05 Jul 2012

Puluhan Cewek Stabat Melacur di Malaysia

Ads by Google

Bersama ABG Brandan & Tj. Pura,   Tamunya : Turis Indonesia

BINJAI-PM

Mereka, yang jadi budak seks di negeri penyanyi Siti Nurhaliza, itu rata-rata masih di bawah umur. Satu di antaranya berhasil lolos dan tiba di kampung halaman di Desa Cinta Dapat, Kec. Selesai, Langkat, kemarin (4/7).

“Awalnya aku coba-coba cari kerja dengan bertanya kepada orang-orang yang kukenal. Sampai akhirnnya aku bertemu dengan ibu (penyalur TKW gelap) itu,” Citra, sebut demikian cewek yang namanya berinisial NI, itu setiba di Mapolres Binjai, dibawa orang tuanya, guna buat pengaduan. Citra, cewek 16 tahun itu bercerita dengan nada sedih sambil terus tertunduk.

Menurut Citra, mata rantai sindikat penyaluran pramusyahwat bermodus TKW (Tenaga Kerja Wanita) ke Malaysia itu dimulai dari seorang wanita yang teridentifikasi sebagai Habibah Hanum. Habibah, yang kini dicari polisi, diketahui berasal dari kawasan Jl. Hoki, Kec. Binjai Timur.

Perkenalan Citra dengan Habibah terjadi saat cewek manis itu bertanya-tanya soal lowongan pekerjaan. Pada Citra, Habibah menawarkan pekerjaan sebagai pelayan sebuah restoran di Port Klang, Malaysia, dengan gaji (diimingi) 1000 ringgit/bulan. Tanpa melapor pada orang tuanya yang hidup susah, Citra langsung menerima tawaran Habibah. “Rencananya aku memberitahu mereka jika aku sudah sukses (di Malaysia),” jelas Citra, soal rencana surprise nya tapi berujung petaka.

“Aku,” sambung Citra, “lalu ditemukan (Habibah) dengan ibu Ina di sebuah restoran cukup mewah di Medan.” Itu terjadi pertengahan Maret 2012. Dalam sindikat ini, Ina teridentifikasi sebagai atasan Habibah. Citra, yang sebelum diberangkatkan ke Malaysia via Tanjung Balai, tinggal di rumah Ina, mengaku Ina berdomisili di kawasan Perumahan Johor, Kec. Medan Johor  (baca: POSMETRO Mengendus Rumah Kaki Tangan Germo Malay).

“Tiga hari aku nginap di rumah ibu Ina lalu diberangkatkan dengan kapal Fery dari Tanjung Balai. Aku nggak sendiri, ada 12 perempuan muda lain yang ikut dalam rombongan itu.” Citra diberangkat ke Malaysia dengan dokumentasi palsu yang diurus Ina di Banda Aceh. KTP, KK, paspord, semuanya dipalsukan.

Setiba di Port Klang, Citra dan rombongan diinapkan di Hotel Gold Cord. Petaka dimulai. Ya, di hotel inilah Citra Cs dipaksa jadi budak seks. Mereka harus memuaskan syahwat para tamu hotel. Sedikitnya, 7 tamu/hari. “Jika menolak, kami dipukul, dihajar habis-habisan. Kami tidak bisa sembarangan keluar hotel itu. Setiap kamar dijaga body guard,” rintih Citra seraya menunjuk bekas luka penganiayaan di tubuhnya. “Sebelumnya, kami semua disuntik obat. Aku sendiri tidak tahu obat apa yang disuntikkan itu,” imbuh Citra.

Suatu tempo di malam jahanam di hotel itu, Citra berhasil lolos dari amatan body guard. Ia menelepon orang tuanya di Selesai. Tapi obrolan singkat itu terputus. Pun tak sempat detail menyebut lokasi keberadaannya, Citra telah melaporkan nasibnya menjadi budak seks di Malaysia.

“Kami nggak tahu harus bagaimana lagi. Karena selain keterbatasan ekonomi, kami juga nggak tahu dia di Malayia di mananya? Soalnya obrolan kami hanya sekali saja melalui telepon. Itupun hanya sebentar dan telepon putus begitu saja,” timpal NS (37), ayah kandung Citra, yang pedagang es cream keliling.

Beruntung dewi fortuna ‘berjubah’ sesosok hidung belang berhasil mengeluarkan Citra dari hotel maksiat itu. Lelaki itu iba melihat Citra. Kisah Citra lolos dari germo kejam negeri jiran itu terjadi 2 hari lalu atau setelah dia dipaksa melacur selama 3 bulan.

“Nasibku beruntung berhasil kabur berkat bantuan seorang tamu yang mau aku layani. Dia orang Indonesia. Om itu memberiku ongkos untuk naik kapal dan bus hingga akhirnya aku sampai ke stasiun Pinang Baris (Medan) dan dijemput oleh bapakku pagi tadi (kemarin –red),” jelas Citra. Menurutnya, tak sedikit tamu-tamu cabul di Hotel Gold Cord berstatus turis asal Indonesia. Duh

Meski disyaki korban berjumlah puluhan, tapi Citra memastikan sedikitnya 12 perempuan belia asal Stabat, Tanjung Pura, dan Pangkalan Brandan hingga kini masih menjadi budak seks di Hotel Gold Cord. “Mereka juga ingin lepas dari hotel itu,” kata Citra. Selusin ABG Langkat itu dipaksa menjadi pelacur usai terjerat tipuan modus jasa penyaluran tenaga kerja seperti dialami Citra. “Kita akan menyelidiki kasus ini,” janji Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto. (bam/sal)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id