Rudi Suntari Masuk Pengurus Golkar Sumut, Ketua FOLKS: Sosok Muda yang Agamis dan Inovatif
Masuknya nama H. Rudi Suntari, S.Ag., M.M. dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2026–2031 mendapat apresiasi dari Ketua Forum Lingkar Kolaborasi Sumut (FOLKS), Heri Sutrisno.
Heri menyampaikan ucapan selamat kepada Rudi Suntari atas amanah barunya sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Menurut Heri, penempatan Rudi dalam struktur kepengurusan partai tersebut menjadi tanggung jawab baru yang perlu dijalankan dengan komitmen, terutama dalam bidang yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
"Selamat dan sukses kepada Bapak H. Rudi Suntari, S.Ag., M.M. atas amanah barunya sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Bidang Kesejahteraan Rakyat. Semoga amanah dan dapat menjalankan tugas dengan baik," ujar Heri didampingi sekretaris Ferry Marlen, Kamis (17/9).
Heri menilai Rudi merupakan sosok muda yang memiliki latar belakang keagamaan sekaligus pengalaman dalam kegiatan kemasyarakatan. Karena itu, ia menyebut Rudi sebagai figur yang agamis dan inovatif.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal dalam menjalankan tugas organisasi, khususnya ketika berhadapan dengan berbagai persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat.
"Beliau merupakan sosok muda yang agamis dan inovatif. Tentu kita berharap pengalaman dan pemikirannya dapat memberikan kontribusi dalam menjalankan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat," katanya.
Rudi Suntari sebelumnya dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Penunjukan dirinya sebagai bagian dari kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut periode 2026–2031 kini menambah tanggung jawabnya di bidang politik dan organisasi.
Kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut periode 2026–2031 berada di bawah kepemimpinan Andar Amin Harahap. Susunan kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar.
Heri berharap amanah baru yang diberikan kepada Rudi dapat dijalankan dengan mengedepankan kerja nyata serta komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
"Yang paling penting adalah bagaimana amanah tersebut diterjemahkan menjadi kerja dan kontribusi yang dirasakan masyarakat," ujarnya. (fm)

Posting Komentar