah dimasukan ke mobil para penculik di jalan Desa Jetis.

Menurut Alvino dan Rahman, peristiwa itu terjadi saat mereka berangkat bersama ke sekolah menggunakan sepeda ontel. Diandra berboncengan dengan Alvino, sedangkan Rahman bersepeda sendiri.

Saat di tengah perjalanan, ketiga bocah ini diadang dan dihentikan oleh pelaku penculikan dengan menggunakan minibus berwarna hitam. Pelaku sempat mengiming-imingi permen dan uang sebesar Rp1 juta kepada Diandra, namun korban menolak.


“Dian (Diandra) dicegat mobil. Diawe-awe (diminta turun) diberi uang dan permen. Dikei (dikasih) mobil-mobilan,” kata Alvino.


Pelaku kemudian menarik paksa korban masuk ke dalam mobil. Melihat temannya ditarik masuk, Alvino dan Rahman berusaha melawan dengan melempari mobil pelaku menggunakan batu.

Mereka juga mengaku sempat menendang kaki pelaku dan juga menendang pintu mobil yang hendak ditutup. Sebelum menendang, kedua saksi sempat menggigit tangan pelaku hingga korban lepas dan berhasil melarikan diri.

“Aku tendang sikile wonge (aku tending kaki pelaku). Terus mobil tak pataki watu nganti kocone pecah (terus mobilnya tak lempari batu sampai kacanya pecah),” ucapnya.

Aksi heroik kedua bocah ini menarik perhatian warga yang melintas di jalan tersebut hingga warga lainnya berusaha datang. Melihat banyak warga berdatangan, para pelaku melarikan diri tanpa membawa hasil.

Diandra mengaku saat ditarik ke dalam mobil melihat ada lima orang.

 “Saya teriak-teriak. Di dalam mobil ada lima orang,” ucapnya.

Setelah lolos dari penculikan, ketiga bocah tersebut kemudian lari ke sekolah yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Pihak sekolah yang mendengar laporan ketiga bocah ini kemudian melaporkan ke polisi.

Kanit Reskrim Polsek Karangrayung, Ipda Abdul Kadir mengatakan, petugas masih menyelidiki kejadian tersebut.

“Kasus dugaan penculikan ini memang benar terjadi. Ketiga bocah itu tidak mengarang cerita. Saat ditanya soal penculikan, jawaban mereka sama,” katanya.

Pascakejadian tersebut, petugas Polsek Karangrayung dan TNI berjaga-jaga di lokasi kejadian.

Petugas juga mengumpulkan seluruh warga di kantor balai desa guna memberikan imbauan agar tetap waspada dan selalu mendapingi anaknya ketika keluar rumah. (ins)


Bagikan Gratis :


Loading...