Langkat Geger! Sartini Tewas di Rumah, Pisau Tertancap Area Vital



Sartini (55), warga Sidorejo, Desa Sidomakmur, Kecamatam Kuala, Langkat, ditemukan tewas dengan beberapa luka tusukan ditubuhnya, Senin (11/01/2021) sekitar pukul 07.00 WIB. 


Menurut Kapolsek Kuala AKP Bevan Raga Utama, pihaknya mengetahui adanya seorang warga yang ditemukan tewas atas laporan warga setempat.


Dari informasi yang didapat dari pihak pelapor, Kinepan Sitepu, warga Jln.Irian Barat, Kel.Pekan Kuala, Kec.Kuala, mengatakan bahwa korban Sartini ditemukan tewas di rumahnya di Dusun Ruan, Desa Beruam, Kec.Kuala, dengan kondisi yang mengenaskan.


Doceritakannya, pada hari Senin (11/01/2021) sekira pukul 07.00 wib, saat pelapor sedang berada di rumahnya di Jln.Irian Barat No.06 Kel.Pekan Kuala Kec.Kuala Kab.Langkat dirinya mendapat informasi via handphone dari saksi Tarman, yang menerangkan bahwasanya korban Surtini telah meninggal dunia di dalam sebuah rumah yang berada di Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kec.Kuala Kab.Langkat.


Kemudian pelapor pun bergegas mengecek kebenaran informasi tersebut. Lalu sekira pukul 08.00 wib pada hari itu juga pelapor melihat kondisi pintu samping rumah yang ditinggali korban telah rusak. Lalu pelapor masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat korban telah meninggal dunia.


Kemudian, pelapor melihat ada bercak darah di lantai rumah tersebut dan terdapat luka di tangan kiri korban , luka sayat di leher korban , luka sayat di kepala sebelah kiri korban dan terdapat 1 bilah parang yang menancap di perut bagian bawah korban.


Sementara itu, sebelumnya, saksi Ponikem alias Atik pada saat mengantarkan belanjaan yang merupakan pesanan korban, Sabtu (9/1) mengatakan bahwa saat dia datang ke rumah korban dan memanggil untuk menyerahkan barang pesanannya.


Namun, panggilan Ponikem tersebut tidak mendapat jawaban dari korban. Begitu juga saat saksi memanggil korban dari belakang rumah namun tidak juga ada jawaban.


Kemudian saksi melihat pintu dalam keadaan terbuka dan coba masuk mengantarkan belanjaan pesanan korban. Namun, saksi melihat korban sudah tergeletak tidak berdaya dengan posisi pisau menancap di perut bagian bawah perut korban.


Lalu saksi Ponikem berteriak memanggil saksi lainnya, Tarman.


Kemudian Tarman yang datang melihat kondisi korban, langsung menghubungi kepala desa untuk mengubungi Kapolsek Kuala.


Kemudian, Kepala Desa menghubungi pelapor untuk melaporkan pembunuhan tersebut ke Polsek Kuala, sekitar pukul 16.00 wib, sesuai Surat Laporan, No : LP/03/I/2021/SU/LKT/SEK.KUALA.


Dari hasil cek TKP dimana korban tinggal seorang diri di rumah korban. Atas kejadian itu, keluarga korban merasa keberatan dan meminta Polri untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku pembunuhan.


Adapun barang bukti yang ditemukan di TKP antara lain satu bilah pisau yang menancap di tubuh korban, satu senter yang masih menyala, pecahan pintu samping rumah yang dirusak.


Selain itu ada pecahan batu batako, satu pucuk senapan angin yang menempel dekat tubuh korban, dua kayu ada bekas bercak darah panjang lebih kurang 50 centimeter, satu bambu panjang kurang lebih 1,20 centimeter, satu besi bulat panjang kurang lebih 1,5 meter.


Saat ditemukan kondisi korban mengalami luka bacokan pada pergelangan lengan kiri, luka sayatan pada leher, luka pada pipi sebelah kanan, luka tusuk pada perut bagian bawah dekat kemaluan, luka pada kepala sebelah kiri.


Saat ini, kasus dugaan pembunuhan tersebut, kini sedang ditangani Polsek Kuala untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan keji tersebut.(lkt-1-2)


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar