Pendeta di Amrik Ramalkan Trump Menang lagi, Kemudian Dunia Akan Kiamat

 


Pendeta Amerika Serikat yang kerap berceramah di televisi, Pat Robertson, meramalkan Donald Trump akan terpilih kembali dalam pemilihan presiden awal November mendatang. Kemudian dia mengklaim kemenangan Trump akan disusul dengan kiamat.


Pendiri Christian Broadcasting Network berusia 90 tahun itu membuat ramalan setelah menerima apa yang dia sebut pesan langsung dari Tuhan.


"Berdasarkan apa yang saya yakini, Tuhan mengatakan pada saya, presiden itu akan terpilih kembali," kata Robertson selama acaranya yang ditayangkan di televisi, dikutip dari Sputnik News, Rabu (21/10).


Robertson mengatakan, hasil pemilihan akan memicu kerusuhan sipil, "dan kemudian perang melawan Israel dan lain sebagainya."


Menyusul konflik tersebut, Robertson mengklaim, akan ada masa damai, kemudian mengatakan: "Dan kemudian mungkin kiamat".


Klaim pendeta ini kemudian viral di Twitter, di mana sejumlah pengguna menyinggung ramalan kiamat Robertson sebelumnya yang selalu meleset.


Para warganet mengungkapkan keputusasaannya dengan pemilu dan mengunggah gambar editan sebuah gereja mengisyaratkan deklarasi dukungan Tuhan kepada capres Demokrat Joe Biden.


Pengguna lainnya menggambarkan ramalan kemenangan Trump itu disusul peristiwa kiamat sebagai sebuah dukungan untuk Biden.


Pihak yang mengklaim diri sendiri sebagai kelompok kiri di Twitter mengancam akan memastikan akhir zaman terjadi jika Trump kembali memenangkan pilpres.


Beberapa mengatakan mereka setuju dengan pendeta Robertson, bahwa Trump akan menang melawan Tuhan dan "musuh" Amerika.


Robertson sebelumnya adalah pendukung berat Trump. Pendeta itu kemudian menarik dukungannya setelah mengklaim Trump "kehilangan mandat surga" setelah mendorong penarikan pasukan AS dari Suriah.


Robertson tidak hanya membuat prediksi kiamat sejak tahun 1970-an, tetapi dia juga mengklaim bahwa Tuhan mengatakan kepadanya kandidat dari Partai Republik Mitt Romney akan memenangkan pemilihan pada 2012 dan menjadi presiden dua masa jabatan bahkan ketika Presiden AS Barack Obama memenangkan masa jabatan keduanya. [bal]


Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar