News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemasangan U-Ditch di Beberapa Lokasi Diduga Bermasalah

Pemasangan U-Ditch di Beberapa Lokasi Diduga Bermasalah


 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan dan jajarannya harus memperhatikan dengan teliti cara pemasangan u-ditch yang dilakukan di beberapa wilayah saat ini. Sebab, baginya apabila cara pemasangan tersebut salah, maka manfaatnya tidak ada. Bahkan, menimbulkan persoalan baru.

“Cara pemasangannya beda. Bukan main pasang begitu saja. U-ditch itu dipasang berpasangan. Jadi setiap pasangannya harus klop. Makanya, dia harus rapat betul. Tidak ada celah untuk air keluar atau merembes. Kalau air merembes, u-ditch itu lama-lama bisa mengambang dan patah. Air pun tidak semuanya mengalir ke pembuangan akhir,” jelas Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedi Akhsyari, Rabu (9/2).

Selain itu, cara pemasangan yang dilakukan harusnya tidak seperti saat ini. Tanah korekan drainase untuk pemasangan u-ditch dibiarkan menumpuk di badan jalan. Akibatnya terjadi kemacetan karena badan jalan semakin sempit. Inilah yang dipersoalkan warga, khususnya pengendara.

“Seharusnya setelah dikorek untuk sepasang u-ditch, tanahnya langsung diangkat. Begitu seterusnya. Jadi, tanah sisa korekan tidak menumpuk di badan jalan,” katanya.

Dia menambahkan, selain cara pemasangannya diperhatikan, produk u-ditch yang digunakan juga harus menjadi perhatian. Apabila produksi pabrik, maka bisa dijamin tidak akan bermasalah. Sebab, mal cetak dari bahan dan menggunakan alat yang canggih.

Apabila pencetakan dilakukan cara tradisional atau menggunakan triplek, tentunya, u-ditch yang satu dengan yang lain tidak sama. Sehingga begitu dipasang tidak klop atau menyisakan rongga. Inilah yang nantinya menjadikan air merembes. Begitu juga penutup drainase di atas. Selain itu, ketahanannya juga tidak tahan lama.

“Kalau ada di lokasi pemasangan u-ditch, air tergenang. Belum lama sudah belumut. Kami menduga pemasangannya tidak sesuai. Bahannya juga kami menduga tidak sesuai spek. Pengerjaan proyek ini harus sesuai spek. Harus melibatkan ahli. Apabila tidak akan percuma,” katanya.

Dia menambahkan, pengerjaan proyek tersebut juga tidak boleh terkesan kejar tayang. Sehingga kualitasnya terjamin. “Kami juga mengimbau, pihak kontraktor yang tidak memenuhi ketentuan dalam pengerjaan proyek tersebut harus ditindak tegas. Jangan lagi dilibatkan dalam proyek di lingkungan Pemko Medan,” tandasnya.

Sementara itu,  anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengungkapkan, pihaknya telah jauh hari meminta proyek pengerjaan u-ditch di sejumlah titik Kota Medan ditunda.

Permintaan penundaan pengerjaan dikarenakan beberapa hal. Pertama, proyek tersebut harus dikaji secara detail. Termasuk, seberapa besar manfaatnya mengatasi banjir di Kota Medan. Kedua, waktu pengerjaan terlalu mepet. Dikhawatirkan pengerjaan tersebut asal jadi. Ketiga, bahan yang digunakan belum tahu, apakah homemade atau pabrikan.

“Pada saat Kadis PU Kota Medan dijabat Zulfansyah, kami sudah sampaikan untuk menunda pengerjaan proyekt tersebut dan diiyakan. Ternyata sekarang dilanjutkan begitu terjadi pergantian kepala dinas. Kami sangat kecewa. Apalagi hasilnya banyak dikeluhkan masyarakat,” ungkap Syaiful.

Politisi PKS ini mengatakan, pihaknya sudah banyak menerima laporan dari masyarakat terkait proyek pemasangan u-ditch tersebut. Termasuk masalah kualitas pengerjaan yang terkesan asal jadi.

“Kami juga sudah memanggil Kadis PU Kota Medan sekarang terkait pengaduan masyarakat tersebut. Kadis berjanji akan memperbaiki dan siap menindak pemborong yang mengerjakan. Apabila tidak sesuai spesifikasi pihak ketiga akan di black list,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin pemasangan u-ditch tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi. Kualitasnya sangat rendah. Sehingga anggaran yang dihabiskan tidak bermanfaat dan tidak mampu mewujudkan visi misi Walikota Medan. “Jangan sampai anggaran yang besar tidak bisa menangani banjir di Kota Medan,” pungkasnya. (ali)


Tags

Posting Komentar