Ketua DPW Ralinsa Sumut Ir Hasudungan Butarbutar Meninggal Dunia
Medan — Suasana duka menyelimuti Dewan Pengurus Wilayah Raja-Raja Lintas Semua Suku dan Agama (DPW Ralinsa) Sumatera Utara. Ketua DPW Ralinsa Sumut, Ir. Hasudungan Butarbutar, M.Si, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Hasudungan mengembuskan napas terakhir di RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan, setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit.
Ketua Parsadaan Raja Toga Butarbutar & Boruna (Partobuna) Sektor 4, St. Ir. Mangasi Butarbutar, mengatakan almarhum sempat mengeluhkan sesak napas sebelum dibawa ke rumah sakit.
"Almarhum sempat mengeluhkan sesak napasnya sehingga keluarga membawa ke RS Columbia dan langsung masuk ruangan ICU. Namun kondisinya semakin menurun dan meninggal dunia hari Jumat (7/8) pukul 15.00 WIB," ujar Mangasi.
Mangasi turut mengiringi jenazah Hasudungan dari rumah sakit menuju rumah duka di Jalan Abadi No. 70, Kelurahan Indrakasih, Medan.
### Baru Beberapa Bulan Memimpin Ralinsa Sumut
Hasudungan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW Ralinsa Sumut. Ia kemudian dilantik oleh Ketua Umum Ralinsa, H. Rudi Suntari, S.Ag., MM, pada 29 Maret 2026 di Hotel Grand Antares Medan.
Meski baru beberapa bulan memimpin, Hasudungan langsung menjalankan sejumlah agenda organisasi. Salah satunya memimpin rapat perdana DPW Ralinsa Sumut pada April 2026 di Ray Cafe, Jalan Tuasan, Medan.
Dalam rapat tersebut, Hasudungan memberikan sejumlah arahan dan gagasan mengenai pengembangan organisasi ke depan.
Kepergian Hasudungan meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pengurus Ralinsa di Sumatera Utara.
Sekretaris DPW Ralinsa Sumut, Drs. Sael Sinaga, MT, mengatakan organisasi kehilangan sosok yang memiliki gagasan dan wawasan dalam menjalankan roda organisasi.
"Badan Pengurus Harian DPW dan DPC Ralinsa se-Sumatera Utara menyampaikan turut berdukacita dan kehilangan atas meninggalnya Ir. Hasudungan Butarbutar, M.Si yang mempunyai gagasan dan wawasan yang cemerlang dalam organisasi," ujar Sael.
### Ketum Ralinsa: Beliau Telah Sampai di Garis Finis
Ketua Umum DPP Ralinsa, H. Rudi Suntari, menyampaikan penghormatan terakhir kepada Hasudungan. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki semangat serta cita-cita luhur untuk masyarakat.
Menurut Rudi, meski masa kepemimpinan Hasudungan di DPW Ralinsa Sumut relatif singkat, gerakan dan semangatnya telah dirasakan banyak orang.
"Ketua Hasundungan adalah orang baik, orang yang punya semangat dan cita-cita luhur serta sudah banyak berbuat untuk masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara," kata Rudi dalam sambutannya, didampingi Sekretaris Sufran Daulay.
"Walaupun baru beberapa bulan menjadi Ketua DPW Sumut, gerakan dan semangatnya bisa dirasakan orang banyak. Dan akan diikuti oleh generasi selanjutnya," sambungnya.
Rudi kemudian menyampaikan pesan penuh makna mengenai perjalanan hidup almarhum.
"Beliau sudah mengakhiri pertandingan hidupnya dan sudah sampai ke garis finis dengan keimanannya dan Tuhannya sedang menantinya," ujarnya.
### Dimakamkan di Porsea
Sejak kabar meninggalnya Hasudungan, sejumlah anggota dan pengurus Ralinsa terus mendampingi keluarga hingga prosesi pemakaman.
DPW Ralinsa Sumut bersama DPC Ralinsa se-Sumatera Utara juga dijadwalkan memberikan kata-kata penghiburan kepada keluarga pada Minggu (9/8/2026). Sementara acara adat dilaksanakan pada Senin (10/8/2026).
Sejumlah bunga papan tampak berjejer di rumah duka. Tokoh masyarakat, komunitas marga, kerabat serta handai tolan berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Pada prosesi pelepasan, turut hadirJuga dihadiri Dewan pendiri Ralin Butar Butar dan Dato' Sahrul Aman, Dewan Penasihat DPP Ralinsa OK Hendri. Sehari sebelumnya, Dewan Pembina Ralinsa, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, yang juga anggota DPR RI, turut hadir di rumah duka.
Untuk mengantar jenazah menuju tempat pemakaman, pengurus juga menyiapkan pengawalan kendaraan PJR Polda Sumut.
Jenazah Hasudungan rencananya dimakamkan di Huta Harian, Kecamatan Parmaksian, Porsea, Kabupaten Toba, pada Selasa (11/8/2026).
Hasudungan Butarbutar lahir di Porsea pada 15 November 1961. Semasa hidupnya, ia pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU). Ia juga tercatat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dalam proses pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap).
Almarhum meninggalkan istri, Hotmauli Sinaga, BBA, dua putra, satu putri, dan tiga orang cucu.

Posting Komentar