Jalan di Tempat di Program Sampah


Kalau saja pemerintah Kota Medan bisa mengambil hati masyarakat. Dengan melaksanakan program yang menyentuh ke sendi-sendi kehidupan mereka. Mungkin tingkat partisipasi pemilih pada pilkada tahun 2015 lalu bisa lebih dari 25%.

Apalagi andai, programnya itu memberikan solusi atas problema yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti misalnya: Pengelolaan sampah.

Terlepas dari kesadaran masyarakat tentang tata-tertib membuang sampah, pengelolaan sampah di Medan boleh dibilang belum maksimal.

Medan sebagai kota metropolitan, memiliki problem pengelolaan sampah yang belum terpecahkan. Pemungutan sampah pada tempat-tempat penampungan milik warga, belum bisa dilakukan setiap hari. Padahal produksi sampah rumah tangga, meningkat terus volumenya.

Maka jangan heran jika di banyak tempat muncul tempat pembuangan sampah sementara dadakan. Yang biasanya terjadi di lokasi yang sepi. Misalnya, di pertigaan jalanan yang sunyi. Pada badan jalan di perumahan yang sepi. Di sepanjang aliran sungai yang sepi.

Memang masalah sampah di Medan belum separah yang pernah terjadi di Bandung. Ketika tempat pembuangan akhir sampah di Leuwigajah itu longsor. Yang menimbulkan korban jiwa itu. Sehingga harus ditutup. Yang menyebabkan Bandung menjadi lautan sampah pada tahun 2005.

Tapi tanpa program pengelolaan sampah yang jelas. Bukan mustahil kota Medan (baca: kecuali pusat kota) menjadi lautan sampah yang baru.

Karena pola konvensional seperti: kumpul, angkut, buang, yang selama dilakukan, sudah tak lagi relevan dengan perkembangan kota. Juga terhadap karakteristik masyarakatnya.

Baiknya dibuat strategi besar terhadap pengelolaan sampah. Yang melibatkan akademisi, semisal pemerhati kebijakan, dan pakar perilaku warga kota. Agar PR besar ini tidak hanya ada di pemerintah kota, melainkan juga warganya. Dengan baik-buruk kebiasaannya.

Andai itu terjalin dengan baik. Dan menjadi program andalan bakal calon walikota pilkada pada tahun ini, bisa jadi masyarakat akan berbondong-bondong ke TPS. Untuk memilih calon yang bisa memperindah hati dan kota bagi warganya.

Sekaligus melupakan hat-trick kasus korupsi yang pernah menimpa mantan walikotanya.

http://www.suryaman.id/2020/09/program-sampah.html?m=1

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar