Curi Barang Penumpang, 4 Petugas Porter Ground Lion Air Gol

Curi Barang Penumpang, 4 Petugas Porter Ground Lion Air Gol

Petugas pengamanan Bandara Kualanamu Deliserdang berhasil membekuk empat orang tersangka pelaku pencurian barang bagasi titipan penumpang di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang.

Kini keempat tersangka yang berstatus sebagai karyawan porter ground handling bagasi Lion Air ini ditahan di sel tahanan Polsek Beringin Deliserdang.

Keempat tersangka masing masing berinisial SKK (29) warga pasar 2 Namo Terasi Kabupaten Langkat, BM (27) warga Desa Pasar Melintang Lubuk Pakam, AR warga Desa Pasar Melintang Lubuk Pakam, dan JR (26) warga Desa Durian Banggal Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Keempat tersangka diamankan petugas Avsec Bandara bersama petugas Kepolisian Polsek Beringin karena diduga kuat membongkar tas bagasi titipan penumpang bernama Lina (31) warga jalan permata Komplek Vila permata Indah Blok E Kelurahan labuhan baru barat Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Riau.

Korban merupakan penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 125 yang mendarat di bandara internasional Kualanamu, Sabtu (25/1) lalu.

Curi Barang Penumpang, 4 Petugas Porter Ground Lion Air Gol


Korban melaporkan kepada pihak Maskapai kalau bagasinya dibobol dan ia kehilangan uang sebanyak 34 juta rupiah di dalam tas. Atas pengaduan korban, petugas melakukan penyelidikan dan mengamankan empat orang pegawai poter Bagasi bersama barang bukti uang milik korban yang dicuri para tersangka.

Kapolsek Beringin AKP M.L.K Tobing membenarkan penangkapan para tersangka.

"Empat orang laki laki pekerja poter Bagasi Lion Air, kini masih didalami pemeriksaan tersangka," pungkasnya, kemarin (28/1) .

Pencurian barang Bagasi Penumpang yang dilakukan oleh poter Bagasi bukan kali pertama di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang.

Meski sudah beberapa kali terjadi bahkan tersangka juga ditangkap, namun pembobolan bagasi titipan penumpang pesawat tetap terjadi. Lebih mengherankan lagi, kasus seperti ini belum ada yang sampai ke pengadilan. (*)

Bagikan Gratis :


Loading...