Header Ads

Pantau Banjir Bandang, Bupati Labura Nyaris Hanyut Terbawa Arus Deras


Kejadian menyerempet bahaya baru saja dialami oleh Bupati Labuhan Batu Utara (Labura), Kharuddin Syah Sitorus alias Buyung.

Buyung tercebur ke sungai saat menyeberang menggunakan jembatan darurat ketika meninjau korban banjir bandang di Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labura.

Dilansir dari video yang diunggah di laman Facebook Pelayanan Publik, Senin (30/12/2019), Buyung yang mengenakan topi dan kaos hitam, berjalan melewati jembatan kecil yang terbuat dari dua bilah bambu.

Saat mencapai bagian tengah jembatan, Buyung yang berpegangan pada tali kehilangan keseimbangan, hingga membuatnya jatuh ke sungai.

Sejumlah rombongan yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri Buyung untuk menariknya ke tepi sungai.

"Bupati Labura Terjatuh dari Jembatan Darurat dan Nyaris Terseret Banjir. Bupati tersebut Nekat Menyebrangi Sungai demi Bertemu Warganya yang Terdampak Banjir. Lokasi di dusun ria ria, Desa Pematang, Kabupaten Labura, Sumatera Utara," bunyi keterangan yang tertulis di laman Facebook Pelayanan Publik.

Mengutip pemberitaan Kompas.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Riadhil Akhir Lubis, membenarkan kejadian tersebut.

Riadhil Akhir Lubis mengatakan, Buyung terjatuh pada Minggu (29/12/2019) saat melintasi jembatan bambu yang menghubungkan Desa Pematang dan Desa Hatapang di Kecamatan Na IX-X, Labuhan Batu Utara (labura).

"Semalam (kemarin) itu, (Buyung) jatuh ke sungai. videonya viral. Itu memasuki Desa Hatapang baru bisa jalan kaki, setelah dipasang bambu titi (jembatan bambu)," ujar Riadhil Akhir Lubis.

Menurut keterangan Riadhil Akhir Lubis, Buyung tidak mengalami cedera setelah tercebur dalam sungai. Bupati Labura itu masih bisa melanjutkan peninjauan ke daerah yang terdampak banjir bandang.

Di sisi lain, Riadhil Akhir Lubis menyebut Desa Hatapang yang sempat terisolaso akibat banjir bandang sudah bisa diakses kembali.

BPBD Sumatera Utara mengerahkan dua ekskavator untuk kembali membuka jalan ke desa tersebut.

"Kemarin sore baru, sekitar pukul 5 sore sudah terbuka. Desa ini tidak lagi terisolasi," katanya.

Akibat banjir bandang yang menerjang Kecamatan NA IX-X pada Minggu (29/12/2019), ada 19 rumah rusak dan hancur, satu jembatan putus, dan sejumlah lahan pertanian rusak.

Sejauh ini belum ada korban tewas yang ditemukan.

Namun demikian, masih ada lima orang yang diduga hilang. Mereka dalam pencarian Tim SAR.

(*)


Loading...