Ini Dampak Negatif Psikologis Para Jomblo Jika Terlalu Sering Ditanya "Kapan Nikah?"

Ini Dampak Negatif Psikologis Para Jomblo Jika Terlalu Sering Ditanya "Kapan Nikah?"

Pertanyaan yang sering ditanyakan bagi para Jomblo jika ada acara keluarga atau reuni adalah "kapan nikah?"

Kita tak tahu pasti alasan seseorang melontarkan pertanyaan itu.

Bisa jadi pertanyaan ini muncul karena tidak ada bahan omongan. Atau memang ada niat membantu mencarikan pasangan atau membantu mengatasi trauma percintaan.

Namun yang paling banyak adalah hanya ingin meledek.

Menurut psikolog klinis dewasa dari Q Consulting, Rena Masri, pertanyaan "kapan nikah?" akan memunculkan reaksi positif dan negatif. Reaksi positif ditandai dengan sikap tak ambil pusing pihak yang ditanyai.

Sedangkan, reaksi negatif biasanya ditandai dengan emosi seperti marah atau kesal. Jika terlalu sering menerima pertanyaan ini, bisa jadi beban pikiran buat jomlo dan berujung stres.

"Akhirnya justru menimbulkan masalah baru, misalnya sampai mengurung diri atau tidak mau bertemu dengan keluarga," ujar Rena.

Salah satu reaksi yang ekstrem adalah kasus pembunuhan yang terjadi akhir Januari 2018 di Garut. Pelaku mengaku membunuh tetangganya karena tersinggung ditanya "kapan nikah?"

Menurut Rena, pelaku mungkin kesal karena sering “diteror” pertanyaan yang sama. "Atau bisa juga si pelaku punya stres lain misalnya kurang berhasil menjalin asmara dengan wanita. Jadi ketika ada pemicu kecil seperti pertanyaan ini, pelaku langsung bereaksi," terang Rena.

Terkadang para jomblo yang terus ditanya Kapan Nikah hanya membalas dengan candaan. Namun kita tak pernah tahu, bagaimana dalam hati mereka.

So, berhenti menanyakan pertanyaan tersebut. Hargai dan hormati pilihan para jomblo. (fm)

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar