Bicara Pilkada di Medan, Fahri Hamzah: Plt Tak Sanggup, Harus Ada Mandat Baru


Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution–H. Aulia Rachman mendapat dukungan penuh dari Partai Gelora di Pilkada 2020.


Deklarasi dukungan terhadap pasangan pengusung #KolaborasiMedanBerkah ini digelar bersama H. Fahri Hamzah di Grand Cityhall Medan, Jumat (25/9/2020) malam. Turut hadir Ketua DPD Partai Gelora Sumut, Heriansyah; Ketua DPC Partai Gelora Kota Medan, Muhammad Nasir; Ketua DPC Partai PDIP Kota Medan, Hasyim; Ketua DPC Partai Golkar Kota Medan, Syaf Lubis; Juru Bicara Tim Kampanye Berkah, Ikhrimah Hamidy dan Ketua Tim Pemenangan Berkah, HT Milwan serta alim ulama.


Berbicara di hadapan undangan, Fahri Hamzah menyampaikan Bobby-Aulia merupakan kolaborasi sempurna untuk memimpin Kota Medan. “Perjodohannya mantap sekali. Tek-toknya sudah mantap betul. Banyak dalam pilkada yang perjodohannya dipaksakan, bak Datuk Maringgih dan Siti Nurbaya,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan, pilkada tahun ini merupakan yang paling penting dalam sejarah pilkada di Indonesia, karena berlangsung di masa krisis akibat Covid-19. Itu sebabnya, mandat terhadap 270 kepala daerah di Indonesia, dengan cara apapun harus diperbarui. “Dan, cara mendapatkan mandat harus dengan pemilihan langsung dari rakyat. Tidak bisa pakai plt (pelaksana tugas). Plt tidak punya kesanggupan bertanggungjawab dalam situasi krisis,” ucap kolaborator Gerakan 212 ini.

Fahri merasa dirinya senang berada di Medan. Setelah hattrick (tiga kali berturut) pemimpin kota ini masuk bui, kini lahir pemimpin muda dengan kombinasi luar biasa.

“Mereka (Bobby-Aulia) mengerti porsi dan bidang masing-masing. Terutama apa yang akan dikatakan dan yang akan dilakukan untuk Kota Medan. Jadi di Medan akan lahir pemimpin yang diharapkan. Bahwa sebesar apapun krisis yang menghadang, kita akan punya pemimpin yang sanggup mengajak bicara masyarakat untuk bersama-sama keluar dari krisis ini. Mereka adalah kolaborator Kota Medan,” tukasnya bersemangat.

Kolaborasi Medan Berkah, menurut Fahri, sudah sesuai dengan kebutuhan Kota Medan. Dengan melahirkan tagline tersebut, dia memastikan bahwa pasangan Bobby-Aulia memahami betapa besar masalah yang dihadapi warga Medan.

Bobby Nasution di sisi lain menyampaikan terima kasihnya kepada Partai Gelora atas deklarasi dan dukungan ini. “Tentunya deklarasi dan dukungan ini menjadi salah satu penyemangat buat kami, dan sebuah dukungan yang sudah ditunggu-tunggu,” ungkap Bobby.

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyebut dukungan Gelora sebagai kekuatan luar biasa. Dukungan ini apat dipandang sebagai jawaban atas kegelisahan masyarakat. Kegelisahan yang muncul akibat tidak adanya pergerakan di Kota Medan.

“Sudah kita rasakan bersama-sama, hal inilah yang membuat kami sedikit menyinggung tentang politik anggaran, dan Insha Allah di-bully,” tuturnya.

Bobby menyebutkan Medan punya anggaran pembangunan hampir Rp30 triliun dalam satu periode terakhir (2016-2020), dengan rata-rata hampir Rp6 triliun anggaran per tahun. “Namun di-bully, dibilang salah data. Padahal saya menyampaikan sesuai data yang saya dapat. Maaf jika saya salah, (telah) memperlihatkan kurang transparannya anggaran pembangunan di Kota Medan selama ini,” ungkapnya.

Makanya, jika terpilih nanti, Bobby akan berupaya agar transparan dalam penggunaan anggaran. Salah satu tanggungjawab yang akan dibebankan padanya dan pendamping adalah pengelolaan anggaran. Masyarakat Kota Medan harus tahu anggaran yang dimiliki kotanya, dan digunakan untuk apa saja.

“Biar tidak terjadi lagi kesalahan penggunaan anggaran oleh pemimpin, biar tidak terjadi quattrick pemimpin Medan (4 kali masuk bui). Masyarakat yang mengawasi langsung penggunaan anggaran. Tansparansi birokrasi dan anggaran, harus dicanangkan mulai sekarang,” tukasnya.

Di kesempatan ini, H. Aulia Rachman menyampaikan,  dirinya dan Bobby mendedikasikan konsep percepatan perubahan Kota Medan, sehingga perubahan terjadi secara drastis. “Demokrasi kita buat secara aktif dengan mengajarkan kepada masyarakat visi-misi kami. Ini bisa menjadi contoh berpolitik santun,” ungkap mantan Anggota DPRD Kota Medan ini.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi, ungkapnya, menjadi pelajaran bagi mereka agar tidak main-main dan tidak ceroboh melangkah dalam memimpin Kota Medan. “Kita harus punya konsep dan berkolaborasi untuk menyatukan visi-misi, agar terjadi sejarah besar di Kota Medan,” tandasnya. (*)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar