Kesaksian Model Internasional saat Ucapkan Syahadat, "Saya merasakan perasaan seperti ..."


Hijabers yang populer di Instagram ini adalah Aliza Kim. Aliza menarik atensi karena dikenal sebagai model internasional yang meninggalkan dunia glamornya untuk menjadi mualaf.

Aliza Kim merupakan mantan model kelahiran Oklahoma, Amerika Serikat. Dibesarkan di Boston, Aliza yang juga berdarah Thailand memutuskan menjadi mualaf pada 2013.

"Sebelum memeluk agama Islam, hidup saya begitu penuh tantangan. Pada waktu itu saya merasa hampa dalam hati saya, kesepian, dan tersesat dalam kehidupan.
Alhamdulilah Allah SWT memberi saya kehidupan yang baru dan lebih baik," katanya saat melakukan wawancara khusus dengan Wolipop via email.

Aliza yang kini tinggal di Malaysia itu mengatakan sebelum menjadi mualaf, dia mempelajari Islam dari berbagai sumber.

"Saya belajar tentang Islam dari buku, pamflet dan kelas selama empat bulan sebelum mengucapkan kalimat syahadat," katanya.

Saat pertamakali mengucapkan dua kalimat syahadat, Aliza mengaku merasakan hal yang luar biasa.

"Saya merasakan perasaan seperti kesemutan dari kepala saya ke jari kaki saya seolah saya disucikan oleh Allah SWT dari kehidupan lama saya. Saya merasa sangat bahagia," ungkapnya.

Aliza mengaku tak ada perasaan ragu saat memutuskan menjadi mualaf. Dia rela meninggalkan dunia modelling dan akting yang sebelumnya menjadi mata pencahariannya.

"Ketika Allah SWT menginginkan kehidupan yang baru dan lebih baik bagi kamu, jangan takut. Allah SWT akan menolong keluarga dan sahabat kamu. Allah SWT akan membantu kamu untuk menemukan pekerjaan baru Insya Allah. Allah SWT juga akan mengutus orang baik untuk membantu kamu, Insya Allah," tuturnya.

Setelah menjadi mualaf, Aliza tidak berhenti belajar tentang Islam. Dia bahkan menempuh pendidikan diploma untuk mempelajari Al Quran dan hadis di Universitas Arees.

Sebelumnya, Aliza mendaparkan gelar ganda atau double bachelor di bidang sosiologi dan ekonomi serta gelar master di bidang administrasi bisnis dari Universitas Denver, Daniels School of Business, Amerika Serikat

Aliza mengungkapkan alasannya jatuh cinta pada Islam hingga memutuskan menjadi mualaf. Menurutnya Islam mengajarkan banyak nilai kebaikan.

"Bagaimana membantu orang untuk berpikir dan menyesuaikan diri sehingga mereka dapat tetap tenang dan memiliki kedamaian batin, dan yang paling penting saya menyukai aturan dan struktur dalam Islam. Dalam Islam kamu perlu tahu apa yang halal dan apa yang haram sehingga kamu dapat menjalani hidup tanpa kebingungan," kata wanita dengan followers lebih dari 34 ribu di Instagram itu.

Menjadi mualaf dan kerap berbagi kisah inspirarif, Aliza pun sering didapuk menjadi pembicara.

 "Alhamdulillaah Allah SWT memberkati saya dengan pekerjaan sebagai pembicara yang inspiratif, pembawa acara untuk video Islam dan sekarang juga memiliki bisnis untuk membantu entreprenuer muslim lainnya," ujarnya.

Aliza mengaku keputusannya untuk menjadi mualaf sejak awal didukung kedua orangtuanya dan kerabatnya. Mereka hingga saat ini tetap menerimanya dengan kasih sayang. Kedua orangtuanya sendiri saat ini tinggal di negara yang berbeda dengannya.

"Orangtua saya berdua baik-baik. Ayah saya sudah pensiun dan kini tinggal di Thailand. Ibu saya akan segera pensiun tetapi masih berada di Boston. Tetapi ibuku akan membuat rencana untuk bergabung dengan ayahku dalam waktu dekat," jelas Aliza.

Aliza sendiri saat ini sudah menikah. Dia dan suaminya naik pelaminan pada Februari 2018 setelah sebelumnya menjalani proses taaruf mulai Desember 2017.

"Saya memilih Ta'aruf karena ingin memperoleh kenikmatan dan berkah dari Allah SWT. Karena sebelumnya saya telah mengalami pengalaman yang sangat buruk dengan hubungan di masa lalu sehingga dengan ta'aruf, saya tahu itu sudah direncanakan oleh Allah SWT. Jika segala sesuatunya berjalan, itu karena Allah SWT. Jika semuanya tidak berhasil, itu juga oleh Allah SWT," tuturnya.

Saat pertamakali menjalani taaruf dengan suaminya sekarang, Zafrul, Aliza mengaku sangat gugup.

 "Aku sangat cemas, gugup dan ingin kabur rasanya. Tapi Alhamdulillah ada fasilitator ta'aruf yang membantu dan melatih sayam," ucap wanita yang kerap tampil dengan busana syar'i itu.

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar