Header Ads

Kapus Tanjung Beringin Langkat Pungli Dana TUKIN, Alasan : Peningkatan Status Puskesmas


Kepala Puskesmas Tanjung Beringin, Kab.Langkat, dr.Irsyam Risdawati, M.Kes, tega melakukan pungli sebesar Rp200 ribu dari masing-masing pekerja dan petugas kesehatan di Puskesmas yang dia pimpin.

Alasannya, pungli dana TUKIN ini sengaja dilakukan dengan dalih untuk penunjang capaian perolehan Akreditasi peningkatan status puskesmas yang dia pimpin.

Informasi yang diterima Posmetro-Medan.com dari sumber-sumber terpercaya di lingkungan jajaran Dinas Kesehatan Langkat, menyebutkan, bahwa sudah beberapa Kepala Puskesmas Tanjung Beringin ini "memeras" keringat hampir seluruh pegawai kesehatan dan medis di tempat kerjanya yang jumlahnya mencapai 64 orang.

Artinya, agar bisa menikmati anggaran yang memang dianggarkan untuk berbagai kebutuhan dan peruntukan di Puskesmas tersebut.

"Coba bayangkan, Bang, dengan dalih sebagai upaya memperoleh akreditasi penilaian kenaikan status Puskesmas. Masak iya, hampir semua pekerja di Puskesmas ini dimintai uang pribadi untuk membeli cat pagar Puskesmas. Kemudian pegawai kesehatan dan staf puskesmas jg wajib membeli cat tembok di ruang kerja masing-masing dengan modus yang sama yakni untuk penunjang perolehan status akreditasi," ujar sumber media ini, Sabtu (20/12/2019).

Bahkan, lanjut para sumber, dr.Irsyam yang selama ini dikenal sering mengucapkan ancaman akan memberi pelajaran kepada para pegawai kesehatan jika tidak menuruti semua permintaannya.

Terlebih istri Kompol K.Sianturi ini, sesumbar telah mengeluarkan uang banyak kepada Bupati Langkat agar dirinya kembali dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Tg.Beringin.

"Saya sudah mengeluarkan uang cukup besar sama Bupati supaya saya tetap bisa memimpin di sini setahun lagi. Ingat, pasti saya akan memberi pelajaran untuk kalian," para sumber sembari menirukan ucapan Kapus yang terkenal suka sesumbar serta sering merendahkan pegawai dan dokter yang bertugas di puskesmas tersebut.

Sementara itu, Kapus Tanjung Beringin, dr.Irsyam Risdawati, saat dikonfirmasi Posmetro-Medan.com terkait dugaan pungli dana TUKIN seluruh pegawai kesehatan, baik petugas medis, Bidan Desa, Perawat dan Dokter masing-masing Rp200 ribu per orang, coba menghindar seolah meminta perlindungan oknum-oknum salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kab.Langkat.

"Silahkan bapak tanyakan ke Bu Maya istri Pak Ucok," dalihnya.

Saat dijelaskan bahwa masalah anggaran puskesmas dan dugaan pungli dana TUKIN para pegawai Puskesmas merupakan tanggungjawab dirinya sebagai pimpinan sekaligus notabene selaku Pengguna Anggaran di Puskesmas Tg.Beringin, tidak ada sangkut pautnya dengan Bu Maya, dr.Irsyam tetap keukeuh malah minta diperjelas dugaan penyimpangan anggaran serta penyalahgunaan kewenangannya untuk melakukan pungli.

"Maya itu bagian pembenahan puskesmas," ujarnya singkat tanpa mau menjelaskan dugaan berbagai penyalahgunaan anggaran puskesmas yang dia pimpin, karena selalu memanfaatkan dana pribadi seluruh pegawainya untuk kepentingan pribadinya.

Ironisnya, karena seluruh pegawai tidak bersedia dipotong pendapatan dana TUKIN masing-masing Rp200 ribu/orang, Kapus Tanjung Beringin ini mengancam tidak akan mau menandatangani pencairan berbagai anggaran dana penghasilan pegawai seperti Dana Pelayanan BPJS, Jampersal, BOK dan TUKIN.

Bagaimana oknum Kapus ini bisa menikmati anggaran puskesmas penuh rasa aman dan nyaman serta siapa yang selama ini seolah memback-up perbuatan menyimpang yang dilakukan dr.Irsyam Risdawati ini, tunggu penelusuran media ini selanjutnya.(rud)

Bagikan Gratis :


Loading...