Deklarasi Dukungan Relawan Berkarya Nyata, Bobby Nasution Janjikan Transparansi Anggaran


Keberkahan hujan turun jelang deklarasi dukungan Relawan Berkarya Nyata kepada pasangan calon (paslon) Nomor Urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution dan H. Aulia Rachman, di Jalan Inspeksi Barat Gang Wonogiri, Medan Barat, Kamis (24/9/2020) malam.


Kegiatan yang digelar usai hujan ini, membuat suasana menjadi sejuk dan damai. Seperti Pilkada yang diinginkan paslon Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Sedikit berbeda dari deklarasi relawan yang pernah dilakukan, kegiatan deklarasi dan pengukuhan Relawan Berkarya Nyata, berlangsung lebih santai.


Usai pembukaan dan doa, kegiatan dilanjut dengan penampilan band. Relawan pun menciptakan lagu berjudul Bang Bobby untuk diperdengarkan, sebagai salah satu harapan relawan kepada Bobby Nasution - H. Aulia Rachman dalam memimpin Kota Medan nantinya.


Di kesempatan ini, Founder Relawan Berkarya Nyata, Bachtiar Ahmad Sibarani mengungkapkan permasalah-permasalahan Kota Medan, tentu ada solusinya. Untuk itu, kepada anak muda diminta menunjukkan kemampuan dan gerak cepat membangun Kota Medan.

“Medan ini barometer Sumatera Utara, tentu menjadi tolak ukur dan wajah Sumatera Utara. Malu kalau dibilang wilayah sering-sering banjir. Karenanya, saatnya anak muda jadi pemimpin. Yang gaul, keren, mudah turun ke lapangan dan punya akses kemana-mana seperti Bang Bobby,” ungkap  Bupati Tapanuli Tengah berusia 32 tahun ini disambut aplaus para relawan.


Ketua Nasdem Tapanuli Tengah ini juga mengungkapkan, meskipun tanpa kehadiran Bobby Nasution karena terbatas pandemi Covid-19, relawan akan terus berjuang di kecamatan dan kelurahan untuk memenangkan pasangan Bobby Nasution – Aulia Rachman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.


“Kemenangan Bobby Nasution tergantung kepada masyarakat Kota Medan, kalau ingin perubahan, kalau ingin perbaikan. Jawabannya cuma satu, Bobby Nasution Wali Kota Medan,” pungkasnya mengakhiri kata sambutannya dalam deklarasi yang turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Medan, Robi Barus ini.

Sebelumnya, Ketua Relawan Berkarya Nyata, Tengku Imam Wahyudi mengungkapkan Berkarya Nyata adalah salah satu komunitas dimana kaula muda berkumpul untuk membantu memenangkan paslon Bobby Nasution – H. Aulia Rachman.


Berbicara kepada relawan,  Bobby Nasution berjanji akan transparan pada penggunaan anggaran saat memimpin nanti. “Biar semua masyarakat kota Medan paham, berapa anggaran, rencana pembangunan kemana saja, juga berapa yang digunakan,” kata penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini.

Anak muda, jelas Bobby, harus melek informasi terkait pembangunan kota. Lantaran dana yang digunakan adalah dana masyarakat. Wali kota, diberikan kepercayaan untuk mengelola dana untuk pembangunan agar lebih baik lagi.


“Dana yang dikelola dalam satu periode kepemimpinan cukup besar, bisa mencapai Rp 30 triliun. Makanya sebelum mencalonkan jadi pemimpin, harus cari tahu permasalahan kota, pembangunan seperti apa yang akan dibuat,” lanjut menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Dalam pembangunan kota, ungkap Bobby, cuma 2 kebutuhan pembangunan yang harus dilakukan. Yakni pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia. “Karena itulah saya bicara transparansi anggaran. Biar semua masyarakat tahu anggaran yang dimiliki berapa, dan digunakan kemana saja. Jangan bicara sudah terus melakukan pembangunan fisik, lubang jalanan masih banyak,” ungkap alumni S-2 Agribisnis IPB ini.

Jika bicara pembangunan fisik, lanjut Bobby, dalam lima tahun harusnya Medan sudah tidak memiliki sejuta lubang lagi, minimal turun jadi 900 ribu lubang. Namun nyatanya hingga kini, tidak ada berkurang sedikitpun. “Bahkan ada yang mengatakan bertambah lubangnya. Masalah banjir juga semakin besar,” tutur Wakil Ketua BPP HIPMI ini.


Untuk itu, sambung Bobby, sekarang butuh peran nyata dari anak muda untuk berkarya. Anak muda harus menyatukan tekad membenahi Kota Medan. Caranya, datang ke TPS pada 9 Desember 2020, coblos nomor 2,” tandasnya. (*)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar