News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sangking Benci Polisi, Buruh Harian Lempari Pos Jaga dan Minta Ditembak

Sangking Benci Polisi, Buruh Harian Lempari Pos Jaga dan Minta Ditembak


 Seorang buruh harian lepas bernama MH (45) di kota Tarakan Kalimantan Utara nekat melempar pos jaga Mapolres Tarakan dengan batu sebesar batu bata.

Akibat ulahnya, kaca pos penjagaan pecah dan mengenai tangan salah satu personel dari dua petugas jaga, hingga robek.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 10.20 Wita.

‘’Ada laki laki menyeberang dari arah Bank BNI depan Polres Tarakan. Dia berlari membawa bongkahan batu. Kebetulan portal depan Polres belum sempat ditutup karena baru saja ada mobil keluar dari dalam, saat itulah dia dari jarak sekitar 3 meter melemparkan batu ke pos jaga,’’ujarnya, saat dihubungi Senin (26/4/2021).

Melihat aksi tersebut, petugas jaga langsung sigap dan mengambil senjata. Mereka melakukan pengamatan mendetail terhadap pria dengan penampilan preman tersebut.

Saat itu, pria dengan kaos oblong dan celana jeans tersebut berteriak teriak menantang dan mengancam polisi sembari memutar-mutar ikat pinggangnya layaknya orang hendak tawuran.

‘’Dia teriak teriak menantang petugas, kalau berani bunuh saya, tembak saya,’’lanjut Fillol.

Setelah petugas yakin pria tersebut tidak membawa senjata di balik pakaiannya, petugas langsung bergerak melumpuhkan pelaku.

‘’Kita tidak langsung ambil tindakan, lemparan pertama yang ternyata hanya sebuah batu saja yang kita khawatirkan. Dia juga tidak membawa tas, tidak memakai jaket. Karena ikat pinggang dia lepas, celananya melorot, disitulah anggota yakin dia tidak bersenjata. Kita langsung lumpuhkan tanpa senjata saat itu juga,’’tuturnya.

Saat diinterogasi, laki laki yang berstatus duda dan indekos di depan Pasar Gusher Kota Tarakan ini mengaku memiliki kebencian kepada Polisi.

Bahkan ketika ponselnya bermasalah, ia selalu menyudutkan dan menganggap itu ulah polisi.

‘’Segitu bencinya dia sama polisi. Padahal untuk apa polisi menyadap ponselnya, siapa dia saja kita gak tahu. Apa pentingnya ponselnya disadap?’’lanjutnya.

Kebencian membabi buta juga dikuatkan dengan isi dari ponselnya. Terdapat banyak gambar gambar polisi yang diedit dengan tambahan kata kata kecaman dan penuh permusuhan.

‘’Saat ini, kita masih dalami, apakah dia berpaham radikal atau paham lain. Kita sudah koordinasi dengan Polda Kaltara dan Tim Densus 88. Sementara kita masih lakukan pemeriksaan termasuk psikologinya,’’katanya. (kmp)

Tags

Posting Komentar