Header Ads

MIRIS!! Sudahlah Miskin, Kena Pungli Buat Bedah Rumah, Eh... Rupanya Kena PHP



Kendati jabatan Bupati Langkat dalam kurun 5 tahun terus silih berganti, namun pembangunan insprastrur dan kehidupan rakyat kecil tidak kunjung berubah. Bahkan pergantian  penguasa Kabupaten Langkat, pembangunan insprastruktur berjalan dengan stagnan seiring dengan semakin melemahnya perhatian pemimpin khususnya tehadap kehidupan masyarakat kurang mampu.

Contohnya dialami Sahran (47), seorang duda yang lahir dan berdomisili di Desa Alurhitam, Kecamatan Securai, Kab.Langkat ini, kehidupannya luput dari perhatian pemerintah daerah setempat.

Rumah yang ditempati pria yang kesehariannya bekerja serabutan menyemat atap ini, hanya mendapatkan bantuan beras keluarga miskin 10 kg/bulan.

Janji-janji pemerintah daerah yang diterima warga miskin ini untuke mendapatkan bantuan pembangunan Rumah Tak Layak Huni  (RTLH) yang terus dihembuskan perangkat desa setempat, terus menjadi angin kemarau di tengah kegersangan hidup Sahran seolah tak berujung.

Gubug reot berdinding papan lapuk yang nyaris rubuh tanpa lantai dan kamar ini, terus menghiasi pemandangan miris setiap orang yang melintasi jalan yang juga nyaris tak tersentuh pembangunan Pemda maupun Dana Desa.

Ironisnya, kendati hidup susah dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ada saja pihak-pihak perangkat desa yang memanfaatkan situasi orang miskin untuk mencari keuntungan pribadi.

"Ya..., sudah capek lah Pak kalau mendengar janji-janji mau mendapatkan bantuan rehab rumah. Entah berapa kali saya dimintai uang oleh mantan Kadus di sini dengan alasan untuk administrasi pengurusan bantuan bedah rumah. Tapi, sampai Kadus itu gak menjabat lagi, rumah saya tetap seperti ini," ujar Sahran tersenyum getir pesimis.

Wajar jika warga miskin seperti Sahran ini pesimis dan nyaris tidak percaya kepada siapa pun jika ada pihak-pihak yang menyinggung tentang bantuan bedah rumah. Sebab dirinya sudah sering menjadi korban penipuan mulut manis perangkat desa dimana dirinya tinggal dan menetap.

Jadi sebuah ironi kehidupan, disaat anggaran pembangunan insprastruktur semakin besar, dana bantuan yang diterima Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Langkat yang diterima setiap bulannya dari pemotongan gaji ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Langkat dan sumbangan infaq dari perusahaan swasta untuk kesejahteraan rakyat melimpah ruah, tapi masih ada masyarakat di Kabupaten Langkat yang menghuni rumah gubug nyaris rubuh seperti ini.

Semoga, Bupati Langkat yang dikenal dermawan, tergugah hatinya untuk memberikan bantuan bedah rumah menjadi Rumah Layak Huni.(lkt)


Loading...

Tidak ada komentar