Sakit Hati Ditolak Mudik oleh Keluarga, Pria Ini Nekat Minum Deterjen

Minum deterjen karena dilarang mudik

Sesakit-sakitnya ditolak cinta, lebih sakiiiittttt lagi ditolak mudik oleh keluarga. Itulah yang dirasakan seorang pria, sebut saja Kangen (37).

Selama ini Kangen bekerja di Surabaya, yang masuk zona merah penyebaran corona. Berhubung tempat kerjanya diliburkan, ia bermaksud untuk mudik ke kampung halaman. Berkumpul dengan keluarga tercinta.

Namun sungguh pedih, saat sudah sampai di kampung di di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kangen tidak dibolehkan masuk.

Pihak keluarga takut yang bersangkutan membawa virus corona. Penolakan tersebut bagaikan petir di siang bolong di waktu langit cerah.

Kangen yang sudah kehabisan uang, tidak tahu harus kemana lagi. Keluarganya sendiri sudah menolak, apalagi kerabat di kampung.

Akhirnya Kangen mencoba jalan pintas. Ia ingin segera berjumpa Tuhan.

Kangen pun nekat minum air deterjen dan memotong urat nadi sebelah kanan memakai silet.

Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiyana saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa nahas tersebut. Agus mengatakan, si pria datang dari Surabaya yang merupakan zona merah penyebaran virus corona (Covid-19).

"KTP-nya asal Surabaya. Korban mau pulang ke rumah keluarganya di Cepu ditolak karena wilayahnya berasal ada kasus virus corona," kata Agus.

Agus menjelaskan, korban mengenakan sepatu, baju lengan panjang dan celana hitam tergeletak di trotoar Bengawan Solo sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi itu masuk Kecamatan Cepu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Agus menceritakan, beruntung ada saksi mata yang mengetahui kejadian korban berusaha bunuh diri dan segera melaporkan ke pihak kepolisian.

 Jika tidak, besar kemungkinan bisa meninggal dunia karena percobaan bunuh dirinya dengan meminum air deterjen dan memotong urat nadi sebelah kanan memakai silet.

"Korban menderita luka di lengan tangan dan dirawat di RSUD dr R Soeprapto Cepu," ungkap Agus.

Saat polisi dan petugas medis ke lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan, tampak para petugas medis memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Saat kejadian itu korban disebut-sebut membawa surat keterangan sehat. Namun saat dicek ternyata surat kehilangan barang dari pihak kepolisian Surabaya. Nah lho...???

"Yang dibawa itu bukan surat keterangan sehat, tetapi surat kehilangan," ucap Agus menambahkan.

Bagikan Gratis :


Loading...

Tidak ada komentar