Usai Keroyok Anggota TNI, Pria Bertato Ini Nangis Syahdu di Semak-semak saat Ditangkap

 


Hari sebentar lagi terang. Senin (1/2/2021), sekitar pukul 04.15 Wita, suasana di tempat hiburan malam di Kota Gorontalo, Queen Tiara Club, sudah telanjur panas.


Seorang anggota TNI, Sertu Tirta, terlibat cekcok mulut dengan sejumlah pria di lokasi tersebut. Pria bertubuh gempal berulah bak jagoan. Pria itu dikenal bernama Rinto Sabua.


"Setelah adu mulut tersebut, RJ (Rinto) masuk ke dalam Queen langsung menghampiri Tirta dan mengeluarkan kata-kata 'ngana tidak kenal kita?' sambil mendorong Tirta dengan menggunakan gelas minuman," kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono dalam keterangannya, Rabu (3/2/2021).


Sertu Tirta tidak ingin ada keributan di dalam tempat hiburan tersebut. Mereka lalu menuju tempat parkir. Namun Rinto bersama kawannya langsung mengeroyok Sertu Tirta.


Pratu Miftahul yang baru dari toilet kaget melihat rekannya dikeroyok di area parkir. Insiden ini tersorot CCTV yang ada di salah satu sudut lokasi tersebut. Terlihat Pratu Miftahul dan Sertu Tirta kalah jumlah dalam duel tersebut.


Sertu Tirta diincar Rinto untuk ditikam. Pria dengan tato di lengan kiri ini ternyata membawa senjata tajam (sajam). Miris, sudah keroyokan, duel pun menyimpan sajam.


Saat terjadi pengeroyokan, disebutkan Rinto sudah diberi tahu bahwa korban adalah anggota TNI. Mendengar kabar tersebut, Rinto malah makin membusungkan dada. Disebutkan, dia akan mencari dan menantang anggota TNI lainnya.


Sertu Tirta berhasil lolos dari tikaman Rinto. Namun Pratu Miftahul sudah dalam kondisi tersudut. Dia melawan kelompok Rinto yang disebut-sebut ada 12 orang.


Pratu Miftahul babak belur. Sementara Rinto cs pergi dari lokasi menumpangi dua mobil.


"Tirta dikejar oleh RJ cs dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau badik. Setelah itu RJ cs kembali dan mengeroyok korban menggunakan bambu dan paving block. Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala belakang sebanyak 2 sayatan dan memar di bagian pinggang belakang," jelasnya.


Pengeroyokan itu terjadi pada Senin (1/2) dini hari di area parkir tempat hiburan malam di Wongkaditi, Kota Utara, Kota Gorontalo.


Bagaimana cerita Rinto sang otak pengeroyokan ditangkap? Simak halaman selanjutnya.


Perburuan Tim Gabungan

Pratu Miftahul dilarikan ke RSU Aloei Saboe untuk mendapatkan perawatan intensif setelah menjadi korban pengeroyokan. Tak lama kejadian, TNI-Polri membentuk tim gabungan untuk mencari para pelaku.


Tim gabungan yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini adalah anggota Polres Gorontalo Kota, Tim Intelrem 133/NW, dan Intel Yonif 715 R/MTL. Mereka menyisir sejumlah lokasi yang diduga jadi tempat persembunyian pengeroyok Pratu Miftahul.


Video penangkapan terduga pengeroyok prajurit Yonif Raider 715/MTL itu banyak beredar di medsos. Tiga pelaku berinisial AI, MP, dan AK ditangkap di Kampung Sabua, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Selasa (2/2) kemarin.


Sementara Rinto, sang otak pengeroyokan, ditangkap di semak-semak yang ada di perbukitan. Dia bersembunyi dari pengejaran. Dalam video, terlihat aparat gabungan TNI-Polri yang mengenakan pakaian bebas menciduk pria bertubuh gempal itu dari balik semak-semak.


Terdengar suara tangisan lirih yang diduga diucapkan Rinto sambil meminta ampun agar tidak dipukuli. Sementara itu, dua orang lain berinisial LD dan AL menyerahkan diri kepada pihak berwajib.


Polisi masih menyelidiki jumlah pasti pihak yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap Pratu MIR. Polisi juga mengimbau pelaku lain yang terlibat agar menyerahkan diri.


"Itu yang masih didalami dari para pelaku yang diamankan berikut saksi-saksi yang ada di TKP. Namun kita berharap, jika ada pelaku lainnya, agar segera menyerahkan diri dan berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya," kata Kombes Wahyu.


(dtk)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar