08 Nov 2012

Awas! Cewek Rampok ‘Patroli’ di Seputaran Jl. Gajah Mada

Ads by Google

MEDAN-PM

Jika ingin menikmati layanan seks cewek-cewek yang mangkal di seputaran Jalan Gajah Mada, Medan, sebaiknya hati-hati. Sebab beberapa pekerja seks tersebut nyambi merampok.

Tertangkapnya Bunga Citra Lestari (21) alias Tari warga Jl. Punak, dan Rika Sriwahyuni (20) warga Jl. Ampera III, dan Rico (27) mengungkap aksi terselubung tersebut.

Dengan mengandalkan paras cantik serta berpakaian seksi, Tari dan Rika bertugas menggaet para hidung belang. Caranya, tarif yang ditawarkan murah. Ya, cukup murah jika dinilai dari usia mereka yang terbilang muda dan mulus.

Untuk sekali bersetubuh (shortime), keduanya memasang bandrol Rp200 ribu. Tak jarang mereka juga akan menerima tawaran Rp150 ribu. Namun semua itu hanya akal-akalan agar target masuk perangkap.

Sama seperti yang mereka lakukan pada kedua pria Aceh pada Senin (5/11) malam lalu, kesepakatan sebelumnya akan berubah begitu masuk kamar hotel. Dimana, korban diminta bayar depan. Sebagai tambahan, korban juga diminta menanggung biaya kamar.

Jika menolak, maka Rico sang germo akan bertindak. Yang mana, dengan berbagai dalih, korban dipaksa membayar lebih. Tak jarang pula, korban dianiaya dan seluruh harta bendanya digasak.

Anehnya, meski praktek ini telah berlangsung berbulan-bulan, polisi tidak pernah menerima laporan korban. Kuat dugaan para pria hidung belang tersebut malu. Dan itu pula yang dimanfaatkan ketiga perampok ini.

Hal itu diakui Tari. Cewek berkulit putih ini menyebutkan, dia sudah 3 bulan lebih beraksi. Dan semua itu dilakukan bersama Rika dan Rico. “Biasanya, korban kami ajak ‘main’ ke Hotel Limbo atau Hotel Wahid,” akunya.

“Sebelum bersetubuh, aku paksa minta uang kamar sama tambahan bayaran. Kalau dia tidak mau, aku panggil si Rico. Selanjutnya giliran si Rico yang bekerja,” tambahnya.

Kerja sama ini terbilang ampuh dan menguntungkan. Seperti pengakuan Tari, dalam kurun 3 bulan terakhir, dia bisa meraup sedikitnya Rp16 juta. Jumlah besar tersebut bisa diperoleh karena kebanyakan korban mereka etnis Thionghoa.

Apa yang disebutkan Tari dibenarkan Rika. Hanya saja, cewek yang lebih cantik dari Tari ini mengaku, dirinya terlibat karena diajak rekannya. “Aku ikut karena diajak Tari. Kami sering gitu. Belum ‘main’, uang laki-lakinya kami peras,” bebernya sembari menekankan kalau Tari lah otak aksi mereka.

Sementara itu, Rico tidak memungkiri penjelasan Tari dan Rika. Hanya saja dia melakukannya jika ada kode dari kedua cewek tersebut. “Biasanya aku masuk kamar setelah 5 atau 10 menit setelah mereka. Begitu masuk, aku pura-pura menanyakan ada masalah apa. Saat itulah kedua cewek menyampaikan keluhan lalu dia beraksi,” terangnya.

Lanjut Rico, selama beraksi, dia bahkan pernah memeras korban hingga mengeringkan isi ATM. “Pernah kubawa korban ke mesin ATM untuk mengambil uang. Biasanya itu terjadi kalau korban bersikeras mengaku tidak memiliki uang tunai,” bebernya.

Terpisah, Kapolsek Medan Baru, Kompol Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sebab, tidak tertutup kemungkinan masih banyak PSK rampok yang masih berkeliaran.

Disebutkan Calvijn, terungkapnya sindikat perampokan dengan modus seks komersil berkat laporan Elias dan Sam Suhardi, Senin (5/11) malam lalu. Kedua warga Aceh tersebut mengaku dirampok germo PSK karena menolak membayar lebih.

Berdasarkan keterangan kedua korban, beberapa personil langsung menyeser seputaran Jalan Gajah Mada. Dari informasi PSK di seputaran Jalan Gajah Mada, diperoleh lah alamat kos seorang pelaku. Dari sana dilakukan pengembangan, hingga akhirnya dua pelaku lain berhasil diciduk dari kos masing-masing. (wel/gib)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id