News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perang Dunia 3 di Depan Mata, Indonesia Bakal Kena Dampaknya

Perang Dunia 3 di Depan Mata, Indonesia Bakal Kena Dampaknya

 


Kondisi geopolitik dunia memanas. Hal ini ditandai oleh ketegangan beberapa negara yang terjadi dalam waktu dekat ini.

Yang terbaru adalah konflik antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan NATO. Rusia diyakini akan menyerang Ukraina di mana intelijen Barat mengklaim sekitar 100.000 pasukan sudah berada di wilayah sekitar perbatasan kedua negara.

Di sisi lain, AS dan NATO juga telah mengirimkan pasukan, kapal perang dan jet tempur ke wilayah Laut Hitam karena permintaan Ukraina. Kendati bekas Uni Soviet, Ukraina sekarang merapat ke NATO. 

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan AS dan NATO tersebut diyakini bisa memicu Perang Dunia ke-3 (World War III). Begitu yang dijelaskan seorang pejabat senior Ukraina kepada Sky News.

Ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS, Mark Milley menyebut perang adalah hal mengerikan. Jika terjadi, hal itu akan membuat banyak korban berjatuhan, begitu juga dari pihak Rusia.

"Jika dilepaskan di Ukraina, itu akan signifikan dan mengakibatkan sejumlah besar korban. Dan bisa Anda bayangkan seperti apa itu di daerah perkotaan yang padat, sepanjang jalan dan sebagainya. Ini akan mengerikan, akan buruk," ungkap Milley, dikutip dari laman yang sama.

Nyatanya, dampak perang ini pun juga memiliki efek besar kepada Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun memberikan perhatian khusus terhadap kondisi geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina.

Jika Perang Dunia 3 benar terjadi dan menyeret Amerika Serikat (AS) dan Eropa, ini akan memicu ketidakstabilan di pasar global. Indeks saham utama Rusia jatuh dan bank sentral bisa menghentikan pembelian mata uang asing setelah Rubel merosot.

Bila kondisi ini tidak terkendali, maka hal itu akan mempengaruhi harga komoditas, khususnya energi. Indonesia sebagai pengimpor bahan bakar minyak (BBM) akan terkena imbas cukup berat dari sisi APBN maupun inflasi.

"Itu pengaruhi dampak ke komoditas energi baik gas dan minyak," ujarnya pekan lalu.

Sementara itu, dalam perkembangan terbaru, AS sendiri mengaku telah mengirimkan 3.000 pasukan ke Eropa Timur. Ini ditegaskan Presiden AS Joe Biden dalam konferensi pers, Rabu (2/2/2022).

Dikutip AFP, sekitar 1.000 tentara AS di Jerman telah dikirim ke Rumania. Sementara 2.000 lainnya diterbangkan langsung dari AS ke Jerman dan Polandia.

"Selama (Presiden Rusia Vladimir Putin) bertindak agresif, kami akan memastikan, meyakinkan sekutu NATO kami di Eropa Timur, bahwa AS ada di sana," kata Biden setelah pengumuman Rabu (2/2/2022). (CNBC)

Tags

Posting Komentar