Kronologis Warga Kepung dan Hajar Preman di Langkat

Warga lawan preman

Aksi ratusan masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yang mengamuk dan menyerbu markas preman yang ada wilayah itu, diduga dipicu atas adanya aksi penyekapan seorang Ibu bersama bayinya.

Informasi yang diperoleh media ini dari pihak Polisi Militer Binjai lewat laporan singkat (lapsik) memaparkan kronologis kerusuhan massa yang terjadi Sabtu (11/1/2020) dini hari tersebut.

Pada hari Sabtu (11/1/2020) sekitar pkl 03.00 WIB dini hari, telah terjadi kemarahan warga Desa Tanjung Lenggang terhadap oknum salah satu kelompok preman.

Dalam aksi tersebut mengakibatkan satu unit mobil Taft BK 118 Zo yg di kendarai oleh oknum kelompok preman bernama Gojo. Atas kejadian aksi ratusan massa tersebut, Gojo mengalami luka-luka karena insiden pemukulan oleh warga Desa Tanjung Lenggang, yang terjadi di Dusun II Ds.Tanjung Lenggang, Kec.Bahorok, Kab.Langkat.

Kronologis aksi ratusan massa tersebut dijelaskan berawal pada hari Jum'at (10/1/2020) sekitar pukul 19.00 WIB, salah seorang warga bernama Encak (40) merupakan ibu rumah tangga, mendatangi rumah Kepala Desa Tanjung Lenggang untuk melaporkan bahwa dirinya dan anaknya, Septiana, yang kebetulan mempunyai anak bayi berumur 2 bulan telah di jemput oleh Gojo dengan alasan untuk mengambil gaji menantunya (suami Septiana-red) bernama Memet.

Penjemputan tersebut seolah-olah atas perintah menantunya, Memet yang bekerja di Pante Barokah, berlokasi di Dusun II Ds.Tjg.Lenggang, Kec.Bahorok, Kab.Langkat.

Sesampainya di Pante Barokah, kebetulan cuaca sedang turun hujan deras. Sehingga Encak dan anaknya, Septiana bersama bayinya memutuskan ke rumah Kades setempat sekaligus untuk mengetahui apa permasalahan sebenarnya mengapa dirinya serta anak dan cucunya harus dibawa ke pante tempat suaminya dulu kerja.

Kemudian Kades menelpon Kadus IV bahwa ada warga Dusun IV berada di rumahnya dan meminta sang Kadus coba mengecek ada permasalahan apa di pante tersebut.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Kadus IV dan Tahar, seorang tokoh masyarakat, mendatangi Pante Barokah dan menemui Gojo.

Kemudian Kadus IV dan Tahar menanyakan perihal permasalahan apa sehingga ada perempuan serta bayinya yang merupakan warganya dibawa ke Pante. Namun Gojo tidak menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi.

Setelah itu, Gojo mendatangai rumah Kades, sementara Tahar dan Kadus IV kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.

Sesampainya di rumah Kades, Gojo tiba-tiba berupaya menahan Encak, Septiana serta sang bayi, dengan alasan karena si Memet suami Septiana sudah melarikan diri.

Dari percakapan tersebut, Kades merincikan bahwa mungkinan masalah ini dipicu permasalahan lama, yakni Memet pernah bekerja di Pante Sekecik.

Saat bekerja di Pante Sekecik, Memet yang dianggap telah merusak beko. Padahal, beko tersebut telah rusak dan sudah berlangsung setahun yang lalu. Dan, saat ini Memet sudah bekerja di Pante Barokah du Dusun II, Desa Tjg.Lenggang.

Namun, Gojo terus meminta pertanggungjawaban Memet.

Di lain tempat, warga Desa Tanjung Lenggang yang mendengar Encak dan Septiana dan bayinya ditahan Gojo,  langsung emosi.

Sekitar pukul 22.00 WIB, warga Tjg.Lenggang sudah berkumpul di simpang tiga di desa tersebut.

Saat lewat Jum'at tengah malam, tepatnya Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, ratusan warga Desa Tjg.Lenggang mendatangi rumah Kades untuk membebaskan Encak dan Septiana serta bayinya yang ditahan Gojo.

Melihat kehadiran ratusan massa, kemudian Gojo melarikan diri ke arah Pante milik Khairul alias Along di Dusun Semerti Baru.

Massa yang sudah marah, sekitar pukul 03.00 WIB, mereka bergerak dari Simpang Tiga Tanjung Lenggang menuju Pante Along.

Ratusan massa yang sudah marah langsung menghajar Gojo dan membakar 1 unit mobil Taft BK 118 ZO milik Along beserta gubuknya hingga hangus terbakar.

Sementara, Gojo mengalami luka memar akibat diamuk massa di bagian kepala sebelah kiri dan bagian bibir bawah

Beruntung, sekitar pukul 04.40 WIB, 5 orang anggota Polsek Bahorok bersama 3 orang anggota TNI Koramil 06/Bahorok mendatangi TKP untuk mengamankan situasi.

Selanjutnya petugas membawa massa dan Gojo ke Polsek Bahorok. Petugas juga membawa Gojo untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Bahorok.

Saat ini, kasus aksi massa Desa Tnj.Lenggang sudah ditangani Polres Langkat melalui Polsek Bahorok.

Informasi terkini, buntut aksi massa ini, sampai menimbulkan korban jiwa di pihak kelompok preman.

Sayangnya, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir, belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan media ini melalui aplikasi WhatsApp terkait kelanjutan penangan kasus aksi massa melawan kelompok ormas kepemudaan di Tanjung Lenggang, Kec.Bahorok tersebut.(lkt-1)

Bagikan Gratis :


Loading...