Header Ads

Hasil Penelitian : 87% Mahasiswa di Indonesia Ngaku Salah Jurusan, Anda Salah Satunya?

Hasil Penelitian : 87% Mahasiswa di Indonesia Ngaku Salah Jurusan, Anda Salah Satunya?

Hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) menunjukkan sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia mengakui jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. Survei pada 2017 itu juga menemukan ‘salah jurusan’ bisa berdampak pada studi.

Salah satu dampak dari pemilihan jurusan yang tak sesuai minat itu yaitu kemungkinan bagi mahasiswa tersebut untuk menyelesaikan pendidikannya tepat waktu. Kemungkinan lain, mereka tidak akan maksimal untuk mengejar hasil terbaik.

Namun, kondisi itu kini dapat diminimalisasi. Siswa di Indonesia sekarang dapat mengetahui pilihan jurusan maupun bidang studi dengan lebih baik dengan tersedianya alat tes dengan dasar teori kepribadian yang handal dan teori kecerdasan yang mutakhir

“Dengan jumlah siswa SMP sebanyak 9.981.216 dan SMA sebanyak 4.845.068 berdasarkan data Kemendikbud, akan lebih baik jika siswa melakukan tes bakat minat sebelum melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata CEO PT Melintas Cakrawala Indonesia, Ari Kunwidodo di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Dia menjelaskan, dengan tes bakat minat, hal itu akan memperbesar peluang keberhasilan pendidikannya dan mengurangi dampak salah pilih jurusan

Tes bakat minat merupakan rangkaian tes dan analisis yang menggambarkan kemampuan kognitif, karakteristik minat serta kepribadian siswa terhadap suatu bidang atau jurusan tertentu.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui pilihan bidang studi atau jurusan bagi siswa SMP yang akan melanjutkan pendidikannya ke SMA/sederajat, maupun siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya.

”Siswa yang tahu dan sadar akan minat dan potensi kognitifnya, akan lebih percaya diri dan terhindar dari situasi salah jurusan,” ucapnya.

Menurut Ari, tes ini juga dapat melihat dinamika kepribadian, kegemaran atau hal-hal yang menarik perhatian siswa. Karena itu, tes bakat minat pun penting dilakukan di luar kebutuhan akademis. Orang tua dapat melihat bakat bawaan dan beragam faktor eksternal yang mempengaruhi talenta anak.

Lebih detilnya pada tes bakat, siswa akan diuji inteligensi yang dimiliki untuk memberikan gambaran umum tentang kapasitas kemampuan kognitif siswa. Aspek yang diukur umumnya seperti kemampuan verbal, logika berpikir dan daya ingat.

Sedangkan pada tes minat, siswa diukur kecenderungan atau minat individu terhadap bidang studi atau jurusan tertentu. Beberapa teori menuliskan bahwa minat seseorang merupakan cerminan dari kepribadian orang tersebut. (ins)

Bagikan Gratis :


Loading...