31 Mar 2013

Icha Diperkosa karena Buah Dadanya Tersentuh

Ads by Google

TANJUNG MORAWA-PM

Sehari pasca membekuk AR (19) dari rumahnya di Dusun V Desa Buntu Bedimbar, Kec. Tanjung Morawa, Kamis (28/3) dini hari lalu. Polisi akhirnya berhasil menemukan dan menyita barang bukti tiga hape dan satu laptop milik Icha Sartika Situmorang (19) yang dibawa kabur oleh tersangka. Info yang dihimpun POSMETRO, usai membunuh dan memerkosa korban, AR langsung menjual dua hape merek Nokia milik Icha ke Bobo Ponsel, Jl. Cipto Lubuk Pakam, sedang hape merk Samsung dijual pelaku pada seseorang berinisial HL (23) di Jl. Keluarga Gang Metro, Kel. Paluh Kemiri, Kec. Lubukpakam yang bekerja sebagai satpam PT. Kawan Lama Tanjung Morawa.

Sementara laptop merek HP milik Icha dijual AR pada SS (28), warga Jl. Tengku Fachruddin Lubukpakam. Nah, untuk penyelidikan lebih lanjut, Jumat (29/3) siang, HL dan SS beserta tiga barang bukti pun diamankan ke Polres Deliserdang. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan sementara, AR mengaku nekad membunuh karena sakit hati tak diberi pinjaman uang Rp 1 juta pada Nelly Riamin Rajagukguk (42), ibu kandung Icha. Padahal, saat itu ia sangat membutuhkan uang untuk biaya persalinan D, istrinya yang tengah hamil tua. Karena itulah, AR pun merencanakan pembunuhan itu.

Rabu (27/2) lalu, AR diam-diam mendatangi rumah Icha. Seperti biasa, pagi itu korban sendirian di rumah, karena ibunya pergi bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik di belakang rumahnya. Sebelum Icha ditemukan tewas sekitar pukul 12.00 WIB, paginya sekira pukul 08.30 WIB, Icha sempat belanja ikan dan sayur ke warung milik Sembiring yang hanya puluhan meter dari rumahnya. Ketika itu, Icha keluar dari pintu depan. Tapi sial, Icha diduga lupa mengunci pintu besi samping rumahnya. Nah, kesempatan itu yang lantas dimanfaatkan AR. Disaat Icha belanja, AR masuk dengan memanjat pagar setinggi 1,8 meter. Selanjutnya AR masuk dari pintu samping yang terbuka, dan ia lantas sembunyi di dalam rumah. Tapi tak lama berselang, Icha kembali dari warung.

Saat masuk, Icha kaget melihat AR sudah berada di rumahnya. AR yang takut diteriaki maling langsung membekap mulut korban. Saat itulah, tak sengaja AR menyentuh buah dada Icha, hingga timbul niatnya untuk memperkosa korban. Di bawah ancaman bunuh, AR pun berhasil menyetubuhi Icha. Nah, usai melampiaskan nafsu bejatnya, AR lantas menjerat leher korban dengan kabel laptop. Tak cuma itu, kepala Icha juga berkali-kali ia jedutkan ke batu penggilingan. Untuk memastikan Icha telah tewas, AR masih sempat membenamkan kepala Icha ke dalam ember bulat besar berisi air di ruang cuci pakaian di belakang pintu dapur. Setelah menggasak hape dan laptop korban, pelaku lalu kabur lewat pintu depan.

Tak lama berselang, ibu korban pulang ke rumah hendak makan dan istirahat siang. Kala itu, Nelly sudah mendapati pintu depan rumahnya terbuka. Curiga ada yang tak beres, Nelly langsung masuk ke rumah. Karena pangilannya tak mendapat sahutan, Nelly lalu pergi ke arah dapur. Saat itulah, Nelly menemukan anak semata wayangnya itu terkabar dengan bugil dan kepala terendam dalam ember. Ironisnya, pasca membunuh Icha, pelaku bukannya melarikan diri. Tapi AR ayah satu anak ini masih bekerja sebagai penarik becak. Bahkan, ia juga masih berani mangkal di simpang tak jauh dari kediaman korban. Selama sebulan berkeliaran di sekitar Tanjung Morawa, AR pun tinggal di rumah orangtuanya di Dusun V Desa Buntuk Bedimbar. Sedangkan D, isterinya tinggal di rumah mertuanya kawasan Kec. Beringin.

Beberapa warga sekitar yang ditemui kru koran ini, Jumat (29/3) sore menuturkan, sejak AR diringkus polisi pada Kamis (28/3) lalu, Anto dan Sri, orangtua AR memilih ngungsi ke rumah familinya, di kawasan Desa Bandar Labuhan, Kec. Tanjung Morawa. “Istrinya AR kan baru melahirkan, tapi istrinya tinggal di rumah mertuanya di kawasan Kec. Beringin,” ujar warga. Sementara itu, Nelly Riamin Rajagukguk, ibu korban yang masih diselimuti duka mengaku sedikit lega dengan penangkapan pembunuh Icha. Menurut Nelly, selama ini dia dan anaknya sangat jarang berkomunikasi dengan AR. Namun saat Nelly opname di RS Grand Medistra Lubukpakam beberapa waktu lalu, Icha pernah menumpang becak AR ke rumah sakit untuk membesuknya. “Yang ku ingat hanya satu kali itu anakku naik becaknya ke rumah sakit,” tandas. (man/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id