Gubsu Larang Sekolah Tatap Muka, "Jangan Main-main dengan Covid-19!"


Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, menegaskan masih belum mengijinkan dibukanya proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah-sekolah pada satuan pendidikan usia dini, dasar hingga menengah atas di Sumut.

"Belum, sekolah belum, kita kan masih tren meningkat ini. Udah 6.800," ujar Gubernur Edy menjawab wartawan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (31/08/2020).

Lagi-lagi Gubernur Edy menegaskan agar jangan mempermainkan fakta terus bertambahnya terkonfirmasi positif covid-19 di Sumut. "Jangan menjadikan hal yang seperti ini, ini kan kita harus patuh ini dengan kondisi real," ujarnya.

Menurutnya, bukan semau-mau Pemprov Sumut tidak mengijinkan belajar tatap muka. Tapi para ahli, kedokteran anak, ahli-ahli psikologi anak, para tokoh agama, tokoh adat, kata Gubernur Edy, juga belum mengijinkan secara ilmiah untuk membuka sekolah.

"Bukan kita tidak mengijinkan sekolah terus semau kita, tidak. Ini kan berdasarkan kondisi real wilayah kita. Bayangin anak-anak kita kalau kena covid-19, kan repot," tegas Edy.

Di singgung soal Pemkab Toba yang sempat membuka belajar tatap muka tingkat SMP pada 21-22 Agustus 2020 yang akhirnya ditutup lagi pada 24 Agustus 2020, Gubernur Edy juga tampak heran. "Nanti tanya ama Toba (Pemkab) nya itu. Akhirnya kan dia tutup lagi," cetus Edy.

Lebih lanjut Edy Rahmayadi sepakat jika Pemkab/Pemko di Sumut berencana membuka sekolah belajar tatap muka, maka haruslah berkoordinasi ke Pemprov Sumut. "Provinsi pun tak segampang itu memutuskan hal tersebut. Provinsi, saya khususnya mengumpulkan para ahli," kata Edy.

Sebelumnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Whiko Irwan D SpB menyampaikan hingga kondisi Minggu (30/08/2020), total terkonfirmasi positif covid-19 di Sumut sebanyak 6.769 orang. Total sembuh 3.905 orang dan meninggal dunia 312 orang. (mbd)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar