Ketua Bumdes Babalan Diduga Gelapkan Kartu PKH Warga

 

Ilustrasi Kartu PKH.

Desa segogianya menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia. Sementara tujuan program Bumdes seperti dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4/2015 adalah, untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.


Namun hal itu kurang dirasakan Bahkan memberatkan warga Securai Utara, Kec.Babalan, Kab.Langkat, Sumut. Bahkan warga kurang merasakan manfaat Bumdes yang telah dikelola oleh Pemdes setempat.


Seperti yang dikatakan Upik (53) warga dusun 01 Securai Pasar, Desa Securai Utara, saat disambangi tim media ini, Selasa (16/02/2021) mengatakan bahwa dirinya sangat dirugikan dengan persyaratan yang di berlakukan oleh Ketua Bumdes.


Menurutnya, pinjaman yang ditawarkan oleh Ketua Bumdes untuk masyarakat yang memiliki usaha kecil seperti warung, dapat meminjam dengan syarat jaminan kartu PKH (Program Keluarga Harapan).


"Saya ingin usaha saya semakin maju. Mau tak mau saya berikan jaminan tadi yaitu kartu PKH saya, Bang. Setelah itu waktu pengambilan beras saya minta kartu PKH saya. Tidak lama setelah itu saya mau urus surat pindah anak saya, tetapi Ketua Bumdes, Dedek, meminta kembali kartu PKH yang menjadi jaminan pinjaman saya. Ketua Bumdes juga mengatakan, kalau kartu PKH tidak diberikan kepadanya, maka pengurusan surat anak saya tidak akan dibuatkan," ujar Upik.


Dengan terpaksa Upik berikan kartu PKH itu kepada Ketua Bumdes, Dedek.


"Dan waktu pengambilan beras PKH pada bulan kemaren (Januari-Red) saya meminta kembali kartu PKH saya kepada Ketua Bumdes. Namun alangkah kesalnya saya saat itu sewaktu Ketua Bumdes mengatakan kalau kartu PKH saya hilang," jelasnya.


Hingga akhirnya, tambah Upik, dirinya bersama Koordinator PKH Kecamatan mengurus kartu PKH kembali dengan biaya Upik sendiri.


"Pihak Bumdes sama sekali tidak bertanggungjawab atas hilangnya kartu PKH saya, Bang," tambahnya kepada tim media.


Dirinya sama sekali tidak mengerti dan tidak tahu maksud dari permainan Ketua Bumdes tersebut. Dirinya khawatir jika Ketua Bumdes memanfaatkan kartu PKH warga untuk memperoleh keuntungan pribadi serta kelomppknya.


Terpisah, Adek, selaku Ketua Bumdes saat di konfirmasi tim media ini melalui via seluler tidak menjawab. Berulangkali coba dihubungi, namun Adek seperti sengaja menghindar.(Angga)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar