Breaking

Jumat, 31 Maret 2017

Biadab! Israel Gusur Paksa Warga Palestina untuk Bangun Pemukiman


Israel akan memulai kembali pembangunan pemukiman di bekas tanah warga Palestina yang diambil paksa.
Hal itu ditentukan setelah Kabinet Israel bidang keamanan pada Kamis (30/3) menyetujui pembangunan permukiman baru, yang pertama kalinya dalam dua dekade.
Lampu hijau bagi pemukiman itu diberikan kendati Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bernegosiasi dengan Washington.
Persetujuan dikeluarkan setelah pemungutan suara menghasilkan dukungan secara bulat terhadap pembangunan permukiman baru di suatu daerah bernama Emek Shilo.
Hasil pemungutan suara itu, yang diumumkan dalam pernyataan pemerintah, muncul setelah Netanyahu mengatakan kepada para wartawan, “Saya telah berjanji bahwa kami akan membuat pemukiman baru … Kami akan memenuhi janji itu hari ini.” Para pejabat Palestina langsung mengecam langkah tersebut.
Beberapa saat setelah pengumuman itu, buldoser-buldoser negeri zionis itu mulai menggusur pemukiman Palestina secara paksa dan membabi buta.
Tentu saja, tindakan itu memicu reaksi keras dari pihak Palestina.
“Sungguh ini tak adil. Dunia diam dengan penderitaan kami. Israel lebih mendukung penduduknya yang tinggal secara ilegal daripada mematuhi ketentuan bagi terciptanya stabilitas dan perdamaian yang adil,” kata Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina.
Belum ada reaksi dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyangkut keputusan kabinet Israel itu.
Pemerintahan Trump sedang menjalankan diskusi dengan Israel soal pembatasan pembangunan permukiman di wilayah-wilayah yang diniatkan Palestina menjadi tempat membangun negara.
Pemukiman seperti itu, di wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967, dianggap sebagian besar dunia sebagai tindakan ilegal. Israel sendiri mengaitkan langkahnya soal wilayah itu pada kitab suci, sejarah, politik dan kepentingan keamanan dalam membela dirinya.
Netanyahu pertama kalinya menjanjikan pembangunan permukiman baru di Emek Shilo pada Februari, tak lama setelah puluhan keluarga Israel digusur dari pemukiman lainnya di Tepi Barat, Amona. Pengadilan Tinggi Israel memerintahkan rumah-rumah mereka dihancurkan karena dinyatakan dibangun secara ilegal di tanah pribadi Palestina.
Trump, yang dianggap banyak kalangan di Israel mendukung kegiatan pemukiman, tampaknya mengejutkan Netanyahu saat perdana menteri Israel itu mengunjungi Gedung Putih bulan lalu. Saat itu, Trump mendesak Netanyahu untuk “sedikit menahan kegiatan pembangunan permukiman”.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar